DIY Tegaskan Komitmen Kendalikan Alih Fungsi Lahan untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Selasa, 18 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DIY harus mempertahankan lahan produktif yang tersisa sebagai bagian dari memperkuat ketahanan pangan nasional. (Joke)

DIY harus mempertahankan lahan produktif yang tersisa sebagai bagian dari memperkuat ketahanan pangan nasional. (Joke)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah pusat mempertahankan 87 persen dari total Lahan Baku Sawah (LBS) di seluruh Indonesia. Dukungan ini diwujudkan melalui upaya pengetatan pengendalian alih fungsi lahan pertanian di wilayah DIY.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY, Adi Bayu Kristanto, mengungkapkan hal tersebut usai mendampingi Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam Rapat Koordinasi Penataan Ulang Rencana Tata Ruang dan Wilayah di Indonesia. Sri Sultan mengikuti rapat secara daring dari Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (18/11).

“DIY harus mempertahankan lahan produktif yang tersisa. Berdasarkan Perda RTRW DIY Nomor 10 Tahun 2023, ada lebih dari 74.000 hektar lahan pertanian yang terus kami jaga agar tidak beralih fungsi. Ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” kata Bayu.

Selain itu, Pemda DIY juga tengah mengevaluasi Raperda RTRW di Kabupaten Bantul, Gunungkidul, dan Kulon Progo. Evaluasi ini diharapkan dapat menambah luasan lahan pertanian yang ditetapkan dalam rencana tata ruang, sehingga kontribusi DIY terhadap ketahanan pangan nasional semakin meningkat.

Dalam rakor tersebut, Sri Sultan turut didampingi Kepala Dinas Pertanian DIY, Aris Eko Nugroho, dan Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata. Pembahasan rakor juga menyoroti faktor pendukung ketahanan pangan, termasuk mitigasi bencana hidrometeorologi yang berpotensi mengganggu produksi pertanian.

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, menekankan pentingnya perlindungan LBS sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan. Ia menegaskan bahwa pengendalian alih fungsi harus dilakukan melalui peta lahan yang jelas, sehingga Lahan Sawah Dilindungi (LSD) maupun Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dapat dipertahankan.

“Kita memerlukan tim bersama untuk memastikan batasan lahan yang boleh atau tidak boleh dialihfungsikan. Perlindungan ini menjadi fondasi bagi ketahanan pangan nasional,” ujar Nusron.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menambahkan perlunya insentif bagi pemerintah daerah yang konsisten menjaga lahan pertanian. Insentif tersebut dapat berupa tambahan alat mesin pertanian, produk pertanian, maupun peningkatan anggaran sektor pertanian.

“Daerah yang patuh dalam menjaga lahan produktif perlu mendapat dukungan lebih. Kami siap memfasilitasi insentif tersebut,” katanya.

Rakor yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian itu juga menghadirkan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dan Kepala Badan Informasi Geospasial, Muh Aris Marfai, sebagai narasumber. Pertemuan ini menjadi salah satu langkah koordinasi nasional untuk memperkuat kebijakan ruang yang berpihak pada keberlanjutan pangan. (ihd)

Berita Terkait

Pemda DIY Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Tegaskan Komitmen Transparansi Anggaran
Pemda DIY Tegaskan K3 Bukan Beban, Melainkan Investasi Jangka Panjang
Narasi Tak Cukup Wacana, Sekda DIY: Reputasi Lahir dari Konsistensi Kata dan Karya
Informasi Publik Jadi Kunci Ketangguhan DIY atas Bencana
Pemda DIY Dorong P2DD sebagai Fondasi Digitalisasi Keuangan Daerah
Kejar 6 Persen, DIY Dorong Reformasi Kalurahan dan Kawasan Selatan
DIY Siapkan Embarkasi Haji YIA, Layanan Berbasis Hotel Pertama di Indonesia
Jalan Malioboro Menuju Kawasan Pedestrian Penuh pada 2026

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 18:06 WIB

Pemda DIY Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Tegaskan Komitmen Transparansi Anggaran

Kamis, 12 Februari 2026 - 23:54 WIB

Pemda DIY Tegaskan K3 Bukan Beban, Melainkan Investasi Jangka Panjang

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:23 WIB

Narasi Tak Cukup Wacana, Sekda DIY: Reputasi Lahir dari Konsistensi Kata dan Karya

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:11 WIB

Informasi Publik Jadi Kunci Ketangguhan DIY atas Bencana

Rabu, 11 Februari 2026 - 05:32 WIB

Pemda DIY Dorong P2DD sebagai Fondasi Digitalisasi Keuangan Daerah

Berita Terbaru