Aksi Pencatutan Nama Ketua PWI Banten Terungkap, Warga Diminta Lebih Waspada

Jumat, 31 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta — Nama Ketua PWI Banten, Rian Nopanda, dicatut oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk modus penipuan melalui aplikasi WhatsApp. Pelaku menyebarkan kabar palsu bahwa anak Rian meninggal dunia akibat kecelakaan untuk meminta uang duka kepada sejumlah orang.

Pesan tersebut beredar pada Jumat (31/7/2026) dan dikirim kepada beberapa penerima dengan sapaan “Kak Haji”. Dalam pesannya, pelaku memperkenalkan diri sebagai Rian Nopanda, kemudian mengaku sedang berduka karena anaknya meninggal sekitar pukul 10.00 di rumah sakit akibat kecelakaan. Selanjutnya, pelaku memohon agar penerima pesan berkenan melayat sekaligus memberikan bantuan uang duka.

Modus itu segera terbongkar setelah pesan tersebut diteruskan kepada Rian. Ia menegaskan bahwa seluruh isi pesan merupakan informasi palsu dan bukan berasal dari dirinya.

Rian mengaku prihatin atas pencatutan identitas tersebut. Menurut dia, pelaku memanfaatkan empati calon korban dengan menyebarkan kabar duka yang tidak benar demi memperoleh keuntungan.

Ia mengimbau masyarakat yang menerima pesan serupa agar tidak menanggapinya, tidak mengirimkan uang, serta segera menghapus pesan tersebut. Masyarakat juga diminta melakukan konfirmasi terlebih dahulu apabila menerima permintaan bantuan yang mengatasnamakan dirinya.

“Saya tidak pernah mengirimkan pesan seperti itu. Nama saya dicatut oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Rian.

Ia mengaku tidak mengetahui siapa pelaku di balik aksi tersebut. Meski demikian, Rian berharap pelaku menghentikan perbuatannya karena tidak hanya merugikan calon korban, tetapi juga mencoreng nama baik pihak yang identitasnya disalahgunakan.

Saat ditanya kemungkinan adanya motif lain, termasuk upaya merusak reputasinya, Rian mengatakan tidak dapat berspekulasi. Ia mengaku tidak merasa memiliki persoalan ataupun permusuhan dengan siapa pun. (iwj)

Berita Terkait

11 Tahun Sudut Pandang, Bersyukur dengan Berbagi Lewat Jumat Berkah
Pembenahan Layanan Keimigrasian Berjalan, Pemohon Visa Soroti Proses Pengajuan
Ketua Umum DPP GMNI, Mengajak Seluruh Elemen Bangsa untuk Jaga Indonesia
Dasco Berkomitmen Selesaikan RUU Perampasan Aset, Siap Mundur Bila Target Gagal
Garda Depan NKRI: SMSI Bentuk Pokja Jaga Desa dan Gandeng Kampus untuk Beri Masukan ke Presiden
Gabriel Lumbantoruan Hadapi Ancaman 6 Tahun Penjara dan Denda Rp60 Miliar di PN Jakarta Utara
Formas dan Tim Nawacita Siap Bersinergi Kawal Progam Pemerintah
Pokja Newsrom Jaga Desa SMSI Jadi Manifestasi Kukuhkan NKRI

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:00 WIB

11 Tahun Sudut Pandang, Bersyukur dengan Berbagi Lewat Jumat Berkah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Pembenahan Layanan Keimigrasian Berjalan, Pemohon Visa Soroti Proses Pengajuan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Ketua Umum DPP GMNI, Mengajak Seluruh Elemen Bangsa untuk Jaga Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Dasco Berkomitmen Selesaikan RUU Perampasan Aset, Siap Mundur Bila Target Gagal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:06 WIB

Garda Depan NKRI: SMSI Bentuk Pokja Jaga Desa dan Gandeng Kampus untuk Beri Masukan ke Presiden

Berita Terbaru

Lampung

Gubernur Mirza: Hilirisasi Komoditas Harus Dimulai dari Desa

Sabtu, 29 Agu 2026 - 14:36 WIB

Sumatera Selatan

AMKI Lahat Dilantik, Tekankan Kolaborasi Media dan Pemerintah

Sabtu, 29 Agu 2026 - 13:58 WIB

Foto Guru Besar UMY bidang Ilmu Sosiologi, Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag.,

Yogyakarta

RUU Perampasan Aset, Pakar UMY: Kepercayaan Publik Jadi Taruhan

Sabtu, 29 Agu 2026 - 12:18 WIB