Mendagri: Pemda Harus Jaga Stabilitas Harga, Transportasi, dan Ketersediaan Pangan Jelang Nataru

Kamis, 11 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta potensi bencana akibat cuaca ekstrem. Pemda juga diminta mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode tersebut dengan memperkuat koordinasi di semua lini bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para pemangku kepentingan.

“Baik lalu lintas udara, darat, laut, dijamin, yakinkan betul cek bahwa aman,” ujar Mendagri dalam Rapat Bersama Kepala Daerah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terkait Sosialisasi Larangan ke Luar Negeri, Kesiapan Menghadapi Nataru, dan Kesiapan Menghadapi Bencana, yang digelar secara daring dari Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Mendagri juga mengingatkan agar penyedia jasa transportasi tidak memanfaatkan tingginya permintaan selama Nataru dengan menaikkan harga tiket melebihi ketentuan. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan mekanisme diskon melalui koordinasi lintas sektor.

“[Jangan pakai] harga acuan pemerintah tertinggi, itu namanya mau ngambil keuntungan tapi memberatkan rakyat, dan itu akan mengakibatkan terjadinya kenaikan harga [pada komoditas lainnya],” tegasnya.

Selain sektor transportasi, Mendagri meminta Pemda menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Kebutuhan masyarakat diperkirakan meningkat, sehingga Pemda diminta berkoordinasi secara aktif dengan Perum Bulog, Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan pelaku usaha daerah untuk memastikan stok tetap aman.

Selanjutnya, Mendagri juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Prediksi curah hujan tinggi, termasuk potensi banjir rob di beberapa wilayah, harus diantisipasi sejak awal dengan memastikan sumber daya, personel, dan sistem peringatan dini berfungsi optimal.

Karena itu, Mendagri meminta para kepala daerah tetap berada di wilayah masing-masing dan siap mengambil keputusan bila terjadi kondisi darurat. Ia mewanti-wanti agar perjalanan ke luar negeri ditunda pada periode 15 Desember 2025 hingga 15 Januari 2026, kecuali untuk tugas atas arahan Presiden atau kebutuhan medis yang mendesak. Kehadiran pemimpin daerah dinilai sangat krusial di tengah potensi bencana dan meningkatnya aktivitas masyarakat selama Nataru. (Ls)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Kasatgas Tito Karnavian Tekankan Tugas Kemanusiaan saat Lepas Taruna ke Aceh Tamiang
Mendagri Tinjau Langsung Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang
DPR RI dan Kementerian Ekraf Selaraskan Kebijakan Ekonomi Kreatif 2026
Pompa Air Darmokali Dinilai Efektif, Kemendagri Bima Arya Pelajari Penerapan di Daerah Lain
Mendagri Tito Karnavian Tinjau Pengungsian dan Evaluasi Penanganan Darurat Aceh Utara
Kasatgas Tito Karnavian Pastikan Huntara dan Huntap untuk Korban Bencana Aceh Utara
Wamendagri Akhmad Wiyagus Tekankan Peran Strategis BUMD dalam Mendukung Target Pembangunan Nasional
Wamendagri Wiyagus Soroti Kerentanan Warga Desa Akibat Ketidakjelasan Status Lahan

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 16:47 WIB

Kasatgas Tito Karnavian Tekankan Tugas Kemanusiaan saat Lepas Taruna ke Aceh Tamiang

Jumat, 23 Januari 2026 - 16:42 WIB

Mendagri Tinjau Langsung Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:32 WIB

DPR RI dan Kementerian Ekraf Selaraskan Kebijakan Ekonomi Kreatif 2026

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:58 WIB

Pompa Air Darmokali Dinilai Efektif, Kemendagri Bima Arya Pelajari Penerapan di Daerah Lain

Kamis, 22 Januari 2026 - 16:48 WIB

Mendagri Tito Karnavian Tinjau Pengungsian dan Evaluasi Penanganan Darurat Aceh Utara

Berita Terbaru