DIY Matangkan Pendidikan Khas Kejogjaan, Bentengi Generasi dari Disrupsi Digital

Rabu, 4 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jogja – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mematangkan implementasi Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) yang ditargetkan mulai berlaku serentak pada tahun ajaran 2026/2027.

Program ini disiapkan sebagai benteng karakter generasi muda di tengah gempuran disrupsi digital dan meningkatnya fenomena kekerasan jalanan.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, menegaskan pendidikan di Yogyakarta tidak boleh hanya mengejar keterampilan semata, tetapi harus menanamkan nilai karakter.

“Pendidikan tidak cukup hanya membekali skill, tetapi juga harus membangun adab dan karakter generasi muda,” ujarnya dalam diskusi “Ngobrol Parlemen”, Rabu (4/3).

Eko menjelaskan, nilai-nilai budaya lokal seperti guyub rukun, gotong royong, toleransi, dan sopan santun harus menjadi fondasi pendidikan di Yogyakarta.

“Keterampilan bisa diasah di mana saja, tetapi karakter seperti menghormati orang tua, beradab, dan santun adalah pondasi utama kehidupan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti meningkatnya fenomena kekerasan jalanan yang melibatkan anak muda dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alarm bagi dunia pendidikan di Yogyakarta.

“Kita dikenal sebagai Kota Pendidikan, tetapi di sisi lain muncul fenomena kekerasan jalanan.

PKJ harus mampu menjawab mengapa nilai-nilai luhur itu seolah luntur di sebagian generasi muda,” katanya.

Sementara itu, Ketua Sekretariat Bersama Keistimewaan DIY Widihasto Wasana Putra menyebut PKJ merupakan kristalisasi harapan berbagai pemangku kepentingan di Yogyakarta.

“PKJ dirancang agar pendidikan di Yogyakarta tetap relevan dengan kondisi lokal dan menanamkan filosofi luhur seperti hamemayu hayuning bawana serta semangat golong gilig,” ujarnya.

Ia menambahkan, penerapan PKJ diharapkan mampu memperkuat karakter generasi muda sekaligus menjaga nilai keistimewaan Yogyakarta.(waw)

Berita Terkait

‎Puluhan Satpam Jogja Tertipu Sertifikasi, Rugi Ratusan Juta
‎Kebakaran Tiang Listrik Kusumanegara Hebohkan Warga Tengah Malam Hebat
‎Srawung Warga Jogja, Hasto Tegaskan Moral SDM Jogja Penentu Kemajuan Kota Masa Depan
Nekat Main Surfing, Remaja Terseret Ombak Parangtritis Satu Hilang
‎Syawalan PPMY Yogyakarta Perkuat Solidaritas, Bidik Kiprah Mendunia
Stasiun Yogyakarta Sulap Ruang Publik Jadi Edukasi Sumbu Filosofi
Sleman Sapu Bersih MTQ DIY 2026, Kukuhkan Juara Umum
‎Lokakarya BMT 2026 Percepat Digitalisasi, Ketua ABSINDO Baru Terpilih

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 08:18 WIB

‎Puluhan Satpam Jogja Tertipu Sertifikasi, Rugi Ratusan Juta

Senin, 20 April 2026 - 08:12 WIB

‎Kebakaran Tiang Listrik Kusumanegara Hebohkan Warga Tengah Malam Hebat

Senin, 20 April 2026 - 08:06 WIB

‎Srawung Warga Jogja, Hasto Tegaskan Moral SDM Jogja Penentu Kemajuan Kota Masa Depan

Senin, 20 April 2026 - 07:58 WIB

Nekat Main Surfing, Remaja Terseret Ombak Parangtritis Satu Hilang

Minggu, 19 April 2026 - 14:35 WIB

‎Syawalan PPMY Yogyakarta Perkuat Solidaritas, Bidik Kiprah Mendunia

Berita Terbaru