JOGJAOKE.COM, Sleman — Sleman mulai serius membangun pusat olahraga air berbasis desa wisata melalui peluncuran Grembyangan Training Paddle di Madurejo, Prambanan, untuk pembinaan atlet muda mulai sekarang.
Tempat latihan dayung dan arung jeram tersebut diluncurkan Sabtu (3/10/2026) sebagai embrio pembinaan atlet muda Sleman dan Yogyakarta melalui konsep terpadu secara berkelanjutan.
Konsep Grembyangan Training Paddle tidak sekadar menghadirkan lokasi latihan, tetapi membangun ekosistem olahraga, pariwisata, pemberdayaan masyarakat, serta pelestarian sungai secara terpadu untuk Sleman sejak awal.
Program ini merupakan kolaborasi FAJI Kabupaten Sleman, Pemerintah Kalurahan Madurejo Prambanan, dan masyarakat pengelola Desa Wisata Opak Grembyangan di kawasan potensial secara bersama langsung.
Ketua FAJI Kabupaten Sleman Dhanang Purwantoro menegaskan pembinaan atlet membutuhkan ekosistem yang mempertemukan olahraga, pendidikan, masyarakat, lingkungan, serta ekonomi lokal secara berkelanjutan sejak awal.
“Kami ingin membangun tempat latihan yang bukan hanya melahirkan atlet, tetapi juga melahirkan ekosistem,” ujar Dhanang dalam peluncuran Grembyangan Training Paddle tersebut kini.
Menurut Dhanang, anak-anak muda harus memiliki ruang berlatih, sementara masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dan desa wisata semakin berkembang melalui aktivitas olahraga positif yang positif.
“Anak-anak muda bisa berlatih, masyarakat bisa terlibat, desa wisata berkembang, dan sungai tetap terjaga,” kata Dhanang menegaskan demi masa depan yang produktif setiap hari.
Launching tersebut mendapat perhatian lintas sektor karena menghadirkan unsur Dispora, KONI, BBWS Serayu Opak, DLH, Dinas Pariwisata, serta Forkopimkap
Prambanan yang hadir secara langsung.
Kehadiran berbagai pemangku kepentingan menunjukkan pengembangan Opak Grembyangan memiliki dimensi luas, mulai pembinaan prestasi hingga pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan bersama masyarakat setempat.
Pengembangan kawasan diarahkan memperhatikan regulasi, keselamatan, lingkungan, keberlanjutan, sekaligus kebutuhan masyarakat yang menjadi bagian penting pengelolaan desa wisata secara seimbang secara bertahap bersama warga.
Grembyangan Training Paddle dirancang memperkenalkan olahraga dayung dan arung jeram kepada generasi muda melalui latihan teknik dasar hingga pembinaan kompetisi bertahap sesuai kemampuan peserta.
Ke depan, kawasan tersebut dapat menjadi ruang peningkatan kemampuan fisik, latihan tim, penguatan teknik, serta pembentukan atlet menuju olahraga prestasi secara konsisten bersama pelatih berpengalaman.
Namun, konsepnya tidak berhenti pada pembinaan atlet karena kawasan juga diarahkan mendukung pariwisata air berkelanjutan di Opak Grembyangan bagi masyarakat dan wisatawan sekitar kawasan.
Sungai di kawasan itu dipandang sebagai aset wisata, ruang edukasi, sekaligus ekosistem penting yang harus dijaga melalui aktivitas bertanggung jawab bersama demi keberlanjutan kawasan.
Model tersebut membuka peluang saling menguatkan karena atlet memperoleh fasilitas, desa mendapatkan aktivitas, masyarakat memperoleh peluang ekonomi, wisatawan menikmati pengalaman baru bersama secara berkelanjutan.
Pada saat bersamaan, kegiatan olahraga air diharapkan menumbuhkan kepedulian terhadap konservasi sungai dan lingkungan sekitar kawasan wisata tersebut demi sungai sehat dan lingkungan lestari setempat.
Peluncuran ini juga memperlihatkan desa wisata dapat berkembang melampaui wisata konvensional dengan menjadi ruang pembinaan generasi muda berbasis potensi lokal untuk generasi muda setempat.
Opak Grembyangan memiliki modal berupa sungai, lingkungan alam, masyarakat lokal, serta aktivitas wisata yang telah berkembang dan terus diperkuat sebagai fondasi bagi masyarakat setempat.
Dengan pengelolaan terintegrasi, kawasan tersebut berpotensi menjadi sentra olahraga air dan wisata sungai yang memberikan manfaat luas bagi Sleman dan masyarakat serta generasi muda.
Launching Grembyangan Training Paddle menjadi bagian Garebeg Madurejo #3 yang berlangsung 2–4 Oktober 2026 dan dilaksanakan pada 3 Oktober untuk masyarakat sekaligus agenda budaya.
Peresmian dilakukan Ketua Umum FAJI DIY yang juga Panitikismo Kraton Yogyakarta, Ir. Agus Langgeng Basuki, menjadi simbol kolaborasi olahraga, pemerintah kalurahan, masyarakat, serta pariwisata dalam pengembangan kawasan secara berkelanjutan.
FAJI Sleman berharap Grembyangan menjadi titik awal mencetak atlet, menghidupkan desa, menjaga sungai, dan membangun budaya olahraga air berkelanjutan bagi Yogyakarta untuk masa depan.(ady)






