JOGJAOKE.COM, Yogyakarta – Diversifikasi wisata budaya tengah dikembangkan di Kalurahan Sambirejo, Prambanan, oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Empat program wisata budaya dihadirkan dengan tujuan agar wisatawan tidak hanya singgah sebentar di Tebing Breksi.
Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) EDSA PBI UMY ini menghadirkan empat program utama. Keempatnya adalah Sambirejo Cultural Lab, Sambirejo Guide Academy, Sambirejo Temple Trail, dan Narasimha Sunset Show.
Ketua PPK Ormawa EDSA PBI UMY, Reva Audya Harianto, mengatakan program ini tidak sekadar menggelar acara.
“Kami tidak ingin sekadar membuat event, tetapi mencoba mengembangkan beberapa alternatif atraksi wisata yang bisa memperkaya pengalaman wisatawan di Sambirejo,” ungkap Reva saat dihubungi pada Kamis (10/9).
Reva mengatakan animo warga dan wisatawan terhadap program ini di luar ekspektasi panitia. Kuota Camping Kalcer dan Sambirejo Temple Trail terisi penuh kurang dari satu jam setelah poster diunggah. Pertunjukan Narasimha Sunset Show bahkan disaksikan ratusan penonton hingga kehabisan tempat duduk.
Dirinya juga menjelaskan mengenai Sambirejo Temple Trail yang merupakan jalur jalan kaki sepanjang 7,3 kilometer melintasi sejumlah candi dan situs bersejarah. Rute ini melewati Candi Banyunibo, Candi Barong, Arca Ganesha, dan Spot Riyadi, dimulai serta berakhir di Tebing Breksi.
Program tersebut digarap bersama Jogja International Heritage Walk agar perjalanan panjang tersebut terasa bermakna bagi peserta.
Selain itu, terdapat pula Narasimha Sunset Show menjadi pertunjukan teatrikal yang digelar di kawasan Tebing Breksi menjelang matahari terbenam. Kisahnya terinspirasi dari Narasimha, awatara Dewa Wisnu berkepala singa, yang arcanya ditemukan di Bukit Ijo pada 1975.
Reva mengungkapkan bahwa pertunjukan ini menggabungkan drama, tari, musik, dan visual storytelling, serta melibatkan warga Sanggar Turonggo Mudo dan Sanggar Unggah-Ungguh Sambirejo.
Seluruh program diversifikasi wisata budaya ini pun dikerjakan melalui kolaborasi dengan beberapa pihak terkait. Reva dan timnya melibatkan Pemerintah Kalurahan Sambirejo, pengelola Tebing Breksi, dan pengelola Watu Payung. Kelompok Informasi Masyarakat, Sanggar Unggah-Ungguh, serta pemuda dan warga setempat juga turut berperan aktif.
“Keterlibatan masyarakat justru menjadi salah satu bagian paling penting dalam program ini,” imbuhnya. Kelompok Informasi Masyarakat bahkan menjadi pelaksana bersama mahasiswa dalam program Sambirejo Temple Trail.
Program ini juga diharapkan agar tidak berhenti setelah PPK Ormawa selesai pada tahun ini.
“Justru ukuran keberhasilannya adalah ketika beberapa program bisa terus berjalan tanpa harus selalu bergantung pada mahasiswa,” ujar Reva.
Sambirejo Temple Trail sendiri telah direncanakan berkembang menjadi paket walking tour komersial yang dikelola Kelompok Informasi Masyarakat. Poster paket wisata tersebut bahkan sudah beredar di salah satu restoran di kawasan Sumberwatu.
Semangat dari program diversifikasi wisata budaya ini dirangkum dalam slogan ‘Gumregah Budayane, Sumunar Wisatane’, yang berarti budaya dan wisata semakin hidup. (gla)
Sumber : Humas Umy






