Kemendagri Perkuat Koordinasi TPID dan Satgas Pangan Hadapi Kenaikan Harga

Rabu, 18 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta — Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir menekankan pentingnya disiplin pengawasan harga bahan pokok sebagai tanggung jawab utama pemerintah demi melindungi daya beli masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadan. Penegasan itu disampaikannya di tengah mulai terlihatnya gejolak harga meski Ramadan belum dimulai.

“Belum juga masuk [Ramadan], harga sudah naik. Nah ini yang merupakan tantangan kita semua,” tegasnya saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal serta Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam Program 3 Juta Rumah di Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Menurut Tomsi, setiap kenaikan harga, sekecil apa pun, harus segera ditindaklanjuti secara serius. Ia menekankan bahwa kenaikan kecil hari ini berpotensi menjadi lonjakan besar jika tidak segera direspons dengan pengawasan yang memadai.

“Begitu ada kenaikan di atas harga eceran tertinggi tadi, segera dalami, kenapa naik,” ujarnya.

Ia juga menyoroti anomali harga di daerah produsen. Menurutnya, kenaikan harga di wilayah penghasil komoditas justru perlu mendapat perhatian khusus agar tidak terjadi penyimpangan dalam rantai pasok.

“Daerah-daerah penghasil cabai itu malah naik. Ini kan harus jelas nih, kenapa daerah penghasil cabai naik, padahal cabainya melimpah,” katanya.

Untuk itu, Tomsi meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Satgas Pangan, serta pihak terkait lainnya untuk meningkatkan pengawasan langsung di lapangan. Ia menegaskan bahwa pengendalian inflasi tidak boleh berhenti di ruang rapat, tetapi harus diwujudkan melalui pemantauan nyata di pasar dan jalur distribusi.

Tomsi juga mengingatkan aparatur agar tidak menilai kenaikan harga dari sudut pandang pribadi, melainkan dari kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Jangan ngukur pakai badan kita … Kalau ngukur pakai badan kita naiknya sedikit, tapi bagi masyarakat [itu] naiknya kerasa,” tandasnya.

Dengan disiplin, kemauan keras, dan pengawasan yang berkelanjutan, Tomsi berharap pemerintah mampu menjaga harga pangan tetap stabil dan terjangkau sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi kesejahteraan rakyat. (nr)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Tomsi Tohir: Energi Organisasi Harus Difokuskan untuk Kepentingan Masyarakat
Nusa Penida Disebut Hidden Paradise, Wamendagri Soroti Momentum Penguatan Infrastruktur
Satgas PRR Pastikan Bantuan Sapi Presiden Tersalurkan Tepat Sasaran ke Masyarakat Pascabencana Aceh
Muhammad Tito Karnavian Serahkan Bantuan Perbaikan Rumah Pascabencana di Aceh Tamiang
Wamendagri Ribka Tegaskan Pentingnya Integrasi SIPD Dukung Pemeriksaan BPK
Kemendagri Diminta Perkuat Peran Strategis dalam Mengawal Ekonomi Sosial Kerakyatan
49 Pejabat Dilantik, Mendagri Perkuat Tim Dukung Tugas Strategis Nasional
ALTI Targetkan Kepengurusan di 38 Provinsi dan Tampil di PON 2028

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:52 WIB

Kemendagri Perkuat Koordinasi TPID dan Satgas Pangan Hadapi Kenaikan Harga

Senin, 16 Februari 2026 - 14:55 WIB

Tomsi Tohir: Energi Organisasi Harus Difokuskan untuk Kepentingan Masyarakat

Senin, 16 Februari 2026 - 12:45 WIB

Nusa Penida Disebut Hidden Paradise, Wamendagri Soroti Momentum Penguatan Infrastruktur

Jumat, 13 Februari 2026 - 15:29 WIB

Satgas PRR Pastikan Bantuan Sapi Presiden Tersalurkan Tepat Sasaran ke Masyarakat Pascabencana Aceh

Jumat, 13 Februari 2026 - 14:33 WIB

Muhammad Tito Karnavian Serahkan Bantuan Perbaikan Rumah Pascabencana di Aceh Tamiang

Berita Terbaru