Dua Subholding PTPN III (Persero) Perkuat Kebangkitan Kopi Ijen, PTPN IV PalmCo dan PTPN I Replanting 1.300 Ha di Bondowoso  

Jumat, 14 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Bondowoso — Upaya kebangkitan kopi Arabika dari lereng Ijen, Bondowoso, mulai menunjukkan hasil. Dalam tiga tahun terakhir, dua subholding PTPN III (Persero), yakni PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo bersama PTPN I melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) di Java Coffee Estate (JCE), berhasil melakukan peremajaan atau replanting tanaman kopi seluas lebih dari 1.300 hektare. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi kopi Arabika Indonesia di pasar global.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyebut replanting bukan semata mengganti tanaman tua, melainkan investasi masa depan bagi industri kopi nasional. “Kami tidak hanya menanam pohon kopi, tapi menanam masa depan,” ujarnya, Jumat (14/11).

Program replanting di JCE dimulai pada 2022 dan dilakukan bertahap. Sebanyak 383 hektare kebun diperbarui pada tahun pertama, disusul 251 hektare pada 2023, 407 hektare di 2024, dan ditargetkan 293 hektare pada 2025. Total kebun yang dikelola oleh JCE sendiri mencapai 3.530 hektare.

Bibit Arabika yang digunakan merupakan varietas unggul yang adaptif terhadap iklim pegunungan Ijen serta menghasilkan cita rasa khas. Penerapan praktik agronomi juga mengedepankan konservasi tanah dan air, dua unsur vital di kawasan lereng vulkanik yang rentan erosi. “Replanting ini adalah investasi hijau. Kami ingin kebun tetap produktif tanpa mengorbankan keseimbangan lingkungan,” kata Jatmiko.

Produktivitas Terjaga, Ekspor Menguat

Menariknya, proses peremajaan besar-besaran ini tidak menurunkan kinerja produksi. Sepanjang 2025, produksi kopi ceri JCE tercatat mencapai 5.534 ton, naik dibanding 4.987 ton pada tahun sebelumnya. Sementara volume green bean atau biji kopi siap ekspor meningkat dari 825 ton menjadi 893 ton.

Produktivitas lahan pun stabil di kisaran 2.530 kilogram kopi ceri per hektare dan 409 kilogram green bean per hektare. Hingga Oktober 2025, JCE membukukan laba bersih sekitar Rp14 miliar.

Kinerja positif itu menjadi bukti bahwa pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan. “Pasar dunia kini menuntut transparansi dan tanggung jawab. Mereka ingin tahu dari mana kopi berasal dan bagaimana ia ditanam. Kami menjawab tuntutan itu melalui praktik yang bertanggung jawab dari hulu ke hilir,” kata Jatmiko.

Dari Lereng Ijen ke Pasar Dunia

Kopi Arabika Ijen dikenal memiliki karakter cita rasa yang khas, body ringan hingga sedang, aroma bunga, serta keasaman seimbang. Kombinasi itu menjadikan kopi JCE mulai menembus pasar ekspor di Asia Timur, Eropa, dan Amerika Utara.  “Kopi Ijen punya keunggulan yang tak banyak dimiliki daerah lain. Dunia perlu tahu bahwa kopi terbaik juga tumbuh di Bondowoso, bukan hanya di Amerika Latin,” ujar Jatmiko menambahkan.

Sinergi BUMN dan Masyarakat

Kolaborasi antara PTPN IV dan PTPN I melalui skema KSO terbukti efektif dalam mempercepat pemulihan produktivitas kebun. Kedua BUMN berbagi peran dalam pengelolaan aset, manajemen, dan peningkatan mutu produksi.

Namun, bagi Jatmiko, keberlanjutan sejati tidak hanya diukur dari tonase panen atau laba perusahaan.  “Kami ingin masyarakat tumbuh bersama kami. Dari pekerja kebun, petani mitra, hingga generasi muda di sekitar Ijen, semua harus merasa punya masa depan dari kopi ini,” tuturnya.

Dengan fondasi yang kuat di tingkat kebun dan tata kelola berkelanjutan, kopi Arabika dari lereng Ijen kian siap memperkenalkan cita rasa Indonesia ke panggung dunia.(*)

Berita Terkait

Wisata Medis Jadi Perhatian Pemkot Yogyakarta, Malang Jadi Rujukan Pengembangan
YDF 2026 Bahas Integrasi Pertumbuhan, Teknologi, dan Keberlanjutan Ekonomi
‎Album Tour Raissa Anggiani Hadirkan Ruang Jujur Penerimaan Diri
SMA Taruna Nusantara Malang Resmi Beroperasi, Pemerintah Dorong Pendidikan Unggulan Berkarakter
Konser Kepada Yang Terhormat di Malang, Raissa Anggiani Angkat Kejujuran Emosi
Holding PTPN III (Persero) Dorong Perluasan Tebu Melalui Kolaborasi PT SGN dengan Polda Jawa Timur
Pengusir Nenek Elina Ditangkap, Polisi Bergerak Tegas Usut Kasus
Mentan Amran Dorong Hilirisasi Perkebunan, PTPN Group Siap Perkuat Swasembada Gula Nasional di Jawa Timur

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:57 WIB

Wisata Medis Jadi Perhatian Pemkot Yogyakarta, Malang Jadi Rujukan Pengembangan

Jumat, 6 Februari 2026 - 21:01 WIB

YDF 2026 Bahas Integrasi Pertumbuhan, Teknologi, dan Keberlanjutan Ekonomi

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:26 WIB

‎Album Tour Raissa Anggiani Hadirkan Ruang Jujur Penerimaan Diri

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:16 WIB

SMA Taruna Nusantara Malang Resmi Beroperasi, Pemerintah Dorong Pendidikan Unggulan Berkarakter

Selasa, 13 Januari 2026 - 18:57 WIB

Konser Kepada Yang Terhormat di Malang, Raissa Anggiani Angkat Kejujuran Emosi

Berita Terbaru

Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prof Dr Achmad Nurmandi menyampaikan pidato peluncuran organisasi baru LEAD di Masjid K.H. Ahmad Dahlan UMY, Yogyakarta. (Humas UMY)

Pendidikan

LEADS UMY: Memimpin Perubahan, Mencerahkan Dunia di Usia ke-45

Selasa, 3 Mar 2026 - 09:59 WIB