‎JIKF 2026 Gebrak Jogja Libatkan 17 Negara dan Ratusan Relawan

Kamis, 2 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎JOGJA – Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 kembali menghadirkan berbagai inovasi dalam penyelenggaraannya.

Memasuki tahun ke-11, festival layang-layang internasional ini melibatkan ratusan volunteer, delegasi dari 17 negara, serta menghadirkan beragam program edukatif yang memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi budaya dunia.
‎
Konsep tersebut diperkenalkan dalam konferensi pers di Soeltan Cafe, Yogyakarta, Rabu (1/7/2026).
‎
Ketua Panitia JIKF 2026, Anang Sarjiyanto, mengatakan tema “Melayang Bersama Keluarga Membentuk Generasi Emas yang Berkualitas” dipilih agar festival tidak sekadar menjadi tontonan.
‎
“Kami ingin JIKF tidak hanya menjadi ruang pertunjukan, tetapi juga menjadi media pembelajaran, kreativitas, dan pengalaman budaya yang dapat membentuk generasi muda yang berkualitas,” ujarnya.
‎
Ia menambahkan, “Layang-layang kini tidak hanya menjadi permainan tradisional, tetapi juga berkembang sebagai media edukasi, teknologi, dan kreativitas.”
‎
Anang mengungkapkan antusiasme masyarakat sangat tinggi. Dari lebih 1.000 pendaftar volunteer, panitia menetapkan 92 relawan terpilih, sementara sekitar 400 orang akan terlibat langsung dalam seluruh rangkaian festival.
‎
Menurutnya, JIKF 2026 juga menghadirkan Seminar dan Workshop Kite Aerial Photography pada 7–9 Juli 2026 sebagai inovasi baru.
‎
“Kami ingin masyarakat mengenal pemanfaatan layang-layang dari sisi teknologi sekaligus membuka ruang kreativitas bagi generasi muda,” katanya.
‎
Tak hanya itu, JIKF 2026 juga meluncurkan Olimpiade Layang-Layang Pelajar Indonesia (OLLANESIA) yang telah masuk dalam pusat prestasi nasional.
‎
Kompetisi tersebut mencakup kategori mewarnai, melukis hingga merakit layang-layang bagi pelajar dari tingkat TK hingga SMP.
‎
Selain kompetisi, panitia juga menyiapkan pelatihan berbasis proyek bagi pelajar SMA agar memiliki keterampilan tambahan yang bermanfaat di masa depan.
‎
Ketua Umum Komunitas Angkasa Satu, RDA Yuristianto, menegaskan selama 11 tahun JIKF terus berkembang melalui inovasi dan evaluasi.
‎
“Kami selalu berupaya mengembangkan festival ini agar tidak hanya dikenal sebagai pertunjukan budaya, tetapi juga menjadi ruang edukasi, kolaborasi, dan internasionalisasi budaya Indonesia,” ujarnya.
‎
Ia menambahkan, “Kami ingin Yogyakarta semakin dikenal melalui pengalaman yang lebih dekat dengan masyarakat dan budaya lokal sehingga festival ini menjadi pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta.”
‎
Dukungan juga datang dari Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata DIY, Antarikso Trisno Wibowo.
‎
Menurutnya, kehadiran delegasi dari 17 negara menjadi peluang besar untuk memperkuat promosi pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
‎
“Kehadiran 17 negara menjadi peluang besar untuk memperkuat pertukaran budaya sekaligus memperluas dampak ekonomi kreatif dan pariwisata daerah,” katanya.
‎
Ia optimistis penyelenggaraan di kawasan Parangkusumo mampu meningkatkan kunjungan wisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
‎
Sementara itu, peserta asal Lithuania, Saulė Varškevičiūtė, mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat Yogyakarta dan penyelenggaraan JIKF.
‎
“Saya datang ke Indonesia karena ingin merasakan pengalaman secara langsung dan bertemu dengan para pelayang dari berbagai negara. Penyelenggara sangat ramah, kotanya indah, dan saya sangat menikmati kuliner lokal di Yogyakarta,” ungkapnya.
‎
Ia berpesan, “Teruslah saling menjaga dan terus menerbangkan layang-layang.”
‎
Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, panitia juga menggandeng Bluebird dengan promo potongan harga transportasi hingga 20 persen melalui aplikasi MyBluebird selama pelaksanaan festival pada 11–12 Juli 2026.(ADY)

Berita Terkait

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.
Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”
Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi
Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan
Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo
Wujud Kepedulian, Joglo Resto Njeron Beteng Bantu Mahasiswa NTT Tetap Kuliah di Yogyakarta
14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan
Kolam Koi Picu Gejolak, Warga Sampangan Desak Ditutup Total

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi

Senin, 28 September 2026 - 15:57 WIB

Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan

Senin, 28 September 2026 - 15:39 WIB

Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo

Berita Terbaru

Yogyakarta

‎MBG Prasmanan Disorot, Siswa SD Jadi Pelayan Makanan

Jumat, 9 Okt 2026 - 12:40 WIB