‎Talud Bronjong Rampung, Tebing Kali Kuning Lebih Aman Hadapi Hujan

Rabu, 30 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Sleman — Talud bronjong Kali Kuning rampung, Komisi C DPRD DIY pastikan tebing dan permukiman warga Tegaltirto lebih aman menghadapi musim hujan di Sleman.
‎
Peninjauan dilakukan Jumat (25/9/2026), menyusul pembangunan pengamanan tebing Sungai Kali Kuning di Padukuhan Krikilan, Kalurahan Tegaltirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman secara menyeluruh dan sekitarnya.
‎
Ketua Komisi C DPRD DIY Nur Subiyantoro memimpin peninjauan bersama BBWSSO, pemerintah kalurahan, dukuh, tokoh masyarakat, dan warga setempat secara langsung pada Jumat tersebut.
‎
Nur mengatakan pembangunan bronjong menjadi langkah penting setelah erosi tebing pada 23 Januari 2026 mengancam badan jalan utama warga Padukuhan Krikilan sejak awal tahun.
‎
“Alhamdulillah, pembangunan pengamanan tebing dengan bronjong ini sudah terlaksana dengan baik,” ujar Nur saat meninjau lokasi bersama rombongan Komisi C DPRD DIY tersebut.
‎
Ia menyampaikan apresiasi kepada Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak karena merespons kebutuhan masyarakat dengan pembangunan pengamanan tebing Kali Kuning cepat demi keselamatan warga.
‎
“Kami berterima kasih kepada Balai Besar yang telah bekerja sama dan merespons kebutuhan masyarakat,” kata Nur dalam peninjauan tersebut kepada warga saat musim penghujan.
‎
Menurut Nur, sinergi DPRD DIY, BBWSSO, pemerintah kalurahan, dan masyarakat menjadi kunci agar persoalan erosi dapat segera ditangani secara tepat dalam jangka panjang berkelanjutan.
‎
Talud bronjong yang dibangun memiliki panjang 74 meter dan tinggi tiga meter, menggunakan kawat berisi batu kali sebagai penguat tebing sungai di kawasan tersebut.
‎
Infrastruktur tersebut dirancang memperkuat tebing sekaligus mengurangi risiko erosi, longsor, dan dampak luapan air ketika debit Sungai Kali Kuning meningkat pada musim penghujan mendatang.
‎
Anggota Komisi C DPRD DIY Cintya Amanda Labetta Arie Seno turut melihat langsung kondisi talud setelah pembangunan pengamanan tebing selesai dilaksanakan bersama masyarakat setempat.
‎
“Kami hadir kembali untuk melihat langsung hasil pembangunannya,” katanya, mengingat Komisi C sebelumnya memantau kondisi tebing ketika erosi terjadi awal tahun tersebut di lapangan.
‎
Cintya berharap talud bronjong tersebut mampu menjadi perlindungan bagi jalan dan permukiman warga yang berada di sekitar aliran Kali Kuning saat hujan deras mendatang.
‎
“Kami berharap talud bronjong sepanjang 74 meter ini dapat mencegah erosi dan longsor,” ujar Cintya saat berada di lokasi pembangunan tebing bagi warga setempat.
‎
Ia menambahkan, pengamanan tersebut juga diharapkan mampu mengurangi risiko luapan air yang sebelumnya berpotensi mengganggu aktivitas dan keselamatan warga sekitar Kali Kuning setempat warga.
‎
Dari sisi teknis, perwakilan BBWSSO Bintoro Juwandaru menjelaskan bangunan bronjong dibuat untuk memperkuat tebing menghadapi arus sungai ketika debit meningkat saat hujan deras berlangsung.
‎
“Pekerjaan pengamanan tebing sepanjang 74 meter dengan tinggi tiga meter ini telah kami selesaikan,” jelas Bintoro kepada rombongan peninjau di lokasi saat peninjauan langsung.
‎
Bintoro berharap bangunan pelindung tersebut memberikan manfaat nyata bagi kawasan permukiman dan jalan yang berada di sekitar lokasi pembangunan tebing Kali Kuning bagi warga.
‎
“Mudah-mudahan dengan selesainya bangunan pelindung tebing ini, kawasan permukiman dan jalan di sekitar lokasi dapat lebih terlindungi,” katanya kepada rombongan secara berkelanjutan untuk warga.
‎
Plt Lurah Tegaltirto Yustina Dwi Rahayu menyampaikan apresiasi karena kawasan sekitar Kali Kuning sebelumnya kerap terdampak luapan air saat hujan deras berlangsung di lokasi.
‎
“Kami berterima kasih kepada Komisi C DPRD DIY dan Balai Besar yang telah menampung aspirasi masyarakat,” tutur Yustina kepada wartawan secara langsung.
‎
Menurut Yustina, keberadaan bronjong penahan menjadi kabar positif bagi warga sekaligus diharapkan mendorong pengamanan lanjutan pada titik rawan lainnya di Tegaltirto secara bertahap mendatang.
‎
“Alhamdulillah, bronjong penahan sudah terbangun dan kami berharap pengamanan tebing dapat dilanjutkan di titik-titik rawan lainnya,” katanya kepada warga setempat di wilayah Tegaltirto tersebut.
‎
Peninjauan Komisi C DPRD DIY memastikan pembangunan terealisasi, sekaligus memperkuat perlindungan infrastruktur dan permukiman warga dari risiko bencana hidrometeorologi di Sleman secara berkelanjutan Tegaltirto.(ady)

Berita Terkait

‎KAI Daop 6 Yogyakarta Perkuat Garda Keamanan Hadapi Ancaman Huru-Hara
Habis Karhutla Terbitlah Sawit, Pakar UMY Ingatkan Risiko Alih Fungsi Kawasan Lindung
Gubernur DIY Serahkan Sertifikat Huntap Warga Terdampak Erupsi Merapi
KPH AKSI Desak Usut Tuntas Keracunan MBG, Bidik Aktor di Balik Pelaksanaan
1.001 Pembatik Serbu Malioboro, Batik Jogja Menggema Sambut Hari Batik
Haornas ke-43, Sleman Kobarkan Gerakan Olahraga Aktif Setiap Hari Bersama
Malioboro Bersiap Jadi Panggung Simfoni 1001 Pembatik pada 3 Oktober
Sukses di Serial, Cidro Asmoro Kini Diadaptasi ke Layar Lebar

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 09:50 WIB

‎KAI Daop 6 Yogyakarta Perkuat Garda Keamanan Hadapi Ancaman Huru-Hara

Rabu, 30 September 2026 - 09:13 WIB

Habis Karhutla Terbitlah Sawit, Pakar UMY Ingatkan Risiko Alih Fungsi Kawasan Lindung

Rabu, 30 September 2026 - 08:36 WIB

Gubernur DIY Serahkan Sertifikat Huntap Warga Terdampak Erupsi Merapi

Rabu, 30 September 2026 - 08:30 WIB

‎Talud Bronjong Rampung, Tebing Kali Kuning Lebih Aman Hadapi Hujan

Rabu, 30 September 2026 - 08:26 WIB

KPH AKSI Desak Usut Tuntas Keracunan MBG, Bidik Aktor di Balik Pelaksanaan

Berita Terbaru