‎MES DIY Gerakkan 43 UMKM Ayam Goreng Kalasan Perkuat Ekosistem Halal

Senin, 12 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, Sleman— Sebanyak 43 UMKM Ayam Goreng Kalasan berkomitmen memperkuat ekosistem halal melalui deklarasi Kawasan Halal yang digerakkan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY.
‎
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Gowes Wakaf MES DIY dan Deklarasi Komitmen Kawasan Halal (KKH) Ayam Goreng Kalasan, Minggu (11/10/2026).
‎
Kegiatan berlangsung di Kawasan Halal Ayam Goreng Kalasan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, sebagai bagian rangkaian Road to Jogja Halal Festival (JHF) #3 Internasional 2026.
‎
Festival tersebut dijadwalkan berlangsung pada 4–6 Desember 2026.
‎
Inisiatif ini diharapkan memperluas pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya standar halal dalam pengembangan bisnis kuliner.
‎
Sekitar 115 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari unsur pemerintah, organisasi keagamaan, lembaga kemasyarakatan, pelaku usaha, serta komunitas olahraga di wilayah setempat.
‎
Ketua Umum MES DIY, Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec., membuka rangkaian kegiatan melalui gowes bersama sejauh 15 kilometer.
‎
Setelah bersepeda, peserta mengikuti jamuan ringan dan pembagian doorprize. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan, laporan penghimpunan wakaf, penyerahan papan nama UMKM, serta deklarasi komitmen.
‎
Dalam sambutannya, Edy menegaskan bahwa halal tidak sekadar berkaitan dengan pemenuhan ketentuan agama, tetapi juga menjadi nilai tambah untuk membangun kepercayaan konsumen.
‎
Menurut Edy, komitmen halal perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas, kesehatan, cita rasa, serta konsistensi produk yang ditawarkan kepada masyarakat.
‎
Ia mengingatkan pelaku usaha agar memandang persaingan sebagai kesempatan berinovasi. Peningkatan standar produk menjadi langkah penting untuk menjaga daya saing sekaligus memperkuat kepercayaan konsumen.
‎
Edy juga mengapresiasi dukungan berbagai organisasi kemasyarakatan, lembaga keagamaan, pemerintah, dan seluruh pihak yang berkontribusi mengembangkan ekosistem halal di Daerah Istimewa Yogyakarta.
‎
Dukungan tersebut dinilai penting untuk membangun kolaborasi berkelanjutan. Dengan keterlibatan banyak pihak, pengembangan kawasan halal diharapkan memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM.
‎
Ketua Paguyuban Ayam Goreng Kalasan Maju Makmur, melalui sambutan yang disampaikan Sigit Wahyudi, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan MES DIY.
‎
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, perhatian terhadap aspek halal merupakan bagian penting dalam pengembangan usaha kuliner Ayam Goreng Kalasan.
‎
Komitmen tersebut juga menjadi upaya menjaga kepercayaan konsumen. Pelaku usaha diharapkan terus memperhatikan aspek kehalalan sekaligus meningkatkan mutu produk dan pelayanan.
‎
Sementara itu, Panewu Kalasan, Samino, S.IP., M.Ec.Dev., mengapresiasi kolaborasi yang melibatkan pelaku usaha, pemerintah, serta masyarakat dalam mengembangkan kawasan halal.
‎
Samino berharap Ayam Goreng Kalasan semakin dikenal luas dan diminati masyarakat. Penguatan identitas kuliner lokal diharapkan turut meningkatkan daya saing usaha wilayah Kalasan.
‎
Pada kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Wakaf MES DIY, H. Edi Sunarto, S.E., M.M., melaporkan penghimpunan dana wakaf mencapai sekitar Rp538 juta.
‎
Jumlah tersebut berasal dari potensi penghimpunan wakaf sebesar Rp1,5 miliar. Capaian ini menunjukkan perkembangan penggalangan dana yang dilakukan untuk mendukung berbagai program kemaslahatan.
‎
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan simbolis papan nama kepada UMKM Ayam Goreng Kalasan yang berkomitmen bergabung dalam kawasan halal.
‎
Penyerahan tersebut menjadi penanda komitmen pelaku usaha untuk bersama-sama mengembangkan sentra kuliner yang mengedepankan nilai-nilai halal dalam kegiatan bisnisnya.
‎
Sebanyak 43 UMKM tercatat menyatakan komitmen mendukung pengembangan Kawasan Halal Ayam Goreng Kalasan. Langkah ini diharapkan memperkuat kolaborasi sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.
‎
Melalui kegiatan gowes, wakaf, dan deklarasi, MES DIY mendorong sinergi berkelanjutan antara pelaku usaha, pemerintah, serta masyarakat untuk memperkuat ekosistem halal Yogyakarta.
‎
Inisiatif tersebut menjadi bagian persiapan menuju Jogja Halal Festival 2026. Pengembangan kawasan diharapkan memperkuat kuliner lokal sekaligus mendorong UMKM semakin kompetitif.(ady)

Berita Terkait

Viral Dugaan Pungli Domisili Bantul, Warga Jambean Diminta Bayar Rp300 Ribu
‎Angkutan Barang KAI Daop 6 Melonjak, Tembus 320 Ribu Ton
HUT Jogja ke-270 Hadirkan Fun Rally Khusus Pengendara Difabel
Sri Sultan Titip Pesan Tegas, Kapolda Baru Diminta Lanjutkan Program
Kustomfest 2026 Galang Rp1 Miliar untuk Bedah Rumah dan Pendidikan
ADHI Bakal Jual Saham Tol Jogja–Solo Rp1,76 Triliun ke SMI, Ini Alasannya
‎Wahyu Baskoro Pimpin GPM Kulonprogo, Siap Perjuangkan Nasib Rakyat
Viral! Steward PSIM Diduga Ambil Dagangan UMKM, Pedagang Ketakutan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Viral Dugaan Pungli Domisili Bantul, Warga Jambean Diminta Bayar Rp300 Ribu

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:38 WIB

‎Angkutan Barang KAI Daop 6 Melonjak, Tembus 320 Ribu Ton

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:34 WIB

‎MES DIY Gerakkan 43 UMKM Ayam Goreng Kalasan Perkuat Ekosistem Halal

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:28 WIB

HUT Jogja ke-270 Hadirkan Fun Rally Khusus Pengendara Difabel

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Sri Sultan Titip Pesan Tegas, Kapolda Baru Diminta Lanjutkan Program

Berita Terbaru

Yogyakarta

‎Angkutan Barang KAI Daop 6 Melonjak, Tembus 320 Ribu Ton

Senin, 12 Okt 2026 - 13:38 WIB