FESyar Regional Sumatera 2026 Diharapkan Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Nasional

Kamis, 28 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, menerima audiensi Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumsel terkait pelaksanaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026 di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Selasa (26/5/2026).

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumsel, Bambang Pramono, mengatakan audiensi tersebut bertujuan melaporkan kesiapan pelaksanaan FESyar Regional Sumatera 2026 yang akan digelar di Palembang pada 5–7 Juni 2026.

FESyar Regional Sumatera 2026 mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital.”

“Melalui FESyar ini kami ingin memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah regional, sekaligus mendorong kolaborasi seluruh stakeholder dalam pengembangan industri halal dan ekonomi syariah di Sumatera,” ujar Bambang.

Ia menjelaskan, pelaksanaan FESyar akan dipusatkan di Palembang Icon Mall dan Palembang Sport Convention Centre dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari wilayah Sumatera maupun nasional.

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat ekosistem halal food dan modest fashion, mendorong transaksi produk halal regional, mengembangkan ekosistem keuangan syariah komersial maupun sosial, serta meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah.

Dalam kesempatan itu, Bambang juga memaparkan tiga program unggulan yang akan diluncurkan dalam FESyar Regional Sumatera 2026.

Program pertama yakni PESAT (Pesantren SejahterA Terakselerasi) yang berfokus pada penguatan kemandirian ekonomi pesantren guna mendukung program makan bergizi gratis dan pengendalian inflasi.

Program kedua adalah UNGGUL (Upaya Nasionalisasi Gerakan Wakaf untuk Komoditas UnggULan) yang diarahkan pada pengembangan komoditas unggulan melalui optimalisasi wakaf.

Sedangkan program ketiga yakni BERKAH (Bina dan PERcepat SertifiKasi Halal untuk Pariwisata) guna mempercepat sertifikasi halal dalam mendukung pengembangan pariwisata halal di Sumsel.

Selain itu, FESyar juga akan menghadirkan exhibition yang diikuti 122 pelaku usaha syariah se-Sumatera. Peserta terdiri atas 74 produk UMKM halal, 24 booth kuliner halal khas Sumatera dan Sumsel, 19 booth wastra dan modest fashion, lima booth craft, hingga booth Wakafekain bertema “The Taste of Sumatera” yang menghadirkan varian kopi khas dari 10 provinsi di Sumatera.

Bambang menambahkan, pada rangkaian opening ceremony nantinya juga akan digelar fashion show wastra nasional dan kompetisi modest fashion se-Sumatera. Selain itu, akan dilakukan kick off replikasi tiga program unggulan Sumsel ke regional Sumatera melalui sejumlah penandatanganan komitmen dan penyerahan program sektor syariah.

Sementara itu, rangkaian tabligh akbar dan closing ceremony akan menghadirkan Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf dan Opick. Kegiatan tersebut juga akan diisi dengan sosialisasi program wakaf untuk pengembangan komoditas kelapa serta pengumuman capaian kegiatan selama pelaksanaan FESyar.

Gubernur Herman Deru mengapresiasi pelaksanaan Festival Ekonomi Syariah Regional Sumatera 2026 yang dipusatkan di Kota Palembang.

“Ini kegiatan yang sangat baik karena bukan hanya bicara ekonomi syariah, tetapi juga menyentuh penguatan UMKM, pesantren, industri halal hingga sektor pariwisata. Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Sumsel,” kata Herman Deru.

Menurutnya, kegiatan tersebut mampu memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Herman Deru juga menyatakan kesediaannya untuk hadir dalam rangkaian opening ceremony, tabligh akbar, hingga closing ceremony FESyar Regional Sumatera 2026.

Di akhir pertemuan, Herman Deru menyampaikan sejumlah masukan dan saran agar BI Provinsi Sumsel terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku UMKM, pondok pesantren, serta berbagai stakeholder terkait agar pengembangan ekonomi syariah di Sumatera Selatan dapat berjalan optimal.

“Terus perkuat sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pihak. Saya ingin ekonomi syariah ini benar-benar tumbuh dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” tandasnya.(lsi)

Sumber : Adpim Sumsel

Berita Terkait

BMKG Ungkap Penyebab Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang, PM2.5 Sempat Capai 1.036
Perkuat Kemandirian Daerah di HUT ke-25 Prabumulih, Herman Deru Minta Tata Kelola APBD Dioptimalkan
Kondisi Udara Membaik: Herman Deru Sebut Penerbangan di Sumsel Tak Lagi Terganggu
Efektif Tingkatkan Jarak Pandang, Teknologi Dry Ice Terus Digencarkan BNPB dan Herman Deru
Pertemuan Strategis! Herman Deru dan Kapolda Sumsel Sepakat Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Daerah
Solusi Cerdas Atasi Kabut Asap, Herman Deru Dorong Skema Dry Ice Jadi Langkah Permanen Mitigation Karhutla
Resmikan Masjid DQM Banyuasin, Herman Deru: Jangan Hanya Dibangun, Ramaikan dengan Kegiatan Ilmu!
Tanggulangi Karhutla Lebih Canggih, Sumsel Berpeluang Pimpin Penerapan Teknologi Realiza

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:31 WIB

BMKG Ungkap Penyebab Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang, PM2.5 Sempat Capai 1.036

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:46 WIB

Perkuat Kemandirian Daerah di HUT ke-25 Prabumulih, Herman Deru Minta Tata Kelola APBD Dioptimalkan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:31 WIB

Kondisi Udara Membaik: Herman Deru Sebut Penerbangan di Sumsel Tak Lagi Terganggu

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Efektif Tingkatkan Jarak Pandang, Teknologi Dry Ice Terus Digencarkan BNPB dan Herman Deru

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Pertemuan Strategis! Herman Deru dan Kapolda Sumsel Sepakat Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Daerah

Berita Terbaru