Yogyakarta Hadapi Darurat Sampah, DPRD DIY Desak Penanganan Komprehensif

Selasa, 18 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di Depo Sampah Kota Baru, gunungan sampah melampaui kapasitas hingga meluber ke badan jalan, mengganggu aktivitas warga di kawasan padat permukiman itu. (suara.com)

Di Depo Sampah Kota Baru, gunungan sampah melampaui kapasitas hingga meluber ke badan jalan, mengganggu aktivitas warga di kawasan padat permukiman itu. (suara.com)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta – Penumpukan sampah di sejumlah depo Kota Yogyakarta dalam beberapa pekan terakhir kian mengkhawatirkan. Di Depo Sampah Kota Baru, gunungan sampah melampaui kapasitas hingga meluber ke badan jalan, mengganggu aktivitas warga di kawasan padat permukiman itu.

Volume sampah yang terus meningkat dari warga Kota Pelajar menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) menambah berat persoalan, terlebih dengan rencana penutupan permanen Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Piyungan pada awal 2026. Situasi tersebut membuat persoalan persampahan kembali menjadi isu mendesak di Yogyakarta.

Komisi C DPRD DIY meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah komprehensif dan berkelanjutan untuk menekan lonjakan sampah. Anggota Komisi C, Subiyantoro, menilai Yogyakarta telah memasuki fase darurat persampahan. Selain penumpukan di depo, ia menyoroti keberadaan sekitar 50 titik pembakaran sampah ilegal di kawasan Piyungan, Bantul.

“Penanganan menyeluruh memerlukan sinergi lintas sektor. Titik pembakaran sampah ilegal harus segera ditertibkan dan diberikan pembinaan,” ujar Subiyantoro, Selasa (18/11/2025).

Menanggapi situasi ini, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Ahmad Haryoko, menyebut koordinasi dengan DLHK DIY terus dilakukan agar pengangkutan sampah ke TPA Piyungan tetap berjalan lancar. DLH juga mulai menerapkan sistem penimbangan digital di sejumlah depo untuk memperoleh data volume sampah harian secara lebih akurat, sebagai dasar perencanaan penanganan jangka panjang. (ihd)

Berita Terkait

Kebijakan dan Kenaikan Danais, DPRD Kota Yogya Pacu Target Zero Stunting
Dana Desa DIY Anjlok 74 Persen, Pemda Kucurkan BKK Rp132,5 Miliar untuk Kalurahan
DPRD DIY Protes Pemotongan Dana Desa 58,03 Persen, Infrastruktur dan Program Stunting Terancam
Penyiaran Digital di DIY, Eko Suwanto Soroti Elektronifikasi yang ‘Stagnan’
Reses Awal Ramadhan, DPRD Kota Yogyakarta Sinkronkan Aspirasi Warga dengan Musrenbang
Eko Suwanto Mengenang Dominikus Adi Sutarwijono, Pejuang Sederhana
DPRD Jogja Kolaborasi dengan Media dan Wirausaha, Dorong UMKM Naik Kelas
Komisi C DPRD DIY Tinjau Kerusakan Jalan Panggang–Wonosari, Anggaran Jadi Kendala

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 03:12 WIB

Kebijakan dan Kenaikan Danais, DPRD Kota Yogya Pacu Target Zero Stunting

Jumat, 27 Februari 2026 - 02:56 WIB

Dana Desa DIY Anjlok 74 Persen, Pemda Kucurkan BKK Rp132,5 Miliar untuk Kalurahan

Rabu, 25 Februari 2026 - 17:45 WIB

DPRD DIY Protes Pemotongan Dana Desa 58,03 Persen, Infrastruktur dan Program Stunting Terancam

Jumat, 20 Februari 2026 - 23:42 WIB

Penyiaran Digital di DIY, Eko Suwanto Soroti Elektronifikasi yang ‘Stagnan’

Rabu, 18 Februari 2026 - 18:14 WIB

Reses Awal Ramadhan, DPRD Kota Yogyakarta Sinkronkan Aspirasi Warga dengan Musrenbang

Berita Terbaru