Gen-Z Diminta Tak Hanya Konsumsi Konten, Tapi Ciptakan Narasi Positif

Kamis, 5 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Pandeglang – Anggota Komisi X DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa, menekankan pentingnya peran Generasi Z (Gen-Z) sebagai agen perubahan dalam ekosistem digital. Dalam sebuah kegiatan Pelatihan Konten Kreator Untuk Gen-Z, di Hotel Horison Antara Pandeglang ini, ia mengajak kaum muda untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen konten yang edukatif dan inspiratif.

” Kita tahu bahwa dunia media sosial saat ini cukup tinggi, apalagi anak-anak muda sebagai pembuat konten.jadi, anak yang di beri pelatihan ini, bisa membuat konten yang berisi, ada valiu nya dan ada nilainya. Sehingga mereka bisa sampaikan itu di media sosial masing-masing atau bahkan mereka dapat menjadi konten kreator profesional, ” ujar Adde Rosi di hadapan ratusan Siswa, Kamis (05/02/2026).

​”Gen-Z adalah pemilik masa depan digital kita. Saya ingin mereka tidak hanya ‘scroll’ dan ‘like’, tapi mulailah menciptakan narasi yang membangun, memotivasi, dan menyebarkan kebaikan,” sambungnya.

Meski begitu, politisi Partai Golkar tersebut tetap mengedepankan persoalan pendidikan bagi anak, karena menurutnya itu merupakan hal yang utama.

” Gen-Z memiliki kreativitas dan penguasaan teknologi yang luar biasa. Namun, kekuatan ini harus dibarengi dengan tanggung jawab moral agar tidak terjebak dalam arus hoaks maupun konten negatif yang memecah belah. Maka tetap nomor satu adalah pendidikan, ” katanya.

​Ia juga menambahkan bahwa lingkungan digital yang sehat akan berdampak langsung pada kesehatan mental masyarakat. Dengan membanjiri media sosial dengan konten positif, maka ruang bagi konten negatif seperti cyberbullying dan judi online akan semakin menyempit.

” Bagi saya ini penting, jangan sampai viralnya saja ada menariknya, yang tidak ada edukasinya, yang tidak ada hiburannya. Apalagi yang menonjolkan sisi kekerasan, sisi negatif, saya tidak mengharapkan itu terjadi, ” pungkasnya.

​Selain itu, Adde Rosi Juga mengapresiasi Pemerintah melalui Komdigi yang sudah membuat PP Tunas, untuk membatasi penggunaan media sosial dan Game Online, untuk anak-anak usia 13 tahun ke bawah.

“Kita tahu banyak kejadian melalui game online,melalui media sosial yang akhirnya berimbas kepada hal-hal yang berbau negatif.Jadi adanya PP Tunas ini dapat meminimalisir hal tersebut,” tegasnya.

​Dengan komitmen kolektif, Adde Rosi optimis bahwa ruang digital Indonesia akan menjadi tempat yang lebih aman dan produktif bagi semua generasi. (Denni)

Berita Terkait

Polda Banten Perkuat Pengamanan Mudik dengan 39 Pos Pengamanan dan 10 Pos Pelayanan
Kapolda Banten Minta Personel Maksimalkan Pengamanan Mudik dan Arus Balik Lebaran
Mitra 10 Hadapi Persaingan Ketat di Sektor Bahan Bangunan
Pemprov Banten Manfaatkan Safari Ramadan untuk Perkuat Komunikasi dan Program Pembangunan
Polda Banten Dirikan Puluhan Pos Pengamanan untuk Antisipasi Arus Mudik dan Balik Lebaran 1447 H
Bagaimana IFEX 2026 Mampu Genjot Ekspor Furnitur Nasional?
Menteri Ekraf Teuku Riefky: Micro Cinema Jadi Solusi Distribusi Film Nasional
Gubernur Banten Buka Ruang Kritik dalam Dialog Bersama HMI Cabang se-Banten

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 17:57 WIB

Polda Banten Perkuat Pengamanan Mudik dengan 39 Pos Pengamanan dan 10 Pos Pelayanan

Jumat, 6 Maret 2026 - 11:22 WIB

Kapolda Banten Minta Personel Maksimalkan Pengamanan Mudik dan Arus Balik Lebaran

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:56 WIB

Mitra 10 Hadapi Persaingan Ketat di Sektor Bahan Bangunan

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:50 WIB

Pemprov Banten Manfaatkan Safari Ramadan untuk Perkuat Komunikasi dan Program Pembangunan

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:36 WIB

Gen-Z Diminta Tak Hanya Konsumsi Konten, Tapi Ciptakan Narasi Positif

Berita Terbaru