DIY Pastikan Keberlanjutan Studi 1.700 Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera

Selasa, 16 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) memastikan keberlanjutan studi lebih dari 1.700 mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di DIY dan terdampak bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Sumatra. Upaya tersebut dilakukan melalui pendataan lintas perguruan tinggi, pemberian keringanan biaya kuliah, hingga dukungan psikososial bagi mahasiswa yang mengalami tekanan ekonomi dan mental akibat bencana.

Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan antara Asisten Sekretaris Daerah Pemda DIY Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Aria Nugrahadi dengan Direktur Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada (UGM) Rustamaji di Kantor Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Selasa (16/12). Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut koordinasi Pemda DIY dengan delapan perguruan tinggi negeri di DIY.

Aria menegaskan, Pemda DIY bergerak cepat menindaklanjuti arahan Gubernur DIY agar mahasiswa yang orang tuanya terdampak bencana segera didata. Langkah itu dinilai penting agar proses pembelajaran tidak terhenti. “Pendataan menjadi pintu masuk utama untuk memastikan mahasiswa tetap bisa melanjutkan studi, meski keluarga mereka mengalami tekanan ekonomi maupun psikologis,” ujarnya.

Pendataan dilakukan melalui berbagai jalur, mulai dari asrama mahasiswa hingga korespondensi resmi dengan pimpinan perguruan tinggi dan akademi. Namun, Aria mengakui keterbatasan anggaran dan sumber daya membuat Pemda DIY perlu memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi. “Setelah pendataan, bantuan dimungkinkan diberikan secara tunai dengan skema yang akuntabel dan berbasis Surat Keputusan Gubernur,” kata Aria.

Bantuan akan disalurkan berdasarkan data nama dan nomor induk kependudukan (NIK) yang diverifikasi oleh otoritas perguruan tinggi. Dukungan yang disiapkan mencakup bantuan biaya hidup, pendampingan psikososial, hingga bantuan teknis lain sesuai kebutuhan mahasiswa. Pemda DIY menargetkan proses pendataan dan verifikasi rampung sebelum akhir 2025.

Dukungan lintas sektor juga digerakkan. Dinas Sosial DIY menyalurkan bantuan dengan komitmen pencairan rutin bulanan, sementara Dinas Pemuda dan Olahraga DIY mengoordinasikan pendataan mahasiswa dari perguruan tinggi negeri dan swasta. Berdasarkan laporan LLDIKTI DIY, tercatat 388 mahasiswa dari 31 perguruan tinggi swasta terdampak bencana, dari total 38 perguruan tinggi yang akan terus disinkronkan datanya.

Di UGM, pendataan menunjukkan 218 keluarga mahasiswa terindikasi terdampak bencana banjir bandang dan longsor di daerah asal. Rustamaji menyebutkan, mahasiswa tersebut berasal dari sejumlah provinsi, antara lain Aceh (81 mahasiswa), Sumatra Utara (93), dan Sumatra Barat (43), dengan sebagian masih dalam tahap verifikasi di tingkat fakultas dan program studi.

“Kami melakukan pendataan menyeluruh, mulai dari kebutuhan keringanan UKT, bantuan biaya hidup, hingga pendampingan konseling. Kami berupaya memastikan tidak ada mahasiswa terdampak yang terlewat,” ujar Rustamaji. Ia menambahkan, sebagian mahasiswa bahkan berpotensi mengajukan cuti akademik karena kondisi keluarga yang kehilangan tempat tinggal atau sumber penghasilan.

Sebagai langkah awal, UGM telah menyalurkan berbagai bantuan, antara lain voucher makan dua kali sehari, voucher makan di kantin Fakultas Ekonomika dan Bisnis, serta bantuan finansial sebesar Rp 2 juta per mahasiswa yang disalurkan pada Desember hingga Januari untuk mahasiswa Fakultas Farmasi.

Pemda DIY dan UGM sepakat terus menyinkronkan data dengan perguruan tinggi lain, LLDIKTI, serta perangkat daerah terkait. Aria menegaskan, keberpihakan kepada mahasiswa merupakan bagian dari jati diri DIY sebagai kota pelajar. “DIY adalah rumah bagi mahasiswa dari berbagai daerah. Karena itu, mereka yang terdampak bencana tetap menjadi perhatian kami,” ujarnya. (ihd)

Berita Terkait

WFH ASN DIY Berlaku Setiap Jumat, Layanan Publik Dijaga Tetap Optimal
Pemda DIY Kaji Skema WFH ASN, Belum Diberlakukan dalam Waktu Dekat
ASN DIY Diminta Langsung Ngantor dan Tancap Gas Usai Lebaran, WFA Maksimal 25 Persen
Anggaran Terbatas, Pemda DIY Prioritaskan Tambal Jalan Provinsi Jelang Mudik Lebaran
Dana Desa DIY Anjlok 74 Persen, Pemda Kucurkan BKK Rp132,5 Miliar untuk Kalurahan
Harga Sembako di Gunungkidul Naik Bertahap, TPID DIY Pastikan Stok Aman
Pemda DIY Perkuat Sinergi dengan Komisi V DPR RI, Dorong Infrastruktur Berdampak Nyata
Manunggal Raharja Disiapkan Jadi Pusat Integrasi Data Kemiskinan DIY, Target Tuntas 2026

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 21:42 WIB

WFH ASN DIY Berlaku Setiap Jumat, Layanan Publik Dijaga Tetap Optimal

Rabu, 1 April 2026 - 19:22 WIB

Pemda DIY Kaji Skema WFH ASN, Belum Diberlakukan dalam Waktu Dekat

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:20 WIB

ASN DIY Diminta Langsung Ngantor dan Tancap Gas Usai Lebaran, WFA Maksimal 25 Persen

Jumat, 6 Maret 2026 - 17:08 WIB

Anggaran Terbatas, Pemda DIY Prioritaskan Tambal Jalan Provinsi Jelang Mudik Lebaran

Jumat, 27 Februari 2026 - 02:56 WIB

Dana Desa DIY Anjlok 74 Persen, Pemda Kucurkan BKK Rp132,5 Miliar untuk Kalurahan

Berita Terbaru