BKOW Organisasi Besar dan Heterogen, Herman Deru Soroti Pentingnya Soliditas Pengurus

Kamis, 11 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menerima audiensi Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Sumsel, Lidyawati Cik Ujang, beserta jajaran pengurus BKOW Sumsel di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Selasa (9/6/2026) pagi.

Turut mendampingi Ketua BKOW Sumsel dalam audiensi tersebut, Meita Hipson, Lishapsari Prihartini, Krisna Dewi, Erina Suharmoko, dan Eli Siti Zailia.

Kehadiran Lidyawati bersama jajaran pengurus bertujuan melaporkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan BKOW Sumsel yang telah ditandatangani Gubernur Sumsel. Selain itu, mereka juga memohon kesediaan Herman Deru untuk melantik kepengurusan BKOW Sumsel periode mendatang agar roda organisasi dapat segera berjalan secara optimal.

Dalam kesempatan itu, Herman Deru mengucapkan selamat kepada Lidyawati Cik Ujang atas terpilihnya sebagai Ketua BKOW Sumsel, sekaligus kepada seluruh pengurus yang baru. Ia menilai BKOW merupakan organisasi yang istimewa karena menjadi wadah bagi berbagai organisasi wanita yang masing-masing memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) sendiri.

“BKOW adalah organisasi yang keren karena masing-masing organisasi memiliki AD/ART sendiri dan diwadahi dalam BKOW. Saya sarankan sebelum dilantik, inventarisasi terlebih dahulu organisasi wanita apa saja yang bernaung di BKOW. Sebab, tugas dan cara kita dalam mengelola organisasi ini berbeda. Harus jeli sejak awal. Kita memilah dan memilih,” ujar Herman Deru.

Gubernur menekankan bahwa BKOW membawahi 53 organisasi wanita. Dengan jumlah anggota yang besar serta latar belakang organisasi yang beragam, diperlukan kesabaran, ketangguhan, dan kecermatan dalam mengelolanya.

“Memang begitulah kondisi BKOW yang berisi organisasi-organisasi dengan karakter yang heterogen. Berbeda dengan organisasi yang homogen. Namun demikian, hal baik dari BKOW adalah organisasi ini beranggotakan orang-orang dengan latar belakang pendidikan yang relatif setara,” katanya.

Herman Deru berharap BKOW Sumsel ke depan dapat menjadi wadah sinergi yang semakin kuat bagi organisasi-organisasi wanita di Sumatera Selatan. Menurutnya, dengan manajemen yang solid dan pengelolaan yang cermat, BKOW akan mampu menjalankan peran strategisnya dalam mendukung pemberdayaan perempuan serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Audiensi tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk segera menindaklanjuti arahan Gubernur terkait inventarisasi organisasi anggota BKOW sebelum pelaksanaan prosesi pelantikan kepengurusan yang baru.

Sumber : Adpim Sumsel

Berita Terkait

Jaga Stabilitas Pemerintahan, Herman Deru Percayakan Jabatan Plt Bupati Muara Enim kepada Sumarni
Edward Candra Minta Proses Pengadaan dan Belanja Pemerintah Dilaksanakan Secara Terbuka
Kepercayaan Masyarakat Jadi Fondasi Kemajuan Bank Sumsel Babel, Tegas Herman Deru
Pansus Perkebunan DPRD Sumsel Diapresiasi, Tata Kelola Berkeadilan Jadi Prioritas
Sinergi Pemprov Sumsel dan Lanud SMH Dinilai Efektif Tekan Risiko Karhutla
BPJS Ketenagakerjaan Diapresiasi, Herman Deru Minta Kepesertaan Terus Ditingkatkan
Feby Herman Deru Dorong PMR Cetak Generasi Peduli dan Siap Menolong Sesama
Generasi Muda Jadi Fokus, Herman Deru Dukung Penguatan Literasi Keuangan Syariah melalui FESyar

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:10 WIB

Jaga Stabilitas Pemerintahan, Herman Deru Percayakan Jabatan Plt Bupati Muara Enim kepada Sumarni

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:43 WIB

BKOW Organisasi Besar dan Heterogen, Herman Deru Soroti Pentingnya Soliditas Pengurus

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:38 WIB

Kepercayaan Masyarakat Jadi Fondasi Kemajuan Bank Sumsel Babel, Tegas Herman Deru

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:20 WIB

Pansus Perkebunan DPRD Sumsel Diapresiasi, Tata Kelola Berkeadilan Jadi Prioritas

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:15 WIB

Sinergi Pemprov Sumsel dan Lanud SMH Dinilai Efektif Tekan Risiko Karhutla

Berita Terbaru