BI DIY Dorong Terobosan Pariwisata Jogja Kelas Dunia Berkelanjutan

Selasa, 11 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jogja – Upaya memperkuat arah baru pariwisata DIY kembali mengemuka dalam diskusi terbatas bertajuk “Mendorong Perkembangan Pariwisata DIY” yang digelar KPwBI DIY bersama ISEI Cabang Yogyakarta dan MES DIY di Hotel Novotel Suites, Selasa (11/11/25).

‎Diskusi yang dihadiri 15 pakar ini langsung memantik perhatian lewat paparan kritis berbagai narasumber.

‎“Tujuan besar kita jelas, menjadikan DIY destinasi wisata berkelas dunia,” ujar Hermanto, Deputi Kepala BI DIY, membuka diskusi.

‎Selanjutnya Hermanto menegaskan bahwa kerangka besar pariwisata DIY harus menyatukan unsur budaya, kreativitas, teknologi, hingga kolaborasi lintas sektor.

‎“Wisatawan ke depan adalah digital native. Jadi pemanfaatan teknologi digital bukan lagi opsi, tetapi keharusan,” tegasnya.

‎Ia bahkan mendorong Pemda DIY menggandeng influencer dan kreator konten sebagai bagian penting ekosistem promosi.

‎“Promosi harus lebih agresif dan menyasar generasi yang bergerak cepat,” imbuhnya.

‎Di sisi lain, MES DIY menyoroti pentingnya quality tourism yang inklusif. Budiharto Setiawan menekankan urgensi penerapan Pariwisata Ramah Muslim.

‎“Layanan dasarnya jelas: makanan halal, fasilitas ibadah yang bersih, dan sanitasi yang memadai,” ujarnya.

‎Menurutnya, seluruh layanan itu dapat diintegrasikan ke aplikasi Visiting Jogja.

‎“Informasi terpusat ini akan memudahkan wisatawan dan mendorong kepercayaan,” tambahnya.

‎Sementara itu, ISEI Cabang Yogyakarta melalui Rudy Badrudin menggarisbawahi empat dorongan strategis: diversifikasi produk wisata, konektivitas infrastruktur ramah lingkungan, optimalisasi website Visiting Jogja, serta mitigasi dampak lingkungan dan sosial.

‎“Sampah dan kemacetan harus menjadi perhatian serius, karena keduanya langsung memengaruhi kualitas kunjungan,” katanya.

‎Senada, Dian Ariani menambahkan bahwa sektor keuangan perlu berperan lebih aktif.

‎“Digitalisasi pembayaran, pembiayaan UMKM, dan dukungan sport tourism harus terus digerakkan,” ungkapnya.

‎Terakhir, Dorothea Wahyu Ariani menegaskan bahwa masalah transportasi adalah ancaman nyata bagi pariwisata DIY.

‎“Kemacetan ini demarketing. Jika tidak ditangani, kondisi akan makin parah setelah tol dari Semarang, Solo, dan YIA terkoneksi ke Kota Yogyakarta,” ujarnya.

‎Diskusi ditutup dengan penyerahan cinderamata dari KPwBI DIY dan YSS Production sebagai simbol komitmen bersama mempercepat transformasi pariwisata DIY ke arah yang lebih maju dan berkelanjutan.

(waw)

Berita Terkait

14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan
Kolam Koi Picu Gejolak, Warga Sampangan Desak Ditutup Total
Target 150 Ribu Siswa, Dosen UMY Ingatkan Pemerintah Soal Ketimpangan Pendidikan
Malioboro Semarak Kirab Kebangsaan, Pesan Persatuan Menggema Jelang HUT ke-81 RI
‎FE UWM Cetak Lulusan Berintegritas, Berdampak di Dunia Kerja
Workshop Smart Village UMY Dorong Transformasi Desa Berbasis Teknologi dan Tata Kelola
Dua Bulan Persiapan, Mahasiswa Teknik Sipil UMY Borong Tiga Penghargaan di Malaysia
Bendera Raksasa 481 Meter Siap Gegerkan Jogja Merah Putih

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:07 WIB

14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Kolam Koi Picu Gejolak, Warga Sampangan Desak Ditutup Total

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:02 WIB

Target 150 Ribu Siswa, Dosen UMY Ingatkan Pemerintah Soal Ketimpangan Pendidikan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Malioboro Semarak Kirab Kebangsaan, Pesan Persatuan Menggema Jelang HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:49 WIB

‎FE UWM Cetak Lulusan Berintegritas, Berdampak di Dunia Kerja

Berita Terbaru

OPINI

Dari TPA Sampah ke Bank Pakan: Jawaban Krisis Pakan Ternak

Selasa, 25 Agu 2026 - 17:57 WIB

Yogyakarta

Penumpang KAI Daop 6 Naik 23 Persen saat Libur Maulid Nabi

Selasa, 25 Agu 2026 - 15:25 WIB

Yogyakarta

GPM Gunungkidul Rawat Tradisi, Bumikan Marhaenisme Rakyat di Petir

Selasa, 25 Agu 2026 - 14:55 WIB