Festival Danau Poso 2025 Usung Tema “Rhythm of Diversity in Matia Ndano” Sebagai Wujud Keberagaman Nusantara

Jumat, 24 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Poso – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto secara resmi membuka Festival Danau Poso 2025 yang mengusung tema “Rhythm of Diversity in Matia Ndano” atau “Irama Keberagaman di Air Kehidupan” pada Jumat (24/10/2025) malam.

Bima memuji khazanah Kabupaten Poso, baik keindahan alam maupun kekayaan dan keunikan budaya yang dimiliki. Menurutnya, Danau Poso merupakan salah satu destinasi wisata alam Indonesia yang sangat memesona.

“Danaunya luar biasa, setiap sudutnya mempesona,” kata Bima dalam sambutannya di Anjungan Festival Danau Poso, Kota Wisata Tentena, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Bima menegaskan, setiap daerah di Indonesia memiliki daya tarik tersendiri. Namun, Kabupaten Poso bukan hanya indah secara alamiah, tetapi juga menyimpan keunikan sejarah dan budaya yang layak menjadi destinasi wisata unggulan. Salah satunya, kata dia, Patung Palindo di Taman Nasional Lore Lindu, Kabupaten Poso. Ia mengaku takjub saat menyaksikan langsung peninggalan zaman Megalitikum tersebut.

“Saya terus terang, mendadak, merencanakan mengunjungi Palindo baru tadi malam, pagi-pagi direncanakan secara kilat, langsung takjub, langsung terkesima melihat betapa dahsyatnya peninggalan zaman Megalitikum di Bumi Poso ini,” ujarnya.

Bima juga menyoroti kekayaan budaya lokal, termasuk baju adat masyarakat setempat, Inodo, yang dikenakan para penari dalam penyambutan.

“Kami datang disambut oleh para tokoh adat, ada tarian-tarian menggunakan baju kulit. Apa itu namanya? Inodo, yang tidak ada duanya. Banyak baju adat, baju daerah, tapi tidak banyak yang punya, cantik seperti Inodo itu,” jelas Bima.

Selain Danau Poso dan Patung Palindo, Bima juga menyempatkan diri mengunjungi Air Terjun Saluopa di Desa Tonusu, Kecamatan Pamona Puselemba. Air terjun ini memiliki dua belas tingkatan alami yang memukau.

“Poso itu unik karena baru kali ini saya hadir lihat langsung air terjun berundak bertingkat dua belas,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Bima juga mengapresiasi semangat Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Poso. Ia menyebut para ASN bekerja dengan antusias dan terbuka.

“Jadi, Poso tidak saja cantik, bukan hanya unik, tapi juga inklusif, terbuka bagi semua,” imbuhnya.

Tak ketinggalan, Bima turut memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Festival Danau Poso 2025 yang dinilainya telah dirancang dengan matang. Ia menyebut berbagai elemen acara, mulai dari tari kolosal hingga tata suara, telah diatur dengan sangat baik dan layak disebut berskala internasional.

“Untuk Poso yang maju dan sejahtera, untuk event yang semakin membanggakan, dengan ini Festival Danau Poso kita nyatakan dibuka,” tandasnya.

Hadir dalam acara itu Gubernur Sulteng Anwar Hafid, Bupati Poso Verna G.M. Inkiriwang, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulteng dan Kabupaten Poso.(nr)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Kementrans Pilih Program Prioritas yang Menyentuh Kebutuhan Masyarakat
Pertemuan Menteri Ekraf dan Dubes Korsel Buka Peluang Kolaborasi Industri Kreatif
Sinergi dengan WIPO-PBB, Kemenekraf Siapkan Data Ekraf Indonesia Berkelas Dunia
ARTJOG 2026 Angkat Isu Pewarisan Pengetahuan dan Kreativitas Antar Generasi
Ketua Harian Dekranas: Publikasi yang Baik Mampu Bawa Kerajinan Indonesia Mendunia
Rencana Kerja 2027 Dipaparkan ke DPR, Mendagri Tekankan Sinkronisasi Prioritas Nasional
PAKU Integritas Jadi Fondasi Tata Kelola dan Pelayanan Publik, Kata Wiyagus
Wamendagri Ribka Haluk Tegaskan Dukungan Pemerintah terhadap Pengembangan KSPEAN Papua Selatan

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:36 WIB

Kementrans Pilih Program Prioritas yang Menyentuh Kebutuhan Masyarakat

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:29 WIB

Pertemuan Menteri Ekraf dan Dubes Korsel Buka Peluang Kolaborasi Industri Kreatif

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:12 WIB

Sinergi dengan WIPO-PBB, Kemenekraf Siapkan Data Ekraf Indonesia Berkelas Dunia

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:43 WIB

ARTJOG 2026 Angkat Isu Pewarisan Pengetahuan dan Kreativitas Antar Generasi

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:29 WIB

Ketua Harian Dekranas: Publikasi yang Baik Mampu Bawa Kerajinan Indonesia Mendunia

Berita Terbaru

Jogja

STAK Yogyakarta Apresiasi Polri, Bedah Rumah dan Bansos

Jumat, 12 Jun 2026 - 11:45 WIB