Bedah Buku Tegaskan Keistimewaan DIY Fondasi Sejarah Konstitusi Masa Depan

Jumat, 30 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, Jogja – Pemaknaan keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali diperdalam melalui kegiatan Bedah Buku “Esensi Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta: Tafsir Historis-Konstitusional atas Pasal-Pasal Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012” yang digelar DPD RI DIY, Jumat (30/1/2026).
‎
Forum ini menegaskan bahwa keistimewaan DIY bukan sekadar status administratif, melainkan konstruksi sejarah dan konstitusi yang terus bergerak mengikuti dinamika zaman.
‎
Wakil Ketua DPD RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas menekankan pentingnya membaca keistimewaan DIY secara utuh dan berkesinambungan.
‎
Menurutnya, keistimewaan tidak boleh dipahami sebagai privilese statis, tetapi sebagai amanat sejarah yang harus dirawat melalui kebijakan publik.
‎
“Keistimewaan DIY bukanlah pemberian yang berdiri sendiri, melainkan lahir dari proses sejarah dan kontribusi Yogyakarta terhadap Republik,” ujar GKR Hemas.
‎
Penulis buku, Ariyanti Luhur Tri Setyarini, menyampaikan bahwa buku ini disusun untuk menghindarkan pembacaan normatif yang kaku terhadap Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012.
‎
“Pasal-pasal keistimewaan tidak bisa dibaca secara tekstual saja. Ia harus dipahami secara historis dan konstitusional agar tidak kehilangan ruhnya,” jelas Ariyanti yang akrab disapa Ririn.
‎
Diskusi yang dipandu Widihasto Wasana Putra menghadirkan beragam perspektif akademik dan kebijakan.
‎
Hendro Muhaimin dari Pusat Studi Pancasila UGM menilai keistimewaan DIY harus diaktualisasikan agar relevan dengan kebutuhan masyarakat.
‎
“Keistimewaan harus menjadi instrumen strategis yang hidup, bukan simbol sejarah yang beku,” tegasnya.
‎
Melalui forum ini, DPD RI DIY berharap diskursus keistimewaan mampu melampaui perdebatan legal-formal, sekaligus menjadi energi intelektual untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan arah pembangunan DIY yang berakar pada sejarah, namun berpandangan ke depan.

(waw)

Berita Terkait

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas
Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.
Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”
Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi
Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan
Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo
Wujud Kepedulian, Joglo Resto Njeron Beteng Bantu Mahasiswa NTT Tetap Kuliah di Yogyakarta
14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:05 WIB

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi

Senin, 28 September 2026 - 15:57 WIB

Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan

Berita Terbaru