Menuju Kota Banjar Bebas TB, Wiyagus Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor

Selasa, 22 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamendagri Wiyagus

Wamendagri Wiyagus

JOGJAOKE.COM, Banjar – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan target bebas tuberkulosis (TB) di wilayah setempat. Upaya tersebut perlu dilakukan secara terpadu dan berjenjang hingga tingkat desa, termasuk melalui penguatan perencanaan dan penganggaran daerah.

“Harapan saya mungkin dalam waktu 3 bulan, 6 bulan lah, Kota Banjar itu berani mendeklarasikan bahwa Kota Banjar ini bebas TB,” ujar Wiyagus saat menghadiri Pertemuan Lintas Sektor dan Diskusi Interaktif dalam Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Pendopo Kota Banjar, Jawa Barat, Senin (21/9/2026).

Ia mengatakan, target tersebut dapat diupayakan karena kasus TB di Kota Banjar telah teridentifikasi. Namun, penanganannya membutuhkan keterlibatan berbagai unsur dan tidak dapat hanya mengandalkan dinas kesehatan.

“Masalah kesehatan ini bukan hanya masalah dinas kesehatan, tetapi kita bicara pentingnya kolaborasi semuanya,” katanya.

Menurutnya, persoalan TB tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga berdampak terhadap produktivitas dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Pengobatan TB membutuhkan waktu beberapa bulan. Apabila pasien merupakan kepala keluarga, kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan mencari nafkah sekaligus berdampak terhadap anggota keluarga yang mendampingi selama masa pengobatan.

Karena itu, Wiyagus menekankan pentingnya penanganan TB masuk dalam perencanaan dan penganggaran daerah. Kota Banjar, kata dia, telah memasukkan persoalan kesehatan, termasuk TB, dalam dokumen perencanaan daerah hingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Selain dukungan penganggaran, Wiyagus mendorong penguatan intervensi hingga tingkat desa. Salah satunya melalui pembentukan Desa Siaga TB yang melibatkan kepala desa, Bintara Pembina Desa (Babinsa), kepala puskesmas, Posyandu, dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

“Desa Siaga TB ini penting ya. Di Jawa Barat ini belum banyak ya, dari sekian ribu desa baru sekian desa yang terbentuk,” jelasnya.

Wiyagus kembali menekankan, TB dapat disembuhkan apabila ditangani dengan skema yang tepat. Pemeriksaan terhadap kontak erat dan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) perlu terus diperkuat untuk mencegah penularan sekaligus menekan munculnya kasus baru.(lsi)

SUmber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Perkuat Kinerja, Kemendagri Dorong TP PKK, Posyandu, dan Dekranasda Manfaatkan Sumber Pembiayaan
Dekranasda, TP PKK, dan TP Posyandu Perlu Disinergikan dengan Perencanaan Daerah
Perkuat Sinergi dan Tata Kelola, Dekranas, TP PKK, TP Posyandu Dorong Kesejahteraan
Ribka Haluk Dorong Inovasi Jadi Penggerak Transformasi Pembangunan NTT
Wamendagri Bima Arya: Kepala Daerah Punya Peran Penting dalam Menjaga Kebebasan Beragama
Penanganan TB Tak Bisa Bertumpu pada Sektor Kesehatan, Wamendagri Wiyagus Dorong Kolaborasi
Dukung Indonesia ASRI, Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Pentingnya Gerakan Menanam Pohon
Pemerintah Sepakati RUU 15 Kabupaten/Kota, Pembahasan Berlanjut ke Paripurna

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:04 WIB

Perkuat Kinerja, Kemendagri Dorong TP PKK, Posyandu, dan Dekranasda Manfaatkan Sumber Pembiayaan

Selasa, 22 September 2026 - 10:57 WIB

Menuju Kota Banjar Bebas TB, Wiyagus Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor

Selasa, 22 September 2026 - 10:18 WIB

Dekranasda, TP PKK, dan TP Posyandu Perlu Disinergikan dengan Perencanaan Daerah

Senin, 21 September 2026 - 23:56 WIB

Ribka Haluk Dorong Inovasi Jadi Penggerak Transformasi Pembangunan NTT

Senin, 21 September 2026 - 23:30 WIB

Wamendagri Bima Arya: Kepala Daerah Punya Peran Penting dalam Menjaga Kebebasan Beragama

Berita Terbaru