Mendagri Tekankan Pentingnya Integrasi Sistem Digital Daerah untuk Cegah Kebocoran Anggaran

Jumat, 31 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGAJOKE.COM, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) memperkuat literasi keuangan digital sebagai langkah penting dalam memperluas penerapan e-government sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini disampaikan Mendagri saat memberikan sambutan pada Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo di Hall B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (31/10/2025).

Mendagri menjelaskan bahwa transformasi digital di pemerintahan membutuhkan dua tahapan utama. Pertama, meningkatkan literasi digital dan finansial di lingkungan Pemda agar proses digitalisasi berjalan optimal. Kedua, menyiapkan integrasi sistem digital daerah dengan sistem nasional agar seluruh Pemda saling terhubung dan datanya dapat dimanfaatkan oleh semua pihak. Dengan integrasi tersebut, potensi kebocoran anggaran dapat ditekan karena alur transaksi dan pelaporan menjadi lebih transparan.

“Mudah-mudahan nanti juga, bisa disuarakan ke teman-teman lain, 552 pemerintah daerah, 38 provinsi, 98 kota, 416 kabupaten untuk digitalisasi pemerintah, e-government. Dari awal, kami memang selalu mendukung, terutama adanya sistem digital,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Mendagri juga menyoroti peran strategis sistem digital di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) sebagai fondasi e-government. Dukcapil menyimpan sekitar 99 persen data penduduk Indonesia lengkap dengan biometrik, mulai dari sidik jari, iris mata, hingga face recognition. Data tersebut menjadi salah satu kunci verifikasi di sektor finansial, termasuk perbankan, layanan investasi, online shopping, dan teknologi finansial.

“Daripada menggunakan KTP zaman dulu, dan kemudian bisa itu palsu, sekarang cukup menggunakan satu alat, yaitu dilihat wajah. Orangnya cukup melihat wajahnya saja, dan melihat ini benar si A atau si B. Karena tidak mungkin akan tertukar,” terangnya.

Mendagri menegaskan agar Pemda tidak lagi menggunakan pola pikir lama dan perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan saat ini. Digitalisasi, ujarnya, merupakan instrumen penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ia mencontohkan pajak hotel, restoran, dan parkir yang selama ini dibayarkan masyarakat, namun tidak seluruhnya tercatat di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Pemda perlu membenahi mekanisme pemungutannya agar penerimaan dari sektor-sektor tersebut tercatat dengan benar.

Dia menambahkan, melalui sistem digitalisasi, penerimaan pajak masyarakat dapat langsung tercatat dan masuk ke Bapenda, sehingga berdampak positif pada peningkatan PAD tanpa menambah beban baru, khususnya bagi masyarakat kecil. Oleh karena itu, Pemda perlu memanfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan PAD melalui mekanisme pencatatan yang lebih transparan dan akuntabel.

“Saya berpikir ini gimana caranya teman-teman [Pemda] bisa mendapatkan pendapatan, PAD, dengan digitalisasi,” tandasnya. (nr)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Karhutla Jadi Fokus, Mendagri Tito Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan di Kalteng
Penanganan Karhutla Kalbar Jadi Perhatian, Mendagri Tito Dampingi Presiden Prabowo
Percepat Eliminasi TB, Wamendagri Wiyagus Libatkan Mahasiswa Untad
Kasatgas Tito Pastikan Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera Berjalan Sesuai Target
Bima Arya: Pembangunan Tak Hanya Soal Ekonomi, Alam dan Masyarakat Harus Dijaga
Mendagri-Menteri PKP Perkuat Penanganan Rumah Warga Pascagempa NTT
Wamendagri Wiyagus: Kepala Daerah Harus Terus Belajar agar Terhindar dari Korupsi
Mendagri Tito Hadir Lima Hari di NTT, Pastikan Kebutuhan Korban Gempa Terpenuhi

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:32 WIB

Karhutla Jadi Fokus, Mendagri Tito Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan di Kalteng

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:26 WIB

Penanganan Karhutla Kalbar Jadi Perhatian, Mendagri Tito Dampingi Presiden Prabowo

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:16 WIB

Percepat Eliminasi TB, Wamendagri Wiyagus Libatkan Mahasiswa Untad

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:03 WIB

Kasatgas Tito Pastikan Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera Berjalan Sesuai Target

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Bima Arya: Pembangunan Tak Hanya Soal Ekonomi, Alam dan Masyarakat Harus Dijaga

Berita Terbaru

Yogyakarta

Danrem Pamungkas Dorong PKK Perkuat Ketahanan Keluarga DIY Kini

Senin, 24 Agu 2026 - 13:36 WIB

Konferensi Pers Jogja Book Fair, Senin (24/8/2026) (foto : Julius)

Yogyakarta

Jogja Book Fair 2026 Bongkar Memori Keistimewaan Lewat Arsip

Senin, 24 Agu 2026 - 13:30 WIB

Yogyakarta

UWM Bekali Warga Binaan Lapas Wirogunan dengan Literasi Hukum

Senin, 24 Agu 2026 - 13:00 WIB

Yogyakarta

Kota Menjadi Cermin Ingatan Manusia dalam Puisi Ubai Dillah

Senin, 24 Agu 2026 - 10:19 WIB