Muhammadiyah Dorong PTMA Atur Batas Penggunaan AI agar Tak Lahirkan Lulusan ‘Kosong

Sabtu, 10 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah,  Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si. dalam sambutan hari pertama pelaksanaan FORKOM GB PTMA 2026 di UMY

Foto Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si. dalam sambutan hari pertama pelaksanaan FORKOM GB PTMA 2026 di UMY

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta – Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si., mendorong perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) merumuskan batas penggunaan kecerdasan artifisial (AI).

Batas tersebut dinilai diperlukan agar AI tidak melahirkan lulusan yang tidak menguasai ilmunya. Pesan tersebut disampaikan dalam sesi keynote speech Forum Komunikasi Guru Besar PTMA (Forkom GB-PTMA) 2026, yang berlokasi di Prime UMY Hotel Convention & Dormitory, Jumat (9/10/2026).

“Dengan adanya AI ini, kita bisa menghasilkan lulusan-lulusan yang ‘kosong’. Mahasiswa yang menjawab persoalan dengan bertanya kepada AI, sebenarnya menyerahkan pekerjaan yang tidak ia pahami,” ujar Bambang.

Dirinya juga mengingatkan bahwa AI kerap berhalusinasi karena selalu menjawab, meski jawabannya keliru. Risiko itu dinilai paling berbahaya pada bidang yang menuntut presisi, seperti rekayasa pesawat dan dosis obat.

Sebagai solusi, Bambang mengusulkan setiap program studi menetapkan enam hingga delapan mata kuliah pokok yang diajarkan dengan metode sorogan, yaitu tradisi pesantren yang membaca teks kata demi kata.

Mata kuliah tersebut tetap bernilai tiga SKS, tetapi pertemuannya dua hingga tiga kali lipat dalam satu semester dan kelas diampu langsung oleh guru besar. Mahasiswa baru dianjurkan berdiskusi dengan AI setelah menguasai mata kuliah inti.

Di bidang riset, Bambang mengusulkan pembagian peran yang tegas antara AI dan peneliti. Ia menjelaskan, penulisan tinjauan pustaka dapat dibantu AI dengan porsi yang ditetapkan, misalnya 85 persen. Sisanya harus berisi kebaruan dan arah penelitian dari peneliti sendiri.

Pengambilan data lapangan dan laboratorium juga harus sepenuhnya dikerjakan manusia, kecuali penelitian berbasis data sekunder.

“AI itu bukan ancaman. AI mempercepat proses belajar, penelitian dan inovasi, tetapi tidak menggantikan tanggung jawab intelektual kita,” imbuhnya lagi.

Bambang pun mengaitkan isu AI dengan ketertinggalan teknologi nasional dan jebakan pendapatan menengah ( middle income trap ). Ia menjelaskan, upah di Indonesia sudah terlalu tinggi untuk bersaing dengan negara berkembang, sementara teknologinya belum mampu menyaingi negara maju.

Karena itu, Bambang mengusulkan sekitar separuh anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang ia perkirakan sekitar Rp150 triliun, dialihkan ke infrastruktur teknologi dan laboratorium.

Sebagai pembanding, ia menyebut anggaran riset pendidikan tinggi hanya sekitar Rp8 triliun per tahun. Menurutnya, dana sebesar itu dapat dipakai, antara lain, untuk membangun industri mobil listrik.

Bambang turut mengajak dosen Muhammadiyah mengisi ruang digital dengan kuliah terbuka. Ia menyebut jaringan PTMA memiliki sekitar 22.000 dosen, 5.000 doktor, dan 480 guru besar.

Menurut dia, YouTube dan platform daring selama ini lebih banyak diisi kampus lain. Ia mengajak setiap universitas menyediakan tim multimedia untuk merekam perkuliahan. Bambang sendiri mengaku telah mengunggah dua sesi kuliah ekonomi makro. (lsi)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

BPBD dan Bhabinkamtibmas Bersinergi, Warga Perum Polda Sleman Diajak Lebih Siaga
Bidik 7.500 Mahasiswa Baru, UMY Dorong Dosen Aktif Promosikan Kampus
Karomah Touring ke Gunungkidul, Salurkan 14 Tangki Air Bersih
‎BMKG Peringatkan El Niño Ekstrem, Hujan Jogja Mundur Sebulan
Bukan Cuma Bicara Aspirasi, Senator DIY Buktikan Kepedulian
KAI Gandeng Media, Influencer, Komunitas Perkuat Edukasi Keselamatan Kereta
HUT ke-81 TNI, Korem 072 Gandeng Ormas Bantu Pekerja Malioboro
FKPPAI DIY Bergerak, Warisan Leluhur dan Budaya Nusantara Jadi Sorotan

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:55 WIB

BPBD dan Bhabinkamtibmas Bersinergi, Warga Perum Polda Sleman Diajak Lebih Siaga

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:43 WIB

Bidik 7.500 Mahasiswa Baru, UMY Dorong Dosen Aktif Promosikan Kampus

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Karomah Touring ke Gunungkidul, Salurkan 14 Tangki Air Bersih

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:37 WIB

‎BMKG Peringatkan El Niño Ekstrem, Hujan Jogja Mundur Sebulan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Bukan Cuma Bicara Aspirasi, Senator DIY Buktikan Kepedulian

Berita Terbaru

Yogyakarta

Karomah Touring ke Gunungkidul, Salurkan 14 Tangki Air Bersih

Sabtu, 10 Okt 2026 - 13:42 WIB

Yogyakarta

‎BMKG Peringatkan El Niño Ekstrem, Hujan Jogja Mundur Sebulan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 13:37 WIB

Yogyakarta

Bukan Cuma Bicara Aspirasi, Senator DIY Buktikan Kepedulian

Sabtu, 10 Okt 2026 - 13:28 WIB