Komisi C DPRD DIY Tinjau Kerusakan Jalan Panggang–Wonosari, Anggaran Jadi Kendala

Rabu, 28 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi C DPRD DIY Koeswanto memberi keterangan usai bersama rombongan meninjau jalan rusak. (Humas DPRD DIY)

Sekretaris Komisi C DPRD DIY Koeswanto memberi keterangan usai bersama rombongan meninjau jalan rusak. (Humas DPRD DIY)

JOGJAOKE.COM, Gunungkidul — Komisi C DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menindaklanjuti aduan warga terkait kerusakan ruas Jalan Panggang–Wonosari dengan melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (27/1/2026). Peninjauan difokuskan pada wilayah Giriwungu yang kerap dikeluhkan masyarakat karena rawan kecelakaan.

Panewu Panggang Sustiwiningsih menyampaikan, kondisi jalan yang sempit dan berlubang, ditambah minimnya penerangan, menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan lalu lintas, terutama pada malam hari. Selain itu, persoalan genangan air akibat drainase dan talut yang belum tertangani juga memperparah kerusakan jalan.

“Kondisi jalan ini sering memicu kecelakaan. Pada malam hari risikonya lebih tinggi karena penerangan sangat minim, sementara genangan air masih sering terjadi,” ujar Sustiwiningsih.

Sekretaris Komisi C DPRD DIY Koeswanto mengatakan, aduan dari Kapanewon Panggang telah diterima secara resmi dan langsung ditindaklanjuti dengan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY, khususnya Bidang Bina Marga. Menurut dia, persoalan jalan di kawasan tersebut membutuhkan penanganan lintas sektor.

“Masalah ini tidak hanya soal kerusakan jalan, tetapi juga genangan air dan potensi pergerakan tanah. Karena itu, diperlukan kajian lanjutan dan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Perhubungan,” kata Koeswanto.

Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga DPUP-ESDM DIY One Sigit Hermanto menjelaskan, tingkat kemantapan ruas Jalan Panggang–Wonosari saat ini baru mencapai 65 persen dalam kondisi baik, sementara 35 persen lainnya mengalami kerusakan. Ia mengakui ruas tersebut sudah cukup lama belum mendapatkan penanganan besar.

“Untuk sementara, kami memprioritaskan pemeliharaan pada titik-titik dengan tingkat kerusakan paling parah,” ujarnya.

Anggota Komisi C DPRD DIY Timbul Suryanto menambahkan, keterbatasan anggaran pada tahun 2026 membuat peningkatan jalan secara menyeluruh belum dapat dilakukan. Meski demikian, Komisi C mendorong agar pemeliharaan segera direalisasikan dan peningkatan jalan dapat dianggarkan pada tahun-tahun berikutnya.

“Dengan kondisi anggaran saat ini, peningkatan total belum memungkinkan. Namun pemeliharaan tetap kami dorong agar segera dilaksanakan,” katanya.

Hal senada disampaikan anggota Komisi C lainnya, Aslam Ridlo. Ia menegaskan, anggaran pemeliharaan jalan dalam APBD DIY 2026 sekitar Rp30 miliar sehingga pemerintah daerah harus menetapkan skala prioritas secara ketat. Selain jalan, Komisi C juga bertanggung jawab terhadap infrastruktur sumber daya air yang menjadi kewenangan provinsi.

Sementara itu, anggota Komisi C Lilik Syaiful Ahmad menilai Panggang memiliki posisi strategis sebagai bagian dari kawasan Pantai Selatan DIY. Ia mendorong Pemerintah Kapanewon Panggang menyusun masterplan wilayah dengan memanfaatkan Dana Keistimewaan serta membuka peluang investasi.

Menutup kunjungan tersebut, Sustiwiningsih menyampaikan apresiasi atas perhatian DPRD DIY. Ia mengungkapkan bahwa pemeliharaan jalan dijadwalkan mulai dilaksanakan pada awal pekan depan.

“Kami berharap koordinasi yang berkelanjutan dapat mempercepat penanganan persoalan infrastruktur demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat Panggang,” ujarnya. (ihd)

Berita Terkait

Kebijakan dan Kenaikan Danais, DPRD Kota Yogya Pacu Target Zero Stunting
Dana Desa DIY Anjlok 74 Persen, Pemda Kucurkan BKK Rp132,5 Miliar untuk Kalurahan
DPRD DIY Protes Pemotongan Dana Desa 58,03 Persen, Infrastruktur dan Program Stunting Terancam
Penyiaran Digital di DIY, Eko Suwanto Soroti Elektronifikasi yang ‘Stagnan’
Reses Awal Ramadhan, DPRD Kota Yogyakarta Sinkronkan Aspirasi Warga dengan Musrenbang
Eko Suwanto Mengenang Dominikus Adi Sutarwijono, Pejuang Sederhana
DPRD Jogja Kolaborasi dengan Media dan Wirausaha, Dorong UMKM Naik Kelas
Eko Suwanto Apresiasi Puskesmas dan Kader, Angka Stunting Jogja Turun 8,6 Persen

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 03:12 WIB

Kebijakan dan Kenaikan Danais, DPRD Kota Yogya Pacu Target Zero Stunting

Jumat, 27 Februari 2026 - 02:56 WIB

Dana Desa DIY Anjlok 74 Persen, Pemda Kucurkan BKK Rp132,5 Miliar untuk Kalurahan

Rabu, 25 Februari 2026 - 17:45 WIB

DPRD DIY Protes Pemotongan Dana Desa 58,03 Persen, Infrastruktur dan Program Stunting Terancam

Jumat, 20 Februari 2026 - 23:42 WIB

Penyiaran Digital di DIY, Eko Suwanto Soroti Elektronifikasi yang ‘Stagnan’

Rabu, 18 Februari 2026 - 18:14 WIB

Reses Awal Ramadhan, DPRD Kota Yogyakarta Sinkronkan Aspirasi Warga dengan Musrenbang

Berita Terbaru

Jogja

Penumpang KAI Daop 6 Tembus 51 Ribu, Tiket Masih Tersedia

Senin, 30 Mar 2026 - 11:49 WIB

Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr Arni Surwanti dan Retno Widowati, bersama akademisi Fakultas Pengurusan Teknologi dan Teknousahawan Universiti Teknikal Melaka Malaysia (UTeM), Dr Mohd Shamsuri bin Md Saad, melaksanakan program pengabdian masyarakat internasional di Melaka. (Dok UMY)

Pendidikan

UMY Dampingi UMKM Melaka Susun Strategi Bisnis untuk Naik Kelas

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:14 WIB