JOGJAOKE.COM, JOGJA – Ketua DPRD Kota Jogja Wisnu Sabdono Putro resmi melantik Hari Prastowo Aditya Putra sebagai anggota dewan lewat mekanisme pergantian antar waktu (PAW).
Hari menggantikan almarhum Adrian Subagyo yang meninggal dunia pada 11 April 2026 lalu. Pelantikan dilakukan dalam sidang paripurna yang diselenggarakan di Gedung DPRD Kota Jogja, Senin (19/10/2026).
Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro, berharap Hari Prastowo segera beradaptasi dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat sebagai anggota legislatif.
Susanto menekankan pentingnya memahami tugas baru di Komisi C DPRD Kota Yogyakarta agar Hari dapat menjalankan amanah dengan baik dan bertanggung jawab.
“Saya berharap Mas Hari segera beradaptasi dengan ketugasan sebagai anggota legislatif, khususnya di Komisi C,” ujar Susanto saat menyampaikan harapannya.
Menurut Susanto, proses adaptasi menjadi langkah penting agar Hari memahami bidang tugasnya, mengenali persoalan masyarakat, serta mampu memperjuangkan aspirasi secara tepat.
“Segera pelajari tugas dan tanggung jawab di komisi. Pahami persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, sehingga ketika ada aspirasi, bisa ditindaklanjuti,” katanya.
Selain beradaptasi, Susanto meminta Hari segera turun ke wilayah untuk menemui masyarakat dan menyapa konstituen di daerah pemilihannya.
“Jangan hanya menunggu masyarakat datang. Anggota dewan perlu hadir langsung, menyapa warga, mendengarkan keluhan, dan memahami persoalan yang mereka hadapi,” tegasnya.
Ia menilai, kedekatan dengan masyarakat merupakan bagian penting dari tanggung jawab wakil rakyat dalam menjalankan fungsi representasi dan memperjuangkan kebutuhan konstituen.
“Komunikasi dengan masyarakat harus terus dibangun. Dengan turun langsung ke wilayah, kita bisa mengetahui kebutuhan warga secara lebih nyata,” ungkap Susanto.
Susanto juga berharap Hari melanjutkan kerja-kerja politik yang telah dilakukan almarhum Subagyo di daerah pemilihan satu Kota Yogyakarta.
Menurutnya, berbagai upaya advokasi dan pendampingan masyarakat yang telah dijalankan almarhum Subagyo perlu diteruskan agar manfaatnya tetap dirasakan masyarakat.
“Apa yang sudah dilakukan almarhum Pak Subagyo harus dilanjutkan. Terutama advokasi, pendampingan, dan kerja-kerja politik untuk masyarakat di Dapil 1,” tuturnya.
Susanto menegaskan, kesinambungan pengabdian tersebut penting agar masyarakat tetap memperoleh pendampingan ketika menghadapi persoalan sosial maupun membutuhkan bantuan dalam memperjuangkan aspirasinya.
“Jangan sampai kerja-kerja yang sudah dibangun sebelumnya berhenti. Masyarakat membutuhkan kehadiran wakil rakyat yang konsisten mendampingi dan memperjuangkan kepentingan mereka,” ujarnya.
Ia berharap Hari dapat menjaga komunikasi dengan warga sekaligus memperkuat pola pendampingan yang selama ini telah berjalan di wilayah tersebut.
“Yang sudah baik perlu dipertahankan. Hubungan dengan masyarakat harus terus dirawat, karena kepercayaan warga dibangun melalui kehadiran dan kerja nyata,” katanya.
Namun, Susanto tidak ingin Hari hanya menjalankan peran sebatas meneruskan pekerjaan sebelumnya tanpa melakukan pengembangan jangkauan pelayanan kepada masyarakat.
Ia mendorong agar volume advokasi, pendampingan, dan kerja politik ditingkatkan sehingga semakin banyak warga dapat merasakan manfaat dari pelayanan legislatif.
“Harapannya bukan sekadar meneruskan, tetapi juga menambah volume dan memperluas jangkauannya. Semakin banyak masyarakat yang bisa didampingi, tentu semakin baik,” jelasnya.
Menurut Susanto, peningkatan jangkauan tersebut dapat dilakukan dengan memperkuat komunikasi kewilayahan, mendengar aspirasi warga, serta mengawal persoalan masyarakat sesuai kewenangan lembaga legislatif.
“Harapannya bukan sekadar meneruskan, tetapi juga menambah volume dan memperluas jangkauannya. Semakin banyak masyarakat yang bisa didampingi, tentu semakin baik,” jelasnya.
Menurut Susanto, peningkatan jangkauan tersebut dapat dilakukan dengan memperkuat komunikasi kewilayahan, mendengar aspirasi warga, serta mengawal persoalan masyarakat sesuai kewenangan lembaga legislatif.
“Setiap aspirasi harus didengar dan diperjuangkan sesuai mekanisme. Jangan sampai masyarakat merasa sendirian ketika menghadapi persoalan yang membutuhkan perhatian wakil rakyat,” tambahnya.
Susanto berharap Hari mampu membangun pola kerja yang responsif, terbuka, dan berkelanjutan agar hubungan antara wakil rakyat dengan masyarakat semakin kuat.
“Ukuran pengabdian bukan hanya seberapa sering kita hadir, tetapi juga bagaimana aspirasi ditindaklanjuti dan masyarakat merasakan manfaatnya,” katanya.
Ia menegaskan, kehadiran anggota legislatif di tengah masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan nyata, pendampingan berkelanjutan, serta keberanian memperjuangkan kepentingan konstituen.
“Harapan saya, Mas Hari bisa segera bergerak, mengenali persoalan warga, melanjutkan pengabdian almarhum Subagyo, sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat Kota Yogyakarta,” pungkas Susanto. (waw)






