Edy Rahmayadi, Pilihan Tepat Presiden Prabowo Jadi Menhan

Selasa, 9 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Perombakan Kabinet Merah Putih jilid dua yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto, menandai langkah strategis dalam penguatan sektor pertahanan dan keamanan nasional.

Salah satu keputusan penting adalah pengangkatan Edy Rahmayadi sebagai Menteri Pertahanan RI menggantikan Sjafrie Samsudin yang dipindahkan ke pos Menko Polhukam.

Menurut Presidium Kongres Rakyat Nasional (Kornas), Sutrisno Pangaribuan, keputusan Presiden ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan langkah kalkulatif pasca terjadinya aksi massa yang menimbulkan korban jiwa, luka-luka, serta kerugian negara hingga Rp 1 triliun lebih akibat kerusakan fasilitas umum dan kantor pemerintahan.

Apalagi, Edy Rahmayadi bukan figur baru dalam dunia pertahanan. Mantan Pangkostrad ke-38 ini memiliki pengalaman panjang di lapangan dan kedekatan historis dengan Prabowo Subianto yang juga pernah menjabat Pangkostrad ke-22. Dari sisi sipil, Edy pernah menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara (2018–2023).

“Edy terbukti mampu menjaga stabilitas Sumut di tengah pandemi Covid-19, serta membangun komunikasi politik yang baik dengan 100 anggota DPRD Sumut. Maka, ia juga pasti mampu berkomunikasi politik dengan DPR RI,” ujar Sutrisno di Medan, Selasa (9/9).

Dalam pandangan Kornas, salah satu keunggulan Edy adalah loyalitas dan kepatuhannya pada garis komando.

“Sebagai prajurit, Edy Rahmayadi terbukti patuh dan hormat pada senior. Ia pasti loyal kepada Menko Polhukam Sjafrie Samsudin dan tentu kepada Presiden Prabowo,” ungkapnya.

Edy juga dinilai tidak memiliki hambatan politik karena tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun, sehingga Presiden tidak perlu bernegosiasi dengan ketua umum partai.

Selain karier militer dan pemerintahan daerah, Edy juga pernah menjadi Ketua Umum PSSI ke-16. Pengalaman tersebut dianggap melengkapi kapasitas sipilnya dalam mengelola organisasi besar.

“Pengalaman lapangan yang lengkap, dari militer, sipil, hingga olahraga, membuat Edy Rahmayadi siap menjalankan tugas sebagai Menhan. Ia figur yang dapat diandalkan untuk mengawal Asta Cita Presiden Prabowo,” tegas Sutrisno.

Dia mengatakan, pengangkatan Edy Rahmayadi menegaskan pola Prabowo yang memilih pembantu loyal, berpengalaman, dan siap bekerja cepat tanpa adaptasi panjang.

“Kedekatan mereka sebagai sesama mantan Pangkostrad menambah ikatan kepercayaan,” sebutnya.

“Pasca aksi massa yang mengguncang legitimasi pemerintah, pilihan ini sekaligus sinyal penguatan koordinasi pertahanan dan keamanan dengan kombinasi Sjafrie-Edy, dua figur militer senior yang punya rekam jejak sipil dan politik,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Waspada Konsumsi Herbal Berlebihan, Kandungan Usnic Acid Berisiko bagi Hati
Waisak Nasional 2026 Diproyeksikan Beri Multiplier Effect bagi Ekonomi Magelang
Pemerintah dan Gekrafs Perkuat Perlindungan Hukum bagi Jasa Kreatif Nasional
Ascott Luncurkan Kampanye “Plesiran di Jakarta” Sambut HUT ke-499 Ibu Kota
TEP 2026 Jadi Strategi Transformasi Transmigrasi Berbasis IPTEK dan SDM Unggul
LBH AMKI Hadir untuk Perkuat Perlindungan Hukum Insan Media
Perempuan Inspiratif, Tinawati Andra Soni Raih Penghargaan Kartini Awards 2026
Forum China–Indonesia Bahas Tata Kelola dan Pembangunan, Fokus Tekan Kemiskinan

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:32 WIB

Waspada Konsumsi Herbal Berlebihan, Kandungan Usnic Acid Berisiko bagi Hati

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:37 WIB

Waisak Nasional 2026 Diproyeksikan Beri Multiplier Effect bagi Ekonomi Magelang

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:26 WIB

Pemerintah dan Gekrafs Perkuat Perlindungan Hukum bagi Jasa Kreatif Nasional

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:54 WIB

Ascott Luncurkan Kampanye “Plesiran di Jakarta” Sambut HUT ke-499 Ibu Kota

Kamis, 30 April 2026 - 09:28 WIB

TEP 2026 Jadi Strategi Transformasi Transmigrasi Berbasis IPTEK dan SDM Unggul

Berita Terbaru

Sumatera Utara

Pengelolaan Sampah di Deli Serdang Dinilai Masih Belum Optimal

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:19 WIB