MES DIY Dorong Generasi Muda Perkuat Ekonomi Syariah Digital

Selasa, 23 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, Sleman – “Ekonomi syariah kini menjadi arus utama yang menopang stabilitas ekonomi nasional,” tegas Dandan Hermawan, Sekretaris Umum MES DIY, saat menjadi narasumber Webinar Nasional Stadium Generale.
‎
‎Webinar bertema ‘Mendorong Kreativitas Inovatif dalam Perbankan dan Ekonomi Syariah di Era Disrupsi’ itu digelar STEBI Al Muhsin, Selasa (23/9/2025).
‎
‎Ia menambahkan, “Disrupsi bukan ancaman, melainkan peluang emas untuk memperkuat daya saing ekonomi syariah.”
‎
‎Dr. St. Habibah, Ketua STEBI Al Muhsin, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar mahasiswa memahami praktik terbaik keuangan syariah.
‎
‎Data yang dipaparkan Dandan memperkuat optimisme. “Total aset keuangan syariah nasional menembus Rp9.927 triliun atau 45 persen PDB, tumbuh 11,8 persen year on year,” ujarnya penuh keyakinan.
‎
‎Ia menekankan, “Aset perbankan syariah sudah mencapai Rp980,3 triliun dengan market share 7,72 persen, namun literasi dan inklusi keuangan syariah masih rendah.”
‎
‎Menurutnya, teknologi dan inovasi wajib dimaksimalkan agar kesenjangan akses dapat teratasi.
‎
‎Narasumber lain, Isdiarto, mengingatkan, “Dunia pendidikan harus menjadi laboratorium ide dan inovasi,” sedangkan Fadhil Akmali Zaidan menegaskan, “Generasi muda perlu menguasai kompetensi teknis dan soft skill untuk bersaing global.”
‎
‎Selain data dan analisis, Dandan menyoroti program unggulan MES DIY yang kian agresif.
‎
‎“Jogja Halal Fest menghadirkan pelaku usaha halal sekaligus membuka jejaring internasional,” paparnya.
‎
‎Ia juga menyebut, “Wakaf Arisan dan literasi keuangan syariah kami jalankan agar masyarakat lebih inklusif.”
‎
‎Menutup acara, Dandan mengajak mahasiswa, “MES DIY sangat terbuka bagi anak muda yang ingin mengasah soft skill dan berjejaring dengan para pegiat ekonomi syariah.”
‎
‎Webinar ini, lanjut Dr. Habibah, diharapkan menumbuhkan kerja sama erat antara kampus, praktisi, dan organisasi masyarakat sehingga “Indonesia semakin siap menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.” (ihd)

Berita Terkait

Mahasiswa PKN STAN Bantu KKMP Demangan Naik Kelas, Kini Punya Sistem Digital
Bawa Misi Kabupaten Bekasi di Tingkat Provinsi, Siswa MA Al-Khairiyah Tambun Selatan Cetak Prestasi Emas Aksioma 2026
Mataf UMY: 7.131 Mahasiswa Memulai Perjalanan: Belajar Ilmu sekaligus Kehidupan 
Ketika Cita-cita Menjadi Dokter Harus Diperjuangkan hingga ke Ujung Sinyal
UMY Siapkan Sustainability Center, Belajar dari Smart Eco Campus ITS
HMI Tunas Bangsa UMY Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di NTT
Jawab Keresahan Soal LKS Mahal, Bupati Aep Gratiskan Modul Siswa SD-SMP di Karawang
Kreatif dan Bernilai Jual, Singkong Jadi Sushi di Program Pengabdian Untirta

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 22:57 WIB

Mahasiswa PKN STAN Bantu KKMP Demangan Naik Kelas, Kini Punya Sistem Digital

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Bawa Misi Kabupaten Bekasi di Tingkat Provinsi, Siswa MA Al-Khairiyah Tambun Selatan Cetak Prestasi Emas Aksioma 2026

Senin, 7 September 2026 - 15:15 WIB

Mataf UMY: 7.131 Mahasiswa Memulai Perjalanan: Belajar Ilmu sekaligus Kehidupan 

Minggu, 6 September 2026 - 18:32 WIB

Ketika Cita-cita Menjadi Dokter Harus Diperjuangkan hingga ke Ujung Sinyal

Sabtu, 5 September 2026 - 18:20 WIB

UMY Siapkan Sustainability Center, Belajar dari Smart Eco Campus ITS

Berita Terbaru

Yogyakarta

‎Ribuan Pelari Serbu Denggung, Harda Lepas Sembada Run 2026

Minggu, 8 Nov 2026 - 12:00 WIB

Yogyakarta

SEGO GUDANGAN Ajak Warga Yogya Guyub, Malioboro Tetap Damai

Minggu, 8 Nov 2026 - 11:50 WIB