Disdikpora Pandeglang Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Kekerasan di Sekolah

Kamis, 21 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Pandeglang – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang menggelar Deklarasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) di GOR Cikupa, Rabu (20/5/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional.

Deklarasi itu dihadiri jajaran dunia pendidikan, mulai dari kepala sekolah, dewan guru, komite sekolah, hingga para siswa. Sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang juga turut hadir.

Kepala Disdikpora Kabupaten Pandeglang, Sutoto, mengatakan deklarasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman merupakan bentuk komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif, ramah anak, serta bebas dari perundungan, kekerasan, dan diskriminasi.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik untuk belajar, berkembang, dan berprestasi. Melalui deklarasi ini, kami ingin memperkuat komitmen seluruh insan pendidikan dalam mewujudkan budaya sekolah yang positif,” ujar Sutoto.

Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun generasi yang unggul dan berkarakter. Karena itu, dibutuhkan dukungan dari seluruh pihak, baik guru, orang tua, komite sekolah, maupun pemerintah daerah.

Ia menjelaskan, untuk mendukung penerapan budaya sekolah aman dan nyaman, Pemerintah Kabupaten Pandeglang telah menerbitkan Keputusan Bupati tentang Kelompok Kerja (Pokja) Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Pokja tersebut telah dibentuk mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga satuan pendidikan.

“Dengan adanya pokja ini, apabila terjadi permasalahan di sekolah, proses pelaporan dan penanganannya akan lebih mudah dilakukan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Banten, Aria Ahmad Mangunwibawa, mengapresiasi langkah Disdikpora Pandeglang yang menginisiasi deklarasi tersebut.

Menurutnya, lingkungan sekolah yang aman dan nyaman sangat penting untuk mendukung proses belajar mengajar sekaligus pembentukan karakter peserta didik.

“Kami berharap seluruh sekolah di Kabupaten Pandeglang mampu menerapkan budaya sekolah yang ramah anak demi mewujudkan Generasi Emas 2045,” ujarnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Sekolah Dasar dan Menengah Disdikpora Pandeglang, Sukron, menambahkan deklarasi BSAN terselenggara berkat kerja sama Pemerintah Kabupaten Pandeglang dengan dukungan Yayasan Elshinta Peduli Kemanusiaan dan PT Indomarco Prismatama melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Kami ingin memastikan siswa bebas dari kekerasan fisik dan mendapatkan perlindungan penuh. Lingkungan belajar harus bersih, tertib, sehat, ramah anak, serta aman secara digital,” kata Sukron kepada wartawan usai acara.

Ia menegaskan sekolah tidak boleh lagi menjadi tempat terjadinya kekerasan, baik yang dilakukan oleh pendidik maupun sesama siswa. Menurutnya, salah satu target jangka pendek gerakan tersebut adalah menurunkan angka kekerasan menuju target zero violence atau nol kekerasan.

“Tidak ada ruang toleransi bagi kekerasan dalam bentuk apa pun. Yang ada hanyalah ruang untuk menumbuhkan karakter dan prestasi anak,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, PT Indomarco Prismatama melalui program “Peduli Generasi Hebat” menyalurkan beasiswa senilai Rp50 juta bagi 100 siswa. Sementara Yayasan Elshinta Peduli Kemanusiaan memberikan bantuan laptop senilai Rp36 juta untuk lima sekolah.

Disdikpora berharap dukungan dunia usaha terhadap sektor pendidikan di Pandeglang dapat terus meningkat dan menginspirasi perusahaan lain untuk ikut berkontribusi.

Selain itu, deklarasi tersebut juga melibatkan berbagai unsur pendidikan, mulai dari kepala SMP, perwakilan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD, hingga pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tingkat cabang.

Sukron menambahkan, apabila terjadi pelanggaran, proses penanganan akan mengutamakan langkah preventif di luar area sekolah guna menjaga kondisi psikologis anak.

Melalui deklarasi tersebut, Kabupaten Pandeglang menjadi daerah keempat di Provinsi Banten yang menerapkan program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, setelah sebelumnya diterapkan di Kota Tangerang Selatan sebagai pelopor pertama.

Di akhir kegiatan, Sukron mengimbau masyarakat untuk turut aktif melakukan pengawasan demi terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi anak-anak.

Berita Terkait

Normalisasi Situ Bulakan dan Sungai Cirarab Jadi Fokus Penanganan Banjir Tangerang
Banten-DKI Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Banjir
Dukung Triple Zero HIV, Lapas Serang Laksanakan Screening Kesehatan Warga Binaan
Pelatihan Merajut di Serang Diharapkan Lahirkan Pelaku Usaha Kreatif Baru
Ratusan Lapak Hewan Kurban di Pandeglang Dipastikan Aman dan Sehat
Pemkot Tangerang Gelar Kick Off Meeting Pembangunan Flyover Sudirman
Bupati Pandeglang: Anak Berkualitas Jadi Kunci Indonesia Maju dan Berdaulat
Gubernur Banten Ajak Dekopin Kawal Penguatan 1.551 Koperasi Desa Merah Putih

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:33 WIB

Normalisasi Situ Bulakan dan Sungai Cirarab Jadi Fokus Penanganan Banjir Tangerang

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:27 WIB

Banten-DKI Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Banjir

Kamis, 21 Mei 2026 - 08:23 WIB

Dukung Triple Zero HIV, Lapas Serang Laksanakan Screening Kesehatan Warga Binaan

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:31 WIB

Pelatihan Merajut di Serang Diharapkan Lahirkan Pelaku Usaha Kreatif Baru

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:20 WIB

Ratusan Lapak Hewan Kurban di Pandeglang Dipastikan Aman dan Sehat

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Penegak Hukum Dituntut Utamakan Keadilan dan Hati Nurani

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:11 WIB