Hadiri Haflatul Quran Al Izzah, Wagub Dimyati Tekankan Peran Orang Tua dalam Pendidikan Agama

Senin, 15 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Serang – Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengingatkan kepada orang tua tentang pentingnya pendidikan agama bagi anak. Menurutnya bekal pendidikan agama kepada anak bisa menjadi bekal dalam hidup.

Hal itu diungkapkan Dimyati usai menghadiri Haflatul Quran Yayasan Al Izzah Serang tahun ajaran 2025-2026 tingkat Raudhatul Atfal (RA), Madrasah Diniyah (MD), SD, SMP, SMA dan Pondok Pesantren. Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 365 siswa itu dilaksanakan di Gedung Serbaguna Yayasan Al Izzah, Kebaharan, Kota Serang, Sabtu (13/6/2026).

“Sukses dan jabatan itu tidak ada artinya kalau anak-anak kita tidak saleh dan mempunyai pengetahuan agama yang cukup. Karena yang bisa menyelamatkan kita semua di akhirat nanti di antaranya ilmu yang bermanfaat serta doa dari anak-anak yang saleh” jelasnya.

Menurutnya, anak-anak adalah investasi orang tua baik di dunia maupun akhirat. Maka dari itu, orang tua untuk membekali mereka dengan pendidikan, baik pendidikan ilmu pengetahuan umum maupun agama.

Untuk itu, melalui pola pendidikan yang dikembangkan di Yayasan Al Izzah ini, Wagub Dimyati berharap akan semakin banyak anak-anak generasi Islami yang kuat dan berkiprah di tengah masyarakat maupun pemerintahan.

“Anak-anak generasi bangsa yang diluluskan Al Izzah mempunyai warna tersendiri dan berbeda dengan lainnya. Karena selain dibekali dengan ilmu pengetahuan umum yang kuat, mereka juga dibekali dengan ilmu agama yang mendalam,” katanya.

Oleh karenanya, Dimyati berharap pola pendidikan yang dikembangkan Yayasan Al Izzah ini bisa menjadi roll model penggabungan dua metode pembelajaran, yakni pembelajaran ilmu pengetahuan umum dan agama.

Di depan ratusan wali murid, Wagub Dimyati juga menjelaskan beberapa jenis golongan manusia yang menurutnya terbagi menjadi empat kelompok besar. Pertama manusia bodoh. Mereka ini golongan yang lebih sering mempersoalkan masalah yang dihadapinya. Terus mengeluh dan tidak pernah bersyukur.

“Ini jangan sampai dicontoh,” katanya.

Kemudian yang kedua adalah jenis manusia biasa. Kelompok ini biasanya lebih sering membicarakan masalah yang dihadapinya, tapi hanya sebatas dibicarakan.

“Lebih baik dari golongan yang pertama,” imbuhnya.

Selanjutnya golongan ketiga yakni manusia bijak dan cerdas. Golongan ini mempunyai pendidikan yang cukup baik, namun minim pengetahuan agamanya. Terakhir adalah kelompok orang-orang yang beriman dan mempunyai pengetahuan yang tinggi.

“Itulah yang diajarkan di yayasan ini,” katanya.

Sumber : Adpim

Berita Terkait

Wagub Dimyati Ajak Masyarakat Perkuat Kolaborasi Jaga Keamanan Banten
Temui Kajati Banten, Andra Soni Paparkan Program Strategis Pemprov Banten
Polda Banten Ungkap 6 Tambang Ilegal, Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi Ikut Dibongkar
Kades Sindangheula Suheli Dipercaya Bacakan Pancasila pada Upacara HUT RI ke-81
Pemprov Banten Optimistis Tanjung Lesung Bangkit dengan Dukungan Akses Tol
Jelang Muktamar ke-35, Gubernur Banten Doakan NU Semakin Maju dan Solid
Andra Soni Lepas 16 Kafilah MTQ KORPRI Banten ke Ajang Nasional di Sulsel
Rayakan Kemerdekaan, Dapur MBG SPPG Lebak Cibadak Bojong Leles Bangun Kekompakan

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:08 WIB

Wagub Dimyati Ajak Masyarakat Perkuat Kolaborasi Jaga Keamanan Banten

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:23 WIB

Temui Kajati Banten, Andra Soni Paparkan Program Strategis Pemprov Banten

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Polda Banten Ungkap 6 Tambang Ilegal, Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi Ikut Dibongkar

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:15 WIB

Kades Sindangheula Suheli Dipercaya Bacakan Pancasila pada Upacara HUT RI ke-81

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:00 WIB

Pemprov Banten Optimistis Tanjung Lesung Bangkit dengan Dukungan Akses Tol

Berita Terbaru