JIKF 2026 Tutup dengan Spektakuler, Peserta Internasional Warnai Langit Parangkusumo

Minggu, 12 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta – Langit Pantai Parangkusumo, Bantul, dipenuhi warna-warni layang-layang dari berbagai penjuru dunia saat rangkaian Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 resmi ditutup pada Minggu (13/7). Festival yang telah memasuki penyelenggaraan ke-11 ini kembali menghadirkan tontonan spektakuler dengan memadukan seni, budaya, dan hiburan dalam satu perhelatan berskala internasional.

Selama dua hari penyelenggaraan, ribuan wisatawan memadati kawasan Pantai Parangkusumo untuk menyaksikan atraksi layang-layang dari delegasi 17 negara, komunitas layang-layang nasional, hingga penampilan budaya yang menjadi daya tarik utama festival.

JIKF 2026 diselenggarakan oleh Komunitas Angkasa Satu di bawah kepemimpinan RDA Yuristianto dengan dukungan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melalui Event by Indonesia, Dinas Pariwisata DIY, Pemerintah Kabupaten Bantul, serta sejumlah mitra dan sponsor.

Kehadiran peserta internasional menjadikan JIKF bukan sekadar festival layang-layang, tetapi juga panggung budaya dunia yang mempertemukan berbagai tradisi melalui karya seni yang menghiasi langit Yogyakarta.

Momen penutupan berlangsung semakin semarak saat panitia mengumumkan para pemenang kompetisi. Penghargaan paling bergengsi, Piala Raja JIKF 2026, berhasil diraih Rendy dari Tim Yudhistira, Sleman melalui karya layang-layang Train Naga yang memadukan ornamen Candi Prambanan dan motif batik khas Yogyakarta.

“Ini merupakan kali kelima saya mengikuti Jogja International Kite Festival, dan akhirnya tahun ini bisa meraih Piala Raja. Tentu rasanya sangat bangga dan bersyukur karena persiapan yang kami lakukan selama kurang lebih dua bulan bersama Tim Yudhistira akhirnya membuahkan hasil,” ujar Rendy usai menerima penghargaan.

Selain Piala Raja, panitia juga mengumumkan para juara di berbagai kategori. Pelayang Cilacap keluar sebagai juara kategori Tradisional, Komam Kite menjadi terbaik di kategori 2 Dimensi, Fakta Club meraih juara kategori 3 Dimensi, Cakra Jawa Tengah memenangkan kategori Train, sementara Tatto Kite menjadi yang terbaik di kategori Rokkaku.

Nuansa internasional semakin terasa ketika seluruh delegasi dari 17 negara tampil mengenakan busana tradisional khas negaranya masing-masing dalam prosesi penyerahan cenderamata. Parade tersebut menjadi salah satu momen yang paling menyita perhatian pengunjung karena menampilkan keberagaman budaya dari berbagai belahan dunia.

Panitia juga memberikan penghargaan khusus kepada sejumlah peserta internasional. Vietnam dinobatkan sebagai Best Performance, Jerman meraih Best Kite, Haiti memperoleh Best Performance Most Expressive, sementara China mendapatkan penghargaan Best Performance – Traditional Kite.

Ketua Panitia JIKF 2026, Anang Sarijiyanto, mengaku bersyukur atas antusiasme peserta maupun pengunjung selama festival berlangsung.

“Secara keseluruhan penyelenggaraan JIKF 2026 berakhir dengan sangat memuaskan. Baik peserta internasional maupun nasional merasa senang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Harapan kami, JIKF dapat terus berkembang dengan kualitas yang semakin baik serta mendapat dukungan yang lebih besar agar mampu menjadi festival layang-layang bertaraf dunia,” katanya.

Tak hanya menghadirkan kompetisi layang-layang, JIKF 2026 juga menyuguhkan beragam hiburan yang dinikmati masyarakat, mulai dari Ollanesia (Olimpiade Layang-Layang Pelajar Indonesia), Night Flying Kite Show, pertunjukan seni budaya, pameran UMKM, hingga riset pariwisata.

Melalui perpaduan atraksi udara, kekayaan budaya, dan semangat kolaborasi lintas negara, Jogja International Kite Festival 2026 kembali membuktikan diri sebagai salah satu festival budaya paling ikonik di Indonesia yang mampu menghadirkan hiburan sekaligus memperkuat citra Yogyakarta sebagai destinasi wisata kelas dunia. (aga)

Berita Terkait

‎Milad Kedua Prime UMY Gebrak Aksi Sosial, Donor Darah Gratis
Listyo Sigit ke KSP, Guru Besar UMY Tekankan Mekanisme Kelembagaan Jaga Independensi Polri
Pakar Ekonomi UMY Soroti Risiko Fiskal Pengelolaan Utang Whoosh oleh Kemenkeu
Pakar UMY Ungkap Celah Tata Kelola di Balik Kasus Korupsi Pertanahan
Sigit Akhiri Masa Kepemimpinan Polri Setelah Lintasi Dua Era Presiden
Harda Kiswaya Tekankan Moral Adiwicara, Budaya Jawa Jangan Tergusur Zaman
Kebakaran Dahsyat Transhome Sleman Tewaskan Dua Perempuan, Kerugian Puluhan Miliar
32,1 Persen Pelaku Wellness Serbu Jogja, JCWF Makin Menggigit

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:08 WIB

‎Milad Kedua Prime UMY Gebrak Aksi Sosial, Donor Darah Gratis

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Listyo Sigit ke KSP, Guru Besar UMY Tekankan Mekanisme Kelembagaan Jaga Independensi Polri

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Pakar Ekonomi UMY Soroti Risiko Fiskal Pengelolaan Utang Whoosh oleh Kemenkeu

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Pakar UMY Ungkap Celah Tata Kelola di Balik Kasus Korupsi Pertanahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Sigit Akhiri Masa Kepemimpinan Polri Setelah Lintasi Dua Era Presiden

Berita Terbaru