JOGJAOKE.COM, JOGJA – Komite Independen Sadar Pemilu (KISP) menggelar Akademi Politik dan Kebijakan bertajuk “Pembelajaran Mendalam untuk Literasi Demokrasi dan Partisipasi Kewargaan Orang Muda” sebagai ruang belajar sekaligus penguatan kapasitas generasi muda dalam memahami demokrasi dan proses perumusan kebijakan publik.
Dalam kegiatan tersebut,Anggota Komite III DPD RI, Ahmad Syauqi menegaskan bahwa literasi demokrasi menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda di tengah berbagai tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, anak muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perjalanan demokrasi Indonesia.
“Generasi muda harus hadir sebagai pelaku perubahan. Mereka perlu memahami bagaimana demokrasi bekerja dan bagaimana kebijakan publik dirumuskan agar mampu berkontribusi secara nyata,” ujar Ahmad Syauqi.
Ia menambahkan, demokrasi yang sehat membutuhkan warga negara yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab.
“Demokrasi tidak hanya soal memilih saat pemilu. Demokrasi juga tentang keterlibatan warga dalam mengawal kebijakan, menyampaikan aspirasi, serta ikut mencari solusi atas persoalan masyarakat,” katanya.
Menurut Ahmad Syauqi, pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan demokrasi yang berkualitas.
“Warga negara yang baik adalah mereka yang memahami haknya, menjalankan kewajibannya, berpikir reflektif, dan mampu mengambil peran dalam ruang publik,” ungkapnya.
Melalui Akademi Politik dan Kebijakan ini, KISP berharap lahir semakin banyak generasi muda yang memiliki kesadaran kewargaan, peduli terhadap isu-isu publik, serta berani terlibat dalam proses perubahan sosial.
“Kami ingin anak-anak muda tidak apatis terhadap persoalan bangsa. Mereka harus menjadi bagian dari solusi dan turut menentukan arah masa depan Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.(WAW)






