JOGJAOKE.COM Jogja – Sekelompok remaja diduga menganiaya penjaga warung makan Indomie (Warmindo) dan merusak fasilitas usaha di Jalan Gayam, Kotabaru, Gondokusuman, Yogyakarta.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (16/10/2026) dini hari. Insiden itu diduga dipicu kegagalan menyambungkan ponsel ke speaker warung melalui koneksi Bluetooth.
Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani Hasan, mengatakan polisi menerima laporan darurat melalui layanan 110 sekitar pukul 01.30 WIB.
“Setelah menerima laporan, personel Polsek Gondokusuman langsung mendatangi tempat kejadian perkara,” demikian keterangan mengenai tindak lanjut kepolisian atas insiden tersebut.
Petugas mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus meminta keterangan saksi guna mengungkap rangkaian peristiwa yang terjadi.
Berdasarkan keterangan korban berinisial P (29), yang bekerja sebagai karyawan Warmindo, rombongan berjumlah sekitar tujuh orang mendatangi warung sekitar pukul 01.00 WIB.
Awalnya, situasi di warung tersebut belum dilaporkan menimbulkan keributan. Namun, sekitar setengah jam kemudian, rombongan itu mencoba memutar musik melalui speaker.
Mereka berupaya menyambungkan ponsel ke pengeras suara menggunakan Bluetooth. Upaya tersebut gagal karena speaker aktif dilindungi kata sandi atau password.
Kegagalan menghubungkan perangkat itu diduga memicu emosi salah seorang anggota rombongan. Situasi kemudian berubah menjadi aksi kekerasan terhadap penjaga warung.
Salah satu pelaku diduga melayangkan pukulan ke arah korban. Dua orang lainnya kemudian disebut turut melakukan penganiayaan terhadap karyawan Warmindo tersebut.
Akibat kejadian itu, korban menghadapi kekerasan di tempat kerjanya. Polisi masih mendalami peristiwa tersebut untuk memastikan kronologi dan peran masing-masing orang yang terlibat.
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas warung. Para pelaku diduga memecahkan kaca etalase dan menghancurkan sekitar 20 gelas milik usaha tersebut.
Aksi tersebut membuat kerugian materiil bagi pemilik warung. Namun, nilai kerusakan maupun kondisi terkini korban belum dijelaskan dalam keterangan yang tersedia.
Saat situasi semakin berbahaya, korban mengambil langkah dengan menghubungi layanan darurat kepolisian 110. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh personel Polsek Gondokusuman.
Ketika mengetahui korban menelepon polisi, rombongan tersebut diduga panik. Mereka kemudian meninggalkan lokasi sebelum petugas tiba untuk menangani kejadian tersebut.
Para pelaku dilaporkan melarikan diri menggunakan lima unit sepeda motor. Hingga kini, identitas orang-orang yang diduga terlibat masih dalam penyelidikan kepolisian.
Polisi terus mendalami kasus tersebut melalui pemeriksaan saksi dan penelusuran kejadian. Langkah ini diperlukan untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas penganiayaan dan perusakan.
Iptu Dani Hasan menyampaikan bahwa personel kepolisian telah mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat melalui layanan darurat 110 pada dini hari.
Keterangan korban menjadi salah satu bahan penyelidikan untuk mengungkap dugaan pemicu keributan, rangkaian kekerasan, serta kerusakan fasilitas yang dialami warung tersebut.
Polisi juga perlu memastikan identitas para terduga pelaku dan mengumpulkan bukti pendukung. Status hukum masing-masing pihak akan ditentukan berdasarkan hasil penyelidikan.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya menjaga ketertiban di ruang publik. Perselisihan kecil tidak seharusnya berujung pada kekerasan maupun perusakan milik orang lain.
Masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut dapat menyampaikannya kepada kepolisian. Informasi yang relevan diharapkan membantu proses penyelidikan dan penanganan perkara secara tepat.(waw)






