JOGJAOKE.COM, PALEMBANG – Sebanyak 59 pekebun swadaya Sumatera Selatan memburu strategi meningkatkan produktivitas sawit melalui pelatihan gratis selama enam hari di lapangan secara nyata.
Pelatihan berlangsung 1–6 September 2026, digelar BPDP bersama Kementan dan LPP Agro Nusantara di Emilia Hotel by Amazing Palembang di lapangan secara nyata.
Peserta berasal dari Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir, mengikuti pembelajaran pengelolaan sarana prasarana perkebunan kelapa sawit secara intensif dan komprehensif di lapangan.
Kegiatan diawali Tari Serumpun Sepayong, sebelum peserta menerima materi penting mengenai pengelolaan sarana prasarana perkebunan kelapa sawit secara lebih mendalam untuk hasil lebih optimal dan berkelanjutan.
Havizman dari Dinas Perkebunan Sumatera Selatan menegaskan produktivitas menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera dicarikan solusi bersama seluruh pekebun untuk hasil lebih optimal bersama.
“Produktivitas itu PR besar,” kata Havizman saat menyampaikan sambutan pembukaan pelatihan kepada para pekebun swadaya Sumatera Selatan yang hadir di lapangan secara nyata.
Ia mengungkapkan perkebunan swadaya memiliki porsi signifikan, namun kontribusi produksi CPO masih belum sebanding dengan luas lahan yang dikelola di lapangan secara nyata.
“Lahan pekebun swadaya sudah 40 persen dari total, tapi hasil CPO-nya baru 30–35 persen,” ujarnya. Kondisi ini perlu dikejar bersama.
Menurut Havizman, kesenjangan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pekebun untuk meningkatkan hasil melalui perbaikan pengelolaan perkebunan secara berkelanjutan dan konsisten di lapangan.
“Yuk kita kejar bareng-bareng!” serunya, mendorong peserta tidak sekadar mengikuti pelatihan tetapi menerapkan pengetahuan setelah kembali mengelola kebun masing-masing di lapangan secara nyata.
Materi pelatihan diarahkan membekali pekebun dengan pemahaman teknis mengenai sarana dan prasarana pendukung agar pengelolaan perkebunan semakin efektif serta produktif untuk hasil optimal.
Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga memperoleh pengalaman lapangan melalui kunjungan langsung ke kebun yang menjadi lokasi pembelajaran praktik untuk hasil lebih optimal.
Pada 5 September 2026, rombongan melakukan field trip menuju KUD Bina Sejahtera di Desa Kerta Mukti, Kabupaten Ogan Komering Ilir untuk hasil lebih optimal.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan peserta melihat langsung penerapan pengelolaan sarana prasarana perkebunan dalam kondisi lapangan yang sebenarnya secara nyata di lapangan secara nyata.
Konsep pembelajaran teori dan praktik membuat peserta mendapatkan gambaran lebih utuh mengenai langkah memperbaiki pengelolaan kebun secara tepat dan terukur untuk hasil lebih optimal.
Bagi pekebun swadaya, peningkatan produktivitas bukan sekadar mengejar hasil panen, tetapi juga memperbaiki efisiensi dan keberlanjutan pengelolaan kebun untuk hasil lebih optimal.
Salah satu peserta, Nana Supriatna, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan yang dinilai relevan dengan kebutuhan pengelolaan perkebunan sehari-hari untuk hasil lebih optimal secara langsung.
“Ilmunya daging semua,” ujar Nana, menggambarkan materi pelatihan yang menurutnya sangat bermanfaat dan bisa langsung diterapkan setelah kembali ke kebun untuk hasil lebih optimal.
Nana bahkan berencana segera membenahi sarana perkebunannya dengan memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti pelatihan tersebut secara langsung untuk hasil lebih optimal.
“Pulang nanti mau langsung benahin sarana di kebun,” tegas Nana, menunjukkan antusiasmenya menerapkan hasil pembelajaran untuk mendorong produktivitas sawit di lapangan secara nyata. (waw)






