DPRD Dorong Yogyakarta Jadi Kota Santri, Penegasan Akar Budaya dan Spirit Keislaman

Rabu, 22 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi D DPRD Yogyakarta Solihul Hadi (mengenakan jas hitam) hadir dalam peringatan Hari Santri di balai Kota, Selasa (21/10/2025). (Dokumen Pribadi)

Sekretaris Komisi D DPRD Yogyakarta Solihul Hadi (mengenakan jas hitam) hadir dalam peringatan Hari Santri di balai Kota, Selasa (21/10/2025). (Dokumen Pribadi)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Sekretaris Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, Solihul Hadi, mendorong penegasan identitas Kota Yogyakarta sebagai Kota Santri. Ia menilai, gagasan ini relevan dan strategis dalam menjaga keistimewaan Yogyakarta, terutama sumbu filosofis yang menghubungkan Tugu, Keraton, dan Panggung Krapyak.

Menurut Solihul, konsep kota santri bukan hal baru, melainkan bentuk penegasan kembali akar sejarah dan budaya yang telah lama hidup di Yogyakarta.

“Kota ini sejak dahulu memadukan nilai keislaman dengan kearifan lokal. Yogyakarta memiliki DNA sebagai kota santri,” ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, Rabu (22/10/2025).

Ia mencontohkan, Pondok Pesantren Krapyak yang berdiri di kawasan Panggung Krapyak menjadi salah satu pesantren tertua di Yogyakarta dan memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan Islam di Tanah Mataram.

“Sejarah Mataram Islam dan peran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dalam menjaga kebudayaan sekaligus menyebarkan syiar Islam menjadi bukti kuat jati diri Yogyakarta sebagai kota santri,” katanya.

Perpaduan Spirit Santri dan Budaya

Solihul menekankan bahwa makna berbudaya menjadi kunci dalam membangun karakter santri Yogyakarta. Menurut dia, santri tidak hanya harus menguasai ilmu agama, tetapi juga hidup selaras dengan nilai-nilai budaya adiluhung warisan leluhur.

“Jika perpaduan ini benar-benar dijalankan, santri di Yogyakarta tidak hanya memiliki kedalaman spiritualitas, tetapi juga keluhuran budi pekerti sebagaimana seorang budayawan,” ujarnya.

Karakter seperti itu diyakini dapat menjadi benteng utama dalam menghadapi degradasi moral dan tantangan sosial masa kini.

Solusi atas Masalah Sosial

Lebih lanjut, Solihul menilai bahwa semangat kota santri juga dapat menjadi solusi bagi masalah sosial di kalangan remaja, seperti kenakalan dan fenomena klitih.

Menurutnya, dengan menghidupkan kembali spirit santri, masjid dan langgar dapat menjadi pusat kegiatan positif anak muda, sementara ruang publik bisa diisi dengan festival seni dan budaya bernuansa Islami.

“Dengan menegaskan Yogyakarta sebagai kota santri, kami berharap kota ini tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kokoh secara spiritual dan mulia secara budaya,” tandasnya. (ihd)

Berita Terkait

Kebijakan dan Kenaikan Danais, DPRD Kota Yogya Pacu Target Zero Stunting
Dana Desa DIY Anjlok 74 Persen, Pemda Kucurkan BKK Rp132,5 Miliar untuk Kalurahan
DPRD DIY Protes Pemotongan Dana Desa 58,03 Persen, Infrastruktur dan Program Stunting Terancam
Penyiaran Digital di DIY, Eko Suwanto Soroti Elektronifikasi yang ‘Stagnan’
Reses Awal Ramadhan, DPRD Kota Yogyakarta Sinkronkan Aspirasi Warga dengan Musrenbang
Eko Suwanto Mengenang Dominikus Adi Sutarwijono, Pejuang Sederhana
DPRD Jogja Kolaborasi dengan Media dan Wirausaha, Dorong UMKM Naik Kelas
Komisi C DPRD DIY Tinjau Kerusakan Jalan Panggang–Wonosari, Anggaran Jadi Kendala

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 03:12 WIB

Kebijakan dan Kenaikan Danais, DPRD Kota Yogya Pacu Target Zero Stunting

Jumat, 27 Februari 2026 - 02:56 WIB

Dana Desa DIY Anjlok 74 Persen, Pemda Kucurkan BKK Rp132,5 Miliar untuk Kalurahan

Rabu, 25 Februari 2026 - 17:45 WIB

DPRD DIY Protes Pemotongan Dana Desa 58,03 Persen, Infrastruktur dan Program Stunting Terancam

Jumat, 20 Februari 2026 - 23:42 WIB

Penyiaran Digital di DIY, Eko Suwanto Soroti Elektronifikasi yang ‘Stagnan’

Rabu, 18 Februari 2026 - 18:14 WIB

Reses Awal Ramadhan, DPRD Kota Yogyakarta Sinkronkan Aspirasi Warga dengan Musrenbang

Berita Terbaru