Jamuan Gudeg Lesehan Hangatkan Persahabatan Pemda DI Yogyakarta dan Kyoto

Sabtu, 8 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjamu Ketua Dewan Prefektur Kyoto, Ryuzo Aramaki, dan Wakil Gubernur Kyoto, Hironori Furukawa, dengan santapan khas Yogyakarta, gudeg lesehan. (Jennus)

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjamu Ketua Dewan Prefektur Kyoto, Ryuzo Aramaki, dan Wakil Gubernur Kyoto, Hironori Furukawa, dengan santapan khas Yogyakarta, gudeg lesehan. (Jennus)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Dalam suasana sederhana tapi sarat makna, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjamu Ketua Dewan Prefektur Kyoto, Ryuzo Aramaki, dan Wakil Gubernur Kyoto, Hironori Furukawa, dengan santapan khas Yogyakarta, gudeg, pada Selasa (4/11) malam. Jamuan dilakukan bukan di restoran mewah, melainkan di Warung Gudeg Ibukota, sebuah warung lesehan sederhana di tepi Jalan Solo, Yogyakarta.

Sebelum menikmati jamuan malam, rombongan Pemerintah Prefektur Kyoto lebih dahulu diterima secara resmi oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Bangsal Kepatihan. Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan 40 tahun kerja sama persahabatan antara DIY dan Prefektur Kyoto, Jepang.

Yogyakarta dan Kyoto selama ini dikenal sebagai dua kota budaya yang menempatkan nilai-nilai spiritual, kesederhanaan, dan keseimbangan alam sebagai dasar kehidupan masyarakatnya. Keduanya juga berupaya menjaga tradisi di tengah arus modernisasi yang kian kuat.

Pada pukul 21.30 malam, suasana akrab tercipta di warung lesehan tersebut. GKR Mangkubumi tampak duduk bersila bersama Aramaki, Furukawa, dan rombongan tamu Jepang di atas tikar pandan. Di tengah riuh kendaraan dan lantunan pengamen jalanan, mereka menikmati gudeg hangat lengkap dengan lauk ayam dan telur bacem.

“Ya, simpel saja. Karena saya beberapa kali makan di sini, saya ingin mereka merasakan makanan yang benar-benar lokal. Gudeg ini kan tradisi Jogja,” ujar GKR Mangkubumi.

Wakil Gubernur Kyoto, Hironori Furukawa, menyampaikan apresiasinya atas kehangatan dan konsistensi hubungan persahabatan antara kedua daerah. Ia menilai, budaya Jawa dan Jepang memiliki kesamaan dalam menghormati alam, menjunjung tata krama, dan menanamkan kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap kerja sama ini bisa terus berkembang, termasuk dalam bidang lingkungan dan pendidikan generasi muda,” kata Furukawa.

Sementara itu, pemilik Warung Gudeg Ibukota, Murtijah, tak menyangka warung sederhananya menjadi tempat jamuan bagi pejabat tinggi dari Jepang. “Kalau dari keluarga Keraton memang sering makan di sini. Tapi kalau sampai pejabat Jepang diajak, saya juga kaget,” ujarnya.

Malam itu, menu paling banyak dipesan adalah gudeg lengkap dengan paha ayam dan telur bacem. “Senang sekali bisa dikunjungi Putri Dalem, apalagi mengajak tamu dari Jepang. Rasane mak nyes teng ati,” tutur Murtijah dengan mata berbinar.

Jamuan lesehan yang sederhana itu menjadi simbol eratnya persahabatan lintas budaya antara Yogyakarta dan Kyoto—dua kota yang sama-sama menjunjung nilai tradisi dan kehangatan manusia di tengah kemajuan zaman. (ihd)

Berita Terkait

WFH ASN DIY Berlaku Setiap Jumat, Layanan Publik Dijaga Tetap Optimal
Pemda DIY Kaji Skema WFH ASN, Belum Diberlakukan dalam Waktu Dekat
ASN DIY Diminta Langsung Ngantor dan Tancap Gas Usai Lebaran, WFA Maksimal 25 Persen
Anggaran Terbatas, Pemda DIY Prioritaskan Tambal Jalan Provinsi Jelang Mudik Lebaran
Dana Desa DIY Anjlok 74 Persen, Pemda Kucurkan BKK Rp132,5 Miliar untuk Kalurahan
Harga Sembako di Gunungkidul Naik Bertahap, TPID DIY Pastikan Stok Aman
Pemda DIY Perkuat Sinergi dengan Komisi V DPR RI, Dorong Infrastruktur Berdampak Nyata
Manunggal Raharja Disiapkan Jadi Pusat Integrasi Data Kemiskinan DIY, Target Tuntas 2026

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 21:42 WIB

WFH ASN DIY Berlaku Setiap Jumat, Layanan Publik Dijaga Tetap Optimal

Rabu, 1 April 2026 - 19:22 WIB

Pemda DIY Kaji Skema WFH ASN, Belum Diberlakukan dalam Waktu Dekat

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:20 WIB

ASN DIY Diminta Langsung Ngantor dan Tancap Gas Usai Lebaran, WFA Maksimal 25 Persen

Jumat, 6 Maret 2026 - 17:08 WIB

Anggaran Terbatas, Pemda DIY Prioritaskan Tambal Jalan Provinsi Jelang Mudik Lebaran

Jumat, 27 Februari 2026 - 02:56 WIB

Dana Desa DIY Anjlok 74 Persen, Pemda Kucurkan BKK Rp132,5 Miliar untuk Kalurahan

Berita Terbaru