‎JLFR Buka Suara Siap Evaluasi Demi Ruang Jalan Lebih Adil

Jumat, 3 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎Jogja – Jogja Last Friday Ride (JLFR) akhirnya menyampaikan pernyataan sikap menyusul polemik yang berkembang terkait aktivitas bersepeda mereka.
‎
Komunitas tersebut menegaskan sejak awal JLFR tidak pernah dibentuk untuk menguasai jalan atau menghalangi masyarakat beraktivitas, melainkan menjadi ruang bersama dalam merayakan budaya bersepeda sekaligus mengingatkan bahwa jalan merupakan ruang publik yang harus dapat dinikmati seluruh pengguna secara adil dan aman.
‎
Melalui keterangan tertulis, JLFR menegaskan siap menerima masukan apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan.
‎
“Kami menyadari setiap kegiatan di ruang publik harus diselenggarakan secara tertib, menghormati aturan, serta meminimalkan dampak terhadap masyarakat. Apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya, kami terbuka terhadap evaluasi dan perbaikan,” ujar perwakilan JLFR, Kamis (2/7/2026).
‎
JLFR juga berharap penyikapan terhadap komunitas dilakukan secara proporsional dengan mengedepankan pendekatan humanis dan dialog.
‎
Menurut mereka, keselamatan, ketertiban, serta penghormatan terhadap hukum merupakan tujuan bersama.
‎
“Keselamatan, ketertiban, dan penghormatan terhadap hukum adalah tujuan bersama, bukan alasan untuk menghilangkan ruang ekspresi warga negara yang dilakukan secara damai,” tegasnya.
‎
Dalam pernyataannya, JLFR menilai kota yang baik bukan hanya memberi ruang bagi kendaraan bermotor, tetapi juga menghadirkan ruang yang layak bagi manusia.
‎
‎Komunitas itu tidak ingin aktivitas seperti bersepeda, berjalan kaki, maupun berkumpul dalam kegiatan komunitas dipandang sebagai gangguan yang harus disingkirkan.
‎
“Jalan adalah ruang publik yang seharusnya dapat dinikmati oleh semua pengguna jalan secara adil, aman, dan saling menghormati,” tulis JLFR.
‎
JLFR menekankan budaya berlalu lintas tidak dapat dibangun dengan saling menyalahkan.
‎
Sebaliknya, budaya tersebut harus lahir dari sikap saling memahami, saling menghormati, dan bekerja sama menciptakan ruang publik yang aman, inklusif, serta berkeadilan bagi seluruh masyarakat.
‎
Mengakhiri pernyataannya, JLFR mengajak seluruh pihak menjadikan polemik ini sebagai momentum memperbaiki tata kelola ruang jalan di Yogyakarta.
‎
“Peristiwa ini hendaknya menjadi momentum bagi semua pihak, komunitas, pemerintah, aparat, dan masyarakat untuk kembali berdialog mengenai bagaimana ruang jalan dikelola secara lebih adil,” tutup JLFR.(WAW)

Berita Terkait

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.
Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”
Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi
Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan
Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo
Wujud Kepedulian, Joglo Resto Njeron Beteng Bantu Mahasiswa NTT Tetap Kuliah di Yogyakarta
14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan
Kolam Koi Picu Gejolak, Warga Sampangan Desak Ditutup Total

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi

Senin, 28 September 2026 - 15:57 WIB

Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan

Senin, 28 September 2026 - 15:39 WIB

Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo

Berita Terbaru