Kali Harun Menyempit, Tri Adhianto Turun Langsung Pastikan Penanganan Dikebut

Sabtu, 24 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Kota Bekasi — Penyempitan Kali Harun di Kecamatan Pondok Melati menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota Bekasi dalam upaya memperkuat sistem pengendalian banjir. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto turun langsung meninjau kondisi sungai tersebut bersama tim Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA).

Dari hasil peninjauan, lebar Kali Harun yang sebelumnya sekitar tiga meter kini pada sejumlah titik menyempit menjadi sekitar satu hingga dua meter. Kondisi tersebut berpotensi menghambat kapasitas aliran air, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Tri mengatakan, Pemkot Bekasi menargetkan penanganan sekitar 380 meter Kali Harun dapat dilakukan hingga akhir tahun ini, dari total rencana penanganan sepanjang kurang lebih 440 meter.

“Lebar sungai yang sebelumnya sekitar tiga meter kini menyempit menjadi satu hingga dua meter. Kita targetkan penanganan sekitar 380 meter pada akhir tahun ini dari rencana sepanjang kurang lebih 440 meter,” kata Tri.

Namun, penanganan di lapangan masih menghadapi persoalan lahan. Terdapat empat rumah yang memiliki sertifikat di area yang dibutuhkan untuk penanganan sungai.

Pemkot Bekasi tengah berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menelusuri status kepemilikan dan mencari penyelesaian agar pekerjaan penanganan sungai dapat berjalan sesuai kebutuhan teknis.

Tri meminta persoalan yang menjadi hambatan segera dipetakan dan dicarikan jalan keluar dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, penanganan sungai harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kapasitas badan sungai, konektivitas saluran hingga kondisi lahan di sepanjang aliran.

Selain pekerjaan fisik, Tri juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai. Sampah yang menumpuk dapat menghambat aliran dan mengurangi kapasitas sungai.

“Kalau sungainya sudah kita tangani, masyarakat juga harus ikut menjaga. Jangan sampai sungai kembali dipenuhi sampah dan alirannya terganggu,” ujarnya.(lsi)

Sumber : Diskominfostandi

Berita Terkait

Atasi Genangan Jatibening, Tri Adhianto Siapkan Long Storage dan Pelebaran Saluran
Sinergi Pelayanan Masyarakat: Wawali Bekasi Sambut Positif Program Dokter Keliling Gratis di Jatiasih
Jalan Anugerah Ditinjau Tri Adhianto, Pemkot Bekasi Kejar Penyelesaian Tahun Ini
Tri Adhianto Siapkan Penataan Jalan M. Tabrani Jadi Dua Arah, Drainase Dibangun Bersamaan
Satu Lagi RTH Baru di Jatiasih: Wali Kota Bekasi Minta Warga Mandosi Permai Gotong Royong Rawat Taman Bhineka
Respon Keluhan Warga: Wali Kota Bekasi Turun Lapangan Sisir 9 Titik Infrastruktur Vital
Bawa Misi Kabupaten Bekasi di Tingkat Provinsi, Siswa MA Al-Khairiyah Tambun Selatan Cetak Prestasi Emas Aksioma 2026
Ikut Pawai Hari Santri, Tri Adhianto: Santri Harus Tumbuh dalam Lingkungan yang Aman dan Nyaman

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Atasi Genangan Jatibening, Tri Adhianto Siapkan Long Storage dan Pelebaran Saluran

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Kali Harun Menyempit, Tri Adhianto Turun Langsung Pastikan Penanganan Dikebut

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Sinergi Pelayanan Masyarakat: Wawali Bekasi Sambut Positif Program Dokter Keliling Gratis di Jatiasih

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Tri Adhianto Siapkan Penataan Jalan M. Tabrani Jadi Dua Arah, Drainase Dibangun Bersamaan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Satu Lagi RTH Baru di Jatiasih: Wali Kota Bekasi Minta Warga Mandosi Permai Gotong Royong Rawat Taman Bhineka

Berita Terbaru