Lampung Dorong Generasi Muda Lestarikan Seni dan Budaya

Rabu, 21 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung mendorong penguatan pelestarian seni dan budaya daerah melalui pendidikan serta pengembangan ruang ekspresi bagi generasi muda.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Gelar Karya Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Provinsi Lampung Tahun 2026 yang dibuka oleh Gubernur Lampung yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yanyan Ruchyansah, di Balai Keratun, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Rabu (21/10/2026).

Dalam sambutan Gubernur Lampung yang dibacakan Yanyan Ruchyansah, disampaikan bahwa Lampung memiliki kekayaan seni dan budaya yang menjadi identitas sekaligus kebanggaan daerah. Kekayaan tersebut mencakup seni tari, musik tradisional, sastra lisan, kerajinan, serta beragam ekspresi budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.

Menurutnya, kekayaan budaya tersebut perlu dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya melalui keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia pendidikan.

“Anak-anak kita harus mengenal akar budayanya sekaligus memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kita ingin seni tradisional Lampung tetap hidup dan dicintai generasi muda, sekaligus memberi ruang bagi mereka untuk mengembangkan kreativitas melalui seni modern, teknologi digital, dan industri kreatif,” ujar Gubernur.

Ia menegaskan, seni dan budaya tidak hanya berperan dalam membentuk karakter dan kepribadian peserta didik, tetapi juga berpotensi membuka peluang ekonomi bagi generasi muda melalui pengembangan industri kreatif.

Program GSMS dinilai menjadi langkah strategis untuk mempertemukan dunia pendidikan dengan dunia seni dan budaya. Melalui program ini, peserta didik memperoleh kesempatan belajar langsung dari seniman, memahami proses kreatif, serta berlatih menciptakan dan menampilkan karya seni.

Pembelajaran tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas, kedisiplinan, ketekunan, keberanian mencoba, serta kemauan untuk terus mengembangkan kemampuan diri. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki kepekaan rasa, karakter kuat, dan kesadaran untuk menjaga identitas budayanya.

Gubernur menekankan bahwa keberhasilan program GSMS membutuhkan kolaborasi antara sekolah, seniman, pemerintah daerah, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan agar pembelajaran seni dan budaya dapat berlangsung secara berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.

Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha Djumaryo, melalui tayangan video menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung, para seniman, guru, dan peserta didik yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan program GSMS.

Ia menyampaikan bahwa program tersebut merupakan wujud komitmen untuk menyelaraskan pendidikan dengan pemajuan kebudayaan. Kehadiran seniman di sekolah memungkinkan peserta didik mengenal dan merasakan secara langsung kekayaan budaya daerah, mulai dari seni tari dan musik hingga permainan tradisional.

Menurutnya, Pekan Kebudayaan Daerah yang menyertai gelar karya tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan, merayakan, dan mewariskan kekayaan budaya Lampung kepada generasi penerus.

Giring berpesan agar para peserta didik terus berkarya dan tidak ragu menunjukkan potensi seni yang dimiliki. Ia juga mengapresiasi para seniman dan guru pendamping yang telah menjadi penghubung antara tradisi budaya dan generasi muda.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menjelaskan bahwa GSMS merupakan inisiatif strategis Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia untuk memperkuat pendidikan karakter melalui pendekatan seni dan budaya, mempertemukan dunia pendidikan dengan dunia kesenian, serta menumbuhkan apresiasi seni sejak dini.

Pelaksanaan pembelajaran GSMS di Provinsi Lampung berlangsung selama tiga bulan, mulai Juli hingga September 2026. Dalam periode tersebut, para seniman terlibat langsung dalam proses pembelajaran di sekolah, mendampingi peserta didik untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan berbagai bentuk ekspresi seni.

Thomas menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada Provinsi Lampung dalam pelaksanaan program tersebut. Ia berharap GSMS dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang sehingga semangat mencintai budaya semakin tumbuh di kalangan generasi muda.

Lebih lanjut, ia menekankan perlunya kolaborasi dan strategi bersama untuk memperkuat pemajuan kebudayaan di Lampung, terutama dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah dan menyediakan ruang ekspresi seni yang dapat berkembang secara mandiri di tengah masyarakat.

Menurutnya, penggunaan bahasa Lampung di ruang publik perlu menjadi perhatian bersama. Perubahan komposisi masyarakat yang semakin heterogen menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keberlangsungan percakapan bahasa daerah, khususnya di lingkungan perkotaan.

Karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran dan komunikasi yang lebih efektif agar bahasa Lampung tetap dikenal, digunakan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Selain pelestarian bahasa, pengembangan ruang pertunjukan seni dan budaya yang representatif juga menjadi perhatian. Ruang ekspresi yang dikelola secara rutin dan terjadwal dinilai dapat memberikan kesempatan kepada komunitas seni untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kebudayaan Lampung kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Potensi budaya Lampung, termasuk kekayaan adat Saibatin dan Pepadun, perlu terus digali dan dikembangkan sebagai identitas daerah yang dapat diperkenalkan melalui pertunjukan seni, kegiatan kebudayaan, dan pengalaman wisata berbasis budaya.

Thomas berharap gagasan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan dan perencanaan bersama sehingga upaya pelestarian budaya tidak hanya bergantung pada kegiatan seremonial, tetapi juga tumbuh dari inisiatif komunitas dan partisipasi masyarakat.

Gelar Karya GSMS Provinsi Lampung Tahun 2026 menjadi puncak rangkaian pembelajaran seni yang telah berlangsung di sekolah selama tiga bulan. Dalam kegiatan tersebut, peserta didik menampilkan hasil proses pembelajaran dan kreativitas mereka sebagai bentuk apresiasi terhadap seni dan budaya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap lahir generasi muda yang kreatif, berkarakter, serta bangga terhadap identitas budayanya. Sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, seniman, komunitas, dan masyarakat diharapkan semakin memperkuat ekosistem seni dan budaya sekaligus memastikan kekayaan budaya Lampung tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. (lsi)

Sumber : Adpim Pemprov Lampung

Berita Terkait

Dukung Tim Pemadam Lapangan, Pemprov Lampung Salurkan Bantuan Logistik dan Alat Karhutla
TP PKK Lampung Perkuat 10 Program Pokok PKK melalui Desa TAPIS
DLH Lampung Tinjau Progres Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik
Wagub Lampung Dorong Percepatan Penanganan TBC di Seluruh Daerah
Lestarikan Warisan Leluhur, Ketua TP PKK Lampung Dorong Pemuda Kenalkan Budaya Daerah
Peredaran Narkotika Lewat Vape Jadi Perhatian, Pemprov Lampung Siapkan Langkah Pencegahan
Sinergi Pemprov, TNI-Polri, dan Pemkab-Pemkot Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya
Waspada Modus Vape Narkoba: Lampung Tegaskan Perang Lawan Narkotika Lewat Pemusnahan 4.364 Cartridge

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Lampung Dorong Generasi Muda Lestarikan Seni dan Budaya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Dukung Tim Pemadam Lapangan, Pemprov Lampung Salurkan Bantuan Logistik dan Alat Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:20 WIB

TP PKK Lampung Perkuat 10 Program Pokok PKK melalui Desa TAPIS

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:43 WIB

DLH Lampung Tinjau Progres Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Wagub Lampung Dorong Percepatan Penanganan TBC di Seluruh Daerah

Berita Terbaru