Herman Deru Dorong Pemuda Muhammadiyah Terbuka terhadap Kritik dan Terus Belajar

Kamis, 3 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM,LUBUKLINGGAU — Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru mengingatkan jajaran Pemuda Muhammadiyah agar tidak menjadi generasi yang anti kritik dan terjebak dalam post power syndrome. Sebaliknya, pemuda harus terus belajar, menempa diri, terbuka terhadap kritik, serta mampu menghadirkan solusi bagi organisasi dan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Herman Deru saat membuka Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) I Pemuda Muhammadiyah di Kota Lubuklinggau, Kamis (3/8/2028).

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Sumsel Brigjen Roni Santama, Wali Kota Lubuklinggau H. Rahmat Hidayat, Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad, serta jajaran Forkopimda Kota Lubuklinggau.

Herman Deru mengatakan, dirinya memang telah berjanji untuk hadir dalam acara penting bagi Pemuda Muhammadiyah tersebut.

Menurutnya, Rapimwil tidak hanya menjadi momentum untuk menguji kepemimpinan, tetapi juga harus mampu menelurkan rekomendasi bagi organisasi sekaligus melahirkan solusi.

“Ketua kepala tidak seberat pemimpin. Pemimpin harus solutif. Orang datang kepada pemimpin pasti membawa masalah,” katanya.

Ia juga mengingatkan para peserta Rapimwil agar menyadari bahwa setiap individu memiliki nilai dan harus mampu memberikan kontribusi, baik secara personal maupun bagi organisasi.

“Sadarkah adik-adik, kalian itu orang yang berharga. Itu dulu. Kita hadir ini karena kita bernilai,” katanya.

Menurut Herman Deru, sebuah organisasi harus memiliki tujuan yang jelas. Ketika seorang pemuda memutuskan masuk ke dalam organisasi, maka salah satu tujuannya adalah belajar dan menempa diri.

“Organisasi harus memiliki tujuan, seperti pintu masuk,” ujarnya.

“Untuk itu, modal dasar untuk belajar, jangan malu-malu,” sambungnya.

Herman Deru kemudian menyinggung budaya gengsi yang menurutnya cukup kuat di Sumatera Selatan. Ia menilai sifat tersebut tidak harus dihilangkan, tetapi harus dikelola agar dapat menjadi kekuatan untuk mendorong kemajuan.

“7 x 7= 49. Setuju dak setuju penampilan, apa harus kita buang itu? Kita harus kelola,” katanya.

Ia menambahkan, sifat dasar masyarakat Sumsel tersebut harus mampu ditempatkan secara tepat sehingga dapat memberikan manfaat bagi kemajuan diri sendiri.

Dalam kesempatan itu, Herman Deru juga menyoroti pentingnya menjaga citra organisasi. Menurutnya, setiap organisasi memiliki AD/ART sebagai pedoman, tetapi orientasi dalam berorganisasi terkadang justru mengabaikan citra organisasi.

“Saya ngomong begini, ini muaranya proposal organisasi, jadi saya hafal. Organisasi itu datang kalau hanya butuh saja,” katanya.

Ia mengatakan, seseorang yang memutuskan untuk berorganisasi pada dasarnya memiliki keinginan untuk menjadi pemimpin. Karena itu, proses pembelajaran dan pengalaman dalam organisasi menjadi hal yang penting.

“Saya ingatkan kepada seluruh Pemuda Muhammadiyah, jangan jadi pemuda Muhammadiyah yang anti kritik, post power syndrome. Ini penyakit. Pemuda Muhammadiyah harus jadi pemuda yang up to date,” tegasnya.

Di sisi lain, Herman Deru juga mengingatkan adanya persoalan dari kalangan tua yang masih aktif berorganisasi tetapi cenderung meremehkan kaum muda.

Menurutnya, sikap tersebut juga merupakan persoalan yang perlu diperbaiki. Ia menilai pengalaman atau jam terbang tetap menjadi bagian penting dalam proses membangun kepemimpinan.

“Ini penyakit juga. Untuk itu, jam terbang itu penting,” katanya. (gla)

Sumber : Adpim Sumsel

Berita Terkait

Gebyar SMANSAGEL Jilid 11 Resmi Dibuka, Wagub Cik Ujang Dorong Pelajar Raih Prestasi
Lima Kecamatan Rawan Karhutla di OKI Bakal Diperkuat Unit BPBD
Bayi Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Tebo, BKSDA Jambi Lakukan Nekropsi
Groundbreaking Jembatan Air Arisan Mendang, Herman Deru Dorong Konektivitas Antarwilayah di Ogan Ilir
Gubernur Herman Deru Terima Audiensi Pengurus IDAI Sumsel di Griya Agung
Pelita Sumsel Diluncurkan, Masyarakat Dapat Layanan Screening dan Operasi Mata Gratis
Transformasi Ekonomi Sumsel, Herman Deru Ajak Pemuda Beralih dari Job Seeker ke Job Creator
Herman Deru dan Febrita Lustia Hadiri Pembukaan Kriyanusa 2026 di JICC

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:22 WIB

Gebyar SMANSAGEL Jilid 11 Resmi Dibuka, Wagub Cik Ujang Dorong Pelajar Raih Prestasi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:36 WIB

Lima Kecamatan Rawan Karhutla di OKI Bakal Diperkuat Unit BPBD

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Bayi Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Tebo, BKSDA Jambi Lakukan Nekropsi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Groundbreaking Jembatan Air Arisan Mendang, Herman Deru Dorong Konektivitas Antarwilayah di Ogan Ilir

Selasa, 29 September 2026 - 09:37 WIB

Gubernur Herman Deru Terima Audiensi Pengurus IDAI Sumsel di Griya Agung

Berita Terbaru

Yogyakarta

Pemkab Sleman Guyur Rp125 Juta untuk Atlet Pelajar Berprestasi

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:16 WIB

Yogyakarta

UWM dan DP3AP2 DIY Bongkar Bahaya Kekerasan Berbasis Gender

Selasa, 20 Okt 2026 - 12:56 WIB