Gubernur Lampung Jadikan ICIF 2026 Momentum Percepatan Investasi Hijau

Rabu, 29 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Bandar Lampung – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menilai ekonomi sirkular menjadi salah satu kunci penguatan sektor pertanian dan perkebunan di Lampung sekaligus membuka peluang investasi berkelanjutan dari pasar global. Menurutnya, besarnya potensi hasil pertanian di Lampung harus diikuti dengan pemanfaatan limbah atau waste menjadi produk bernilai tambah melalui inovasi industri.

“Lampung adalah tanah yang subur, lahan pertaniannya banyak sehingga menjadi lumbung pangan nasional. Dari hasil pertanian dan perkebunan itu tentu akan menghasilkan sisa atau waste. Dengan adanya circular economy, itu menjadi salah satu kunci utama Provinsi Lampung ke depan dalam melakukan utilisasi pertanian berbasis sirkular. Selamat kepada ICIF, semoga membawa perubahan besar bagi bangsa dan negara,” ucap Gubernur Rahmat Mirzani Djausal saat menerima kunjungan Indonesia Circular Innovation Forum (ICIF) 2026 di ruang kerjanya, Rabu (29/7/2026).

Dalam pertemuan itu, Gubernur didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Lampung Mulyadi Irsan serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Lampung Samsurijal.

Pertemuan tersebut membahas penjajakan kerja sama agar Provinsi Lampung menjadi strategic province partner pada penyelenggaraan Indonesia Circular Innovation Forum (ICIF) – Netherlands Business Mission 2026 yang akan digelar di Amsterdam, Belanda, pada 3–4 November 2026. Forum internasional itu mengusung tema From Waste to Worth: Building the Future of Sustainable Industry Together dan ditujukan untuk mempertemukan inovasi sirkular Indonesia dengan investor, mitra bisnis, serta penyedia teknologi dari Eropa.

Project Director ICIF 2026 Rizky Diansyah mengatakan Lampung dipandang memiliki potensi besar untuk menjadi etalase pengembangan ekonomi sirkular nasional. Selain memiliki sumber daya pertanian dan biomassa yang melimpah, Lampung juga dinilai memiliki peluang besar dalam pengembangan hilirisasi berbasis limbah pertanian yang sejalan dengan tren investasi hijau dunia.

Menurut Rizky, keikutsertaan Lampung sebagai mitra strategis akan membuka kesempatan memperkenalkan proyek-proyek unggulan daerah kepada calon investor dan pelaku industri dari berbagai negara di Eropa. Amsterdam dipilih karena menjadi salah satu pusat ekonomi sirkular di Eropa sekaligus pintu masuk penting bagi investor, buyer, dan mitra bisnis internasional.

Ia menjelaskan, ICIF 2026 tidak hanya menghadirkan pameran inovasi, tetapi juga dirancang untuk menghasilkan kerja sama konkret melalui business matching, sesi investasi, diskusi, lokakarya, hingga pertemuan bisnis secara langsung antara delegasi Indonesia dengan investor global. Bahkan, seluruh delegasi akan didampingi konsultan hukum investasi agar pembahasan kerja sama dapat berlanjut hingga tahap implementasi.

Dalam forum tersebut, delapan sektor inovasi akan dipromosikan, meliputi biomaterial dan biomassa, kemasan berkelanjutan, pangan dan pertanian sirkular, produk konsumen hasil daur ulang, material bangunan sirkular, teknologi pengolahan limbah, solusi industri berkelanjutan, hingga berbagai inovasi ekonomi sirkular masa depan. Sektor-sektor tersebut dinilai selaras dengan potensi unggulan yang dimiliki Provinsi Lampung.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal juga menekankan bahwa pengembangan ekonomi sirkular harus diarahkan pada pemanfaatan limbah pertanian dan perkebunan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan dukungan investasi, inovasi teknologi, dan kolaborasi internasional, limbah tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mendukung pembangunan industri yang ramah lingkungan.

Pemerintah Provinsi Lampung juga memandang kerja sama internasional semacam ini sejalan dengan upaya mempercepat hilirisasi komoditas daerah, memperkuat daya saing industri, serta memperluas akses pasar ekspor. Selain memperkenalkan potensi Lampung kepada dunia, forum tersebut diharapkan menjadi ruang lahirnya investasi baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui partisipasi dalam ICIF 2026, Pemerintah Provinsi Lampung berharap semakin banyak pelaku usaha, industri, dan inovator daerah yang memperoleh akses terhadap teknologi, pasar, serta kemitraan global. Pada akhirnya, langkah tersebut diharapkan menciptakan nilai tambah bagi hasil pertanian Lampung, membuka lapangan kerja, meningkatkan investasi berkelanjutan, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat Lampung melalui pembangunan ekonomi yang lebih hijau dan berdaya saing. (lsi)

Sumber : Provinsi Lampung

Berita Terkait

Dukung Lampung Financial Festival, Pemprov Lampung Dorong Generasi Muda Melek Keuangan
Lampung Matangkan Arah Kebijakan Fiskal 2026–2027, Prioritaskan Pembangunan Berkelanjutan
APBD 2025 Disahkan, Lampung Fokus Perkuat Akuntabilitas dan Pembangunan Berkelanjutan
Ketua PMI Provinsi Lampung Tegaskan Pengabdian Kemanusiaan Saat Lantik Pengurus PMI Lampung Selatan
Paskibraka Lampung 2026 Siap Digelar, Pemprov Matangkan Tahapan Pemusatan Diklat
HUT ke-27 PP Polri Jadi Momentum Perkuat Sinergi, Gubernur Mirza Dorong Pembangunan Lampung
Pelatihan Bahasa Jerman Jadi Langkah Gubernur Mirza Cetak SDM Unggul Lampung
Pemprov Lampung dan FPPI Perkuat Kolaborasi, Wagub Jihan Fokus pada Pemberdayaan Perempuan

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:29 WIB

Dukung Lampung Financial Festival, Pemprov Lampung Dorong Generasi Muda Melek Keuangan

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:19 WIB

Lampung Matangkan Arah Kebijakan Fiskal 2026–2027, Prioritaskan Pembangunan Berkelanjutan

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:04 WIB

APBD 2025 Disahkan, Lampung Fokus Perkuat Akuntabilitas dan Pembangunan Berkelanjutan

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:38 WIB

Ketua PMI Provinsi Lampung Tegaskan Pengabdian Kemanusiaan Saat Lantik Pengurus PMI Lampung Selatan

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:53 WIB

Paskibraka Lampung 2026 Siap Digelar, Pemprov Matangkan Tahapan Pemusatan Diklat

Berita Terbaru