Kepemimpinan Digital Adaptif Jadi Penentu Bertahan Era Disrupsi

Jumat, 20 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Dosen Program Studi Kewirausahaan Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram Yogyakarta, Cahya Purnama Asri

Dosen Program Studi Kewirausahaan Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram Yogyakarta, Cahya Purnama Asri

JOGJAOKE.COM, Sleman – Transformasi digital dinilai tak cukup mengandalkan teknologi mutakhir semata. Namun, organisasi harus membangun kepemimpinan adaptif agar mampu bertahan berkelanjutan.

Dosen Program Studi Kewirausahaan Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram Yogyakarta, Cahya Purnama Asri, menegaskan kegagalan sering dipicu lemahnya kepemimpinan.

“Banyak organisasi runtuh bukan karena teknologinya tertinggal, melainkan karena pemimpinnya gagal membaca perubahan,” ujar Cahya dalam keterangannya, Jum’at (20/2/2026).

Menurut dia, percepatan Revolusi Industri 4.0 menuju 5.0 memaksa organisasi mengadopsi kecerdasan buatan, komputasi awan, serta otomatisasi.

‎Namun demikian, investasi besar tidak otomatis menjamin keberhasilan. “Tanpa pola pikir digital, teknologi hanya menjadi pajangan mahal,” katanya.

Cahya merujuk pemikiran Paul Leonardi dan Tsedal Neeley dalam The Digital Mindset tentang pentingnya cara berpikir baru.

Dalam konteks itu, ia menilai model hierarkis berbasis kontrol semakin usang. Sebaliknya, pemimpin perlu memfasilitasi kolaborasi horizontal transparan.

Ia mencontohkan kegagalan Kodak yang terlambat bertransformasi, sementara Netflix sukses beralih dari DVD menuju streaming.

Selain visi strategis dan orientasi digital, kelincahan organisasi menentukan daya tahan. “Prinsip fail fast, learn faster harus diterapkan konsisten,” ujarnya.

Akhirnya, ia menekankan etika dan kepercayaan publik sebagai fondasi utama. “Kepercayaan adalah mata uang digital paling berharga,” tegasnya. (waw)

Berita Terkait

Obar Abir Perkuat Patroli Malam, Romo Acun Ajak Warga Jaga Kondusivitas
Dinkes Yogyakarta Luruskan Mitos Karbohidrat Saat Sahur
Formasi Baru Dominasi Perempuan, Havinhell Tegaskan Identitas Rock Enerjik Lewat “POWERPUNK”
Hujan Tak Surutkan Warga Serbu Masjid Gedhe Kauman Berbuka Puasa
Perempuan Lansia Ditemukan Tewas, Warga Bantul Gempar
Baznas Yogyakarta Perkuat Ramadan Dhuafa, Gerakkan Solidaritas Ekonomi Umat Kota
Menhub Dudy Matangkan Kesiapan Mudik Lebaran 2026 di Yogyakarta
Dari Ramadhan Rally ke ROTR, Ajang Tahunan Pereli Jogja Kembali Digelar

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 14:40 WIB

Obar Abir Perkuat Patroli Malam, Romo Acun Ajak Warga Jaga Kondusivitas

Jumat, 20 Februari 2026 - 13:44 WIB

Kepemimpinan Digital Adaptif Jadi Penentu Bertahan Era Disrupsi

Jumat, 20 Februari 2026 - 11:58 WIB

Dinkes Yogyakarta Luruskan Mitos Karbohidrat Saat Sahur

Jumat, 20 Februari 2026 - 11:21 WIB

Formasi Baru Dominasi Perempuan, Havinhell Tegaskan Identitas Rock Enerjik Lewat “POWERPUNK”

Jumat, 20 Februari 2026 - 09:33 WIB

Hujan Tak Surutkan Warga Serbu Masjid Gedhe Kauman Berbuka Puasa

Berita Terbaru