‎Candrani Yulis Tembus Lyon Biennale Lewat Pameran Passage Menginspirasi

Selasa, 21 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, ‎JOGJA – Ellipse Art Projects bersama Institut Français d’Indonésie menggelar pameran “Passage” karya Candrani Yulis di IFI Yogyakarta, sebagai rangkaian Jogja Art Week bergengsi.
‎
Pembukaan pameran berlangsung Selasa, 14 Juli 2026, dan akan berlangsung hingga 24 Juli mendatang dengan akses gratis bagi seluruh masyarakat luas.
‎
Pameran dibuka setiap Senin hingga Sabtu pukul 08.00–20.00, menghadirkan karya-karya yang mengangkat perempuan, spiritualitas, tubuh, serta pengalaman kehidupan sehari-hari secara reflektif.
‎
“Pameran ini menjadi perayaan pengakuan internasional terhadap Candrani Yulis,” ungkap penyelenggara, seraya memperkenalkan Program +E kepada para pengunjung antusias.
‎
Program +E merupakan inisiatif pendampingan, produksi, serta peningkatan visibilitas seniman perempuan Asia Tenggara melalui dukungan dana abadi Ellipse Art Projects bersama mitra.
‎
“Program ini membuka jalan seniman menuju panggung dunia,” demikian disampaikan penyelenggara mengenai kesempatan mengikuti Biennale Seni Kontemporer Lyon di Prancis mendatang.
‎
Candrani Yulis terpilih mengikuti Biennale Seni Kontemporer Lyon ke-18 yang berlangsung 19 September 2026 hingga 3 Januari 2027 di Prancis bergengsi.
‎
“Ada lima karya yang saya pamerkan di sini, tentang wanita, spiritual, dan sebagainya,” ujar Candrani Yulis saat pembukaan pameran berlangsung hangat.
‎
Ia menjelaskan beberapa karyanya membahas seksualitas perempuan yang menurut pengalamannya masih sering dikekang tafsir keagamaan serta dianggap tabu oleh masyarakat.
‎
“Menurut saya bisa jadi bahan diskusi, obrolan, dan sebagainya,” kata Candrani, berharap publik semakin terbuka membicarakan berbagai persoalan perempuan secara kritis.
‎
Kurator sekaligus sejarawan seni Farah Wardani mendampingi Candrani dalam Program +E edisi kedua hingga menghasilkan karya baru untuk Lyon Biennale bergengsi.
‎
Farah menilai praktik artistik Candrani memadukan instalasi, gambar, serta video menjadi narasi visual yang mempertanyakan ingatan, kepercayaan, dan tubuh perempuan secara mendalam.
‎
“Pengalaman hidup menjadi fondasi kuat praktik artistiknya,” ujar Farah Wardani, menggambarkan perjalanan kreatif Candrani yang lahir dari pengalaman pribadi dan sosial.
‎
Karya “In the Name of Love” mengkritisi mitos keperawanan serta kontrol sosial terhadap tubuh perempuan dalam budaya patriarkal yang masih bertahan.
‎
Melalui “The World We Have Lost”, Candrani mengangkat tradisi Gowok di Jawa sekaligus menyoroti perubahan sosial akibat kolonialisme dan perkembangan keagamaan.
‎
Karya “Guilty Pleasures” mengeksplorasi paradoks moralitas, sedangkan “Second Skin” membandingkan perspektif masyarakat Eropa dan Indonesia mengenai identitas melalui kulit manusia.
‎
“Saya berharap karya-karya ini memantik percakapan baru,” tutur Candrani Yulis, menegaskan seni mampu menjadi ruang dialog, refleksi, sekaligus perubahan sosial bermakna. (waw)

Berita Terkait

Danang Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Pesan Persatuan Menggema di Sleman
HUT ke-270 Jogja Meledak, Event Besar Siap Mengguncang di Bulan Oktober
‎Truck Pedas Bolosego Hadir Alun-Alun Paseban, Netizen Minta Pemkab Bantul Kawal
Kemarau Mencekik, GPM Sleman Kawal Bantuan Air Mushola
Pemerintah Luncurkan KKRI di SMKN 26 Jakarta, Perkuat Disiplin dan Kepemimpinan Pelajar
RAN PE 2026–2029 Jadi Langkah Pemerintah Perkuat Pencegahan Ekstremisme Kekerasan
Keluarga Eks Napiter Jadi Bagian Proses Reintegrasi, Namun Belum Jadi Sasaran Khusus UU 5/2018
Sunarso Unggul 467 Suara, Kelik Terpilih Lurah Jetis Gunungkidul

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Danang Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Pesan Persatuan Menggema di Sleman

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:26 WIB

HUT ke-270 Jogja Meledak, Event Besar Siap Mengguncang di Bulan Oktober

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:12 WIB

‎Truck Pedas Bolosego Hadir Alun-Alun Paseban, Netizen Minta Pemkab Bantul Kawal

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Kemarau Mencekik, GPM Sleman Kawal Bantuan Air Mushola

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:45 WIB

Pemerintah Luncurkan KKRI di SMKN 26 Jakarta, Perkuat Disiplin dan Kepemimpinan Pelajar

Berita Terbaru