Gubernur Mirza Sulap Perkebunan Kopi Lampung Jadi Lebih Produktif Lewat PHC

Kamis, 9 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung didampingi Wakil Bupati Lampung Barat  mengamati tanaman kopi meninjau Kebun Induk Hanakau, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat

Gubernur Lampung didampingi Wakil Bupati Lampung Barat mengamati tanaman kopi meninjau Kebun Induk Hanakau, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat

JOGJAOKE.COM, Lampung Barat – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal terus mendorong transformasi sektor perkebunan melalui penerapan inovasi teknologi ramah lingkungan guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani kopi.

Salah satu langkah tersebut ditunjukkan saat Gubernur meninjau Kebun Induk Hanakau milik UPTD Balai Benih dan Kebun Induk (BBKI) Dinas Perkebunan Provinsi Lampung di Pekon Hanakau, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, Kamis (9/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin beserta jajaran Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. Rombongan berkeliling melihat langsung kebun kopi yang menjadi pusat percontohan, penelitian, sekaligus pengembangan benih kopi unggul di Provinsi Lampung.

Kebun Induk Hanakau menjadi salah satu sentra pengembangan kopi yang menerapkan berbagai metode budidaya modern dan teknik perawatan tanaman untuk meningkatkan produktivitas maupun kualitas hasil panen.

Di lokasi tersebut dikembangkan dua jenis kopi utama, yakni robusta dan arabika. Untuk kopi robusta, tersedia sejumlah klon unggul nasional seperti BP 939, BP 936, BP 534, dan BP 436 sebagai sumber benih berkualitas. Selain itu, kebun ini juga mengembangkan klon lokal potensial seperti Kopi Bagio, Turun Ujung, Bodong, dan Tugu Sari yang dipersiapkan menjadi varietas unggul bersertifikat. Sementara sekitar 200 batang kopi arabika ditanam sebagai uji adaptasi di kawasan dataran tinggi Sukau.

Dalam dialog bersama para petani, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal memperkenalkan inovasi Pupuk Hayati Cair (PHC) yang kini mulai diterapkan di Kebun Induk Hanakau. PHC merupakan pupuk organik berbasis mikroorganisme lokal yang diproduksi dari bahan-bahan ramah lingkungan, seperti limbah kelapa, limbah kedelai, dan air cucian beras.

Menurut Gubernur, penggunaan PHC mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman secara signifikan, membuat daun lebih hijau, mempercepat pembungaan, memperbesar ukuran buah, serta memperbaiki kesuburan tanah sehingga ketergantungan terhadap pupuk kimia dapat dikurangi.

Sebagai bentuk dukungan kepada petani, Gubernur juga menyerahkan sampel PHC dalam kemasan botol agar dapat langsung diuji coba pada lahan masing-masing.

Penerapan PHC di Kebun Induk Hanakau telah dimulai sejak 2025 pada lahan percontohan seluas dua hektare. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tanaman yang tidak menggunakan PHC.

Salah satu capaian yang paling menonjol adalah percepatan masa produksi tanaman kopi. Bibit yang umumnya baru mulai berbuah dan dipanen setelah tiga tahun, kini mampu menghasilkan buah pada usia 1,5 hingga dua tahun.

“Buah kopi terlihat lebih besar, kualitasnya lebih baik, serta pertumbuhan tanaman lebih optimal,” ujar Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.

Gubernur menegaskan bahwa inovasi pertanian seperti PHC menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat daya saing sektor perkebunan sekaligus meningkatkan pendapatan petani melalui penerapan teknologi yang murah, mudah diterapkan, dan ramah lingkungan.

Sementara itu, Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur terhadap pengembangan komoditas kopi di Lampung Barat.

“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Bapak Gubernur Lampung yang telah hadir langsung di Kebun Induk Hanakau untuk melihat potensi kopi Lampung Barat,” ujarnya.

Menurut Mad Hasnurin, kehadiran Gubernur menjadi motivasi bagi para petani sekaligus menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas kopi melalui inovasi Pupuk Hayati Cair.

“Kami berharap program ini dapat terus dikembangkan sehingga kesejahteraan petani kopi semakin meningkat dan kopi Lampung Barat semakin berdaya saing,” pungkasnya.( lsi)

Sumber : PemprovLampung

Berita Terkait

Jaga Ekosistem Laut, Gubernur Mirza Perkuat Gerakan Bersih Pesisir Lampung
Perkuat Kapasitas SDM Desa, Pemprov Lampung Luncurkan Pelatihan Vokasi Gerakan Cipta Ekonomi Produktif 2026
Kunjungan ke Lampung Timur, Wagub Jihan Tegaskan Komitmen Sukseskan Program Sekolah Rakyat
Pemprov Lampung Apresiasi Kinerja KPRI Saptawa dalam Meningkatkan Kesejahteraan Anggota
Pemprov Lampung Dorong Lahirnya Wartawan Profesional Melalui UKW PWI Angkatan ke-38
Pemprov Lampung Pacu Konektivitas Jalan Pertanian Demi Jaga Ketahanan Pangan Daerah
Bermodal Infrastruktur Lengkap, Lampung Siapkan 22 Ribu Hektare Kawasan Peruntukan Industri
Bidan Didorong Tingkatkan Deteksi Dini Kanker Serviks, Ini Pesan Gubernur Mirza

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:53 WIB

Jaga Ekosistem Laut, Gubernur Mirza Perkuat Gerakan Bersih Pesisir Lampung

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:55 WIB

Perkuat Kapasitas SDM Desa, Pemprov Lampung Luncurkan Pelatihan Vokasi Gerakan Cipta Ekonomi Produktif 2026

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:50 WIB

Gubernur Mirza Sulap Perkebunan Kopi Lampung Jadi Lebih Produktif Lewat PHC

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:34 WIB

Kunjungan ke Lampung Timur, Wagub Jihan Tegaskan Komitmen Sukseskan Program Sekolah Rakyat

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:31 WIB

Pemprov Lampung Apresiasi Kinerja KPRI Saptawa dalam Meningkatkan Kesejahteraan Anggota

Berita Terbaru