Kolaborasi RW 09 Kranji dengan BIU Bekasi Wujudkan Inovasi Digital dalam Pengelolaan Sampah

Minggu, 30 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Bekasi, 30 November 2025 – RW 09 Kelurahan Kranji resmi meluncurkan Program Bank Sampah “Hijau Berkah: Ubah Sampah Jadi Emas” pada hari ini, dalam sebuah acara yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme warga. Program ini menjadi tonggak penting gerakan lingkungan RW 09, sekaligus memperkuat kolaborasi antara masyarakat dan perguruan tinggi.

Dalam peluncuran perdana ini, RW 09 bekerja sama dengan Bina Insani University [BIU] Bekasi sebagai penyedia aplikasi digital penimbangan sampah, yang memungkinkan proses pencatatan, penimbangan, dan penukaran sampah dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan transparan.

Fokus Pengelolaan: Botol Bekas dan Minyak Jelantah

Pada tahap awal, Bank Sampah “Hijau Berkah” memusatkan pengelolaan pada dua jenis sampah bernilai ekonomi tinggi yaitu botol plastik bekas dan minyak jelantah Keduanya dipilih karena volume penggunaannya tinggi dan memiliki potensi konversi ekonomi yang signifikan bagi warga RW 09.

Acara dimulai dengan sambutan Ketua RW 09, Bapak Deden E Ariffan yang menegaskan pentingnya program ini sebagai gerakan perubahan perilaku warga menuju lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Sambutan dilanjutkan oleh Ketua PKK RW 09, Ibu Yasnita yang menekankan peran keluarga, terutama ibu-ibu, sebagai motor penggerak budaya memilah sampah dari rumah.

Kemudian, Lurah Kranji, Bapak Agus Joko Saputro memberikan apresiasi atas inisiatif Pengurus RW 09 dan menegaskan bahwa program seperti ini sejalan dengan visi Kota Bekasi sebagai kota yang berdaya, bersih, dan berkelanjutan, apalagi RW 09 telah melalukan inovasi yang luar biasa dengan menggunakan aplikasi digital yang berkolaborasi dengan Ralat Bina Insani University.

Sambutan terakhir disampaikan oleh Rektor Bina Insani University, Bapak Indra Muis yang menyampaikan komitmen kampus dalam mendukung inovasi digital berbasis masyarakat. BIU berperan langsung menghadirkan aplikasi penimbangan sampah yang akan menjadi tulang punggung operasional bank sampah ini, dan ini merupakan bentuk nyata kontribusi BIU dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. RW 09 Kelurahan Kranji, merupakan kelompok masyarakat pertama yang menjadi mitra BIU dalam pengembangan aplikasi ini. Ke depan, ada banyak inovasi yang dapat dikerjasamakan.

Sirine, Penandatanganan MoU, dan Demo Digitalisasi

Setelah rangkaian sambutan, acara dilanjutkan dengan seremoni Launching yang ditandai dengan pembunyian sirine oleh seluruh pimpinan acara. Momen tersebut disambut tepuk tangan meriah dari warga yang hadir.
Puncak acara ditandai dengan penandatanganan MoU antara RW 09 Kranji dan Universitas Bina Insani, yang mencakup kerja sama pengembangan aplikasi, pelatihan operator bank sampah, dan pendampingan berkelanjutan.

Penandatangan MOU antara Ketua RW 09 Kelurahan Kranji dengan Rektor Universitas Bina Insani Bekasi.

Selanjutnya, tim BIU melakukan demo penimbangan sampah secara digital, memperlihatkan bagaimana botol atau minyak jelantah ditimbang dan langsung tercatat otomatis dalam aplikasi. Warga terlihat antusias melihat teknologi yang memudahkan proses tabungan sampah mereka.

Acara ini dihadiri oleh seluruh Ketua RT se-RW 09, para Kader PKK, tamu undangan, serta tokoh masyarakat. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap gerakan lingkungan yang mengajak warga untuk menjadikan sampah sebagai sumber keberkahan.

Launching ini menjadi langkah awal RW 09 dalam membangun budaya pemilahan sampah dari rumah, meningkatkan kesadaran warga tentang ekonomi sirkular, sekaligus memberdayakan keluarga melalui pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi. Demikian penjelasan dari Direktur Bank Sampah RW 09 Kelurahan Kranji, Bapak Tommy Dasmanto.

Dengan semangat “Hijau Berkah: Ubah Sampah Jadi Emas”, program ini diharapkan mampu menjadi model praktik baik bagi RW lain di Kota Bekasi. Selamat untuk RW 09 Kranji yang telah menginisiasi program yang lebih bermakna. (*)

Berita Terkait

Kabel Semrawut Jadi Sorotan, Wali Kota Bekasi Percepat Penataan Pasar Baru
Perkuat Kepedulian Kesehatan Mata, Pemkot Bekasi Bersama IROPIN Bagikan 300 Kacamata
Diana Wahyu Widiyanti Jadi Kajari Kota Bekasi, Sulvia Triana Hapsari Dapat Amanah Baru
Tri Adhianto Kukuhkan 1.300 Pramuka, Siapkan Generasi Berkreasi dan Mandiri di Jambore Nasional XII
Puskesmas Mustikasari Perkuat Layanan Prolanis untuk Kendalikan Penyakit Kronis
83,10 Persen Pemuda Bekasi Tak Merokok, Pemkot Perkuat Kawasan Tanpa Rokok
Kelola Sampah Jadi Energi Terbarukan, Harris Bobihoe Tekankan Pentingnya Kolaborasi
Kekompakan Satlinmas Kota Bekasi Mengemuka di Lomba Peraturan Baris Berbaris

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Kabel Semrawut Jadi Sorotan, Wali Kota Bekasi Percepat Penataan Pasar Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:43 WIB

Perkuat Kepedulian Kesehatan Mata, Pemkot Bekasi Bersama IROPIN Bagikan 300 Kacamata

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:06 WIB

Diana Wahyu Widiyanti Jadi Kajari Kota Bekasi, Sulvia Triana Hapsari Dapat Amanah Baru

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:53 WIB

Tri Adhianto Kukuhkan 1.300 Pramuka, Siapkan Generasi Berkreasi dan Mandiri di Jambore Nasional XII

Minggu, 9 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Puskesmas Mustikasari Perkuat Layanan Prolanis untuk Kendalikan Penyakit Kronis

Berita Terbaru