Garda Depan NKRI: SMSI Bentuk Pokja Jaga Desa dan Gandeng Kampus untuk Beri Masukan ke Presiden

Jumat, 28 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Langkah strategis dipahat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), sebagai salah satu konstituen Dewan Pers, dengan mengukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa. Program ini menjadi bentuk komitmen dalam merawat desa sebagai manifestasi merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saya setuju desa menjadi garda depan dan etalase negara, tidak menjadi entitas yang dinomorduakan,” ujar Drs. Firdaus, M.Si., Ketua Umum SMSI Pusat.

Kegiatan yang dilaksanakan di tengah hiruk-pikuk dan simpang siur informasi terkait eskalasi demonstrasi yang dikhawatirkan menimbulkan distorsi stabilitas tersebut menjadi sebuah konfirmasi.

“Saya percaya SMSI. Saya mengapresiasi kegiatan ini, karena itu saya datang,” ucap Hasyim S. Djojohadikusumo.

Menurut adik kandung Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto tersebut, pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa sekaligus menginformasikan bahwa Jakarta tetap aman.

“Ini bukan hanya konfirmasi, tetapi testimoni nyata bahwa di sini (Jakarta-red) aman dan kondusif. Selamat SMSI, ini kegiatan positif dan sangat bagus,” ucap Hasyim yang menjadi keynote speaker pada Dialog Nasional usai pengukuhan yang berlangsung di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih.

Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa berlangsung penuh kemeriahan, namun tetap berjalan khidmat. Kegiatan tersebut melibatkan lima provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.

“Lima provinsi ini menjadi pilot project SMSI, namun dalam waktu dekat akan dilakukan konsolidasi secara serentak di seluruh provinsi,” papar Firdaus dalam sambutannya di hadapan Hasyim S. Djojohadikusumo.

Pengusaha yang bergerak di berbagai sektor dan kini menjadi salah satu penasihat ekonomi Presiden itu mengatakan, SMSI ke depan memiliki tugas dan tanggung jawab besar.

“Jangan menjadi pers yang menyesatkan. Sampaikan informasi secara utuh dengan data dan fakta,” cetus tokoh yang malang melintang di dunia bisnis Tanah Air tersebut.

Secara khusus, putra begawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumo itu menyoroti informasi yang lepas dari konteks karena dinilai dapat mendistorsi kebijakan yang sedang menjadi prioritas pemerintah.

Terkait fenomena tersebut, Hasyim mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengagendakan dialog dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, UGM, dan ITB.

Hasil dialog tersebut nantinya akan menjadi masukan, koreksi, dan rekomendasi bagi pemerintah.

“Sebagai penasihat Presiden, masukan-masukan dari kampus akan kami sampaikan dan rekomendasikan kepada Presiden untuk pembenahan,” tambahnya.

Sumbang Pikir untuk Pers Indonesia

Hal lain yang disampaikan Hasyim S. Djojohadikusumo adalah respons terhadap usulan Ketua SMSI, Drs. Firdaus, M.Si., terkait kondisi Gedung Dewan Pers yang dinilai sudah tidak representatif.

Menurut Firdaus, gedung yang menjadi episentrum sekaligus kawah Candradimuka pers Indonesia tersebut perlu ditingkatkan performanya.

“Di tempat ini Dewan Pers bermarkas. Segala kegiatan Dewan Pers digerakkan dari gedung ini, tetapi konstituen belum bisa diakomodasi. Jadi mereka (konstituen) terpisah-pisah sesuai dengan kondisi masing-masing,” urai Firdaus.

Terhadap usulan tersebut, Hasyim merespons sangat positif dan berjanji akan menindaklanjutinya dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

“Sayang saya baru dapat masukan ini sekarang. Kemarin baru saja bertemu dan dialog panjang lebar dengan Menkomdigi, Meutya Hafid,” ujar Hasyim.

Respons tersebut langsung mendapat aplaus dari peserta yang hadir di Hall Dewan Pers.

Kegiatan pengukuhan dihadiri tidak kurang dari seratus peserta beserta undangan. Acara kemudian ditutup dengan Dialog Nasional yang menghadirkan Prof. Dr. Achmad Riyad U.B., Ph.D., Dewan Penasihat SMSI Jawa Timur, serta pakar ekonomi dan perbankan.

Dialog berlangsung menarik dan menghadirkan sejumlah tanggapan kritis. Kegiatan tersebut dipandu secara bernas oleh Prof. Dr. Albertus Wahyu Rudhanto, M.C., guru besar dari PTIK.(*)

Berita Terkait

Angkat Kriya Berkelanjutan, Dekranasda Kota Bekasi Tampil di Kriyanusa 2026
Dari Lampung ke Kriyanusa 2026, Batin Wulan Pacu Kriya Lokal Tembus Pasar Global
Hadapi Perkembangan Teknologi, Teknisi Ponsel Perlu Tingkatkan Kompetensi
MagangHub Batch 3 Angkatan II Dibuka, Kemnaker Ajak Perusahaan Jadi Mitra Penyelenggara
Teknologi Makin Berkembang, Wamenaker Afriansyah Noor Tekankan Kompetensi Teknisi Ponsel
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Putra Bungsu Soekarno Tutup Usia 73 Tahun.
Herman Deru dan Febrita Lustia Hadiri Pembukaan Kriyanusa 2026 di JICC
Dorong Kesejahteraan, RUU KKS Buka Akses Manfaat untuk Masyarakat Daerah

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:51 WIB

Angkat Kriya Berkelanjutan, Dekranasda Kota Bekasi Tampil di Kriyanusa 2026

Senin, 28 September 2026 - 10:54 WIB

Dari Lampung ke Kriyanusa 2026, Batin Wulan Pacu Kriya Lokal Tembus Pasar Global

Minggu, 27 September 2026 - 15:03 WIB

Hadapi Perkembangan Teknologi, Teknisi Ponsel Perlu Tingkatkan Kompetensi

Minggu, 27 September 2026 - 14:45 WIB

MagangHub Batch 3 Angkatan II Dibuka, Kemnaker Ajak Perusahaan Jadi Mitra Penyelenggara

Sabtu, 26 September 2026 - 14:28 WIB

Teknologi Makin Berkembang, Wamenaker Afriansyah Noor Tekankan Kompetensi Teknisi Ponsel

Berita Terbaru