Liana Ubah Gaya Kepemimpinan, PSIM Yogyakarta Mantapkan Ambisi di Super League Musim Baru

Minggu, 2 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, YOGYAKARTA – Direktur PSIM Jogja, Liana Tasno, mengaku mengalami perubahan dalam gaya kepemimpinannya sejak mengelola klub berjuluk Laskar Mataram menjelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/2027. Jika sebelumnya dikenal lebih keras dalam menghadapi persoalan, kini ia memilih mengedepankan komunikasi dan pendekatan persuasif.

Liana mengatakan perubahan tersebut merupakan hasil dari berbagai pengalaman selama memimpin klub profesional, mulai dari proses negosiasi dengan pemain dan agen hingga menjaga hubungan antarelemen di lingkungan PSIM.

“Dulu saya dikenal keras menghadapi persoalan, sekarang saya memilih komunikasi,” kata Liana.

Menurut dia, pengelolaan klub sepak bola profesional menuntut kemampuan membangun hubungan yang baik dengan berbagai pihak. Karena itu, pendekatan yang mengedepankan dialog dinilai lebih efektif dibandingkan konfrontasi.

“Saya sadar sekarang berbeda. Dulu kalau ada persoalan dengan agen, mungkin saya langsung marah. Sekarang saya lebih memilih berdiskusi dan mencari solusi bersama,” ujarnya.

Liana mencontohkan, dalam proses negosiasi transfer pemain, ia kini lebih mengutamakan komunikasi terbuka untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan semua pihak.

“‘Kamu maunya apa supaya pemain ini bisa pindah?’ Sekarang saya lebih memilih cara seperti itu,” katanya.

Menurut Liana, perubahan pendekatan tersebut tidak berarti mengurangi ambisi PSIM dalam menghadapi kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim 2026/2027. Sebaliknya, ia menilai organisasi yang solid hanya dapat dibangun melalui komunikasi yang sehat, saling menghargai, dan budaya kerja yang positif.

“Perubahan bukan berarti ambisi kami berkurang. Justru organisasi harus semakin kuat agar mampu menghadapi tantangan kompetisi yang semakin berat,” ujarnya.

Liana menambahkan, dirinya terus menanamkan prinsip “good, better, best” kepada seluruh elemen klub sebagai motivasi untuk terus berkembang dan tidak cepat berpuas diri.

“Bagi saya prinsipnya harus good, better, best. Selalu ada ruang untuk menjadi lebih baik,” katanya.

PSIM Jogja saat ini tengah mempersiapkan diri menghadapi Super League 2026/2027. Manajemen berharap budaya kerja yang lebih kolaboratif dapat memperkuat kekompakan tim sekaligus mendukung target klub meraih prestasi pada musim mendatang.(waw)

Berita Terkait

Harda Kiswaya Tekankan Moral Adiwicara, Budaya Jawa Jangan Tergusur Zaman
Kebakaran Dahsyat Transhome Sleman Tewaskan Dua Perempuan, Kerugian Puluhan Miliar
32,1 Persen Pelaku Wellness Serbu Jogja, JCWF Makin Menggigit
ASPPI DIY Gebrak Pariwisata, Desa Wisata dan SDM Jadi Target
Danang Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Pesan Persatuan Menggema di Sleman
HUT ke-270 Jogja Meledak, Event Besar Siap Mengguncang di Bulan Oktober
‎Truck Pedas Bolosego Hadir Alun-Alun Paseban, Netizen Minta Pemkab Bantul Kawal
Kemarau Mencekik, GPM Sleman Kawal Bantuan Air Mushola

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Harda Kiswaya Tekankan Moral Adiwicara, Budaya Jawa Jangan Tergusur Zaman

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Kebakaran Dahsyat Transhome Sleman Tewaskan Dua Perempuan, Kerugian Puluhan Miliar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:00 WIB

32,1 Persen Pelaku Wellness Serbu Jogja, JCWF Makin Menggigit

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:40 WIB

ASPPI DIY Gebrak Pariwisata, Desa Wisata dan SDM Jadi Target

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Danang Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Pesan Persatuan Menggema di Sleman

Berita Terbaru

Yogyakarta

32,1 Persen Pelaku Wellness Serbu Jogja, JCWF Makin Menggigit

Jumat, 2 Okt 2026 - 09:00 WIB

Yogyakarta

ASPPI DIY Gebrak Pariwisata, Desa Wisata dan SDM Jadi Target

Jumat, 2 Okt 2026 - 08:40 WIB