Wamendagri Tekankan Pentingnya Kebijakan Berbasis Data untuk Layani Masyarakat

Rabu, 19 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong para pemangku Jabatan Fungsional Analis Kebijakan (JFAK) untuk memperkuat formulasi kebijakan berbasis data (evidence-based) yang berorientasi pada hasil dan dampak nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bima saat membuka Lokakarya Penguatan Kapasitas JFAK dalam Advokasi Kebijakan untuk Akselerasi Layanan Dasar yang Inklusif di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Dalam arahannya, Bima menegaskan bahwa kebijakan merupakan instrumen utama dalam menghadirkan perubahan. Namun, merumuskan kebijakan yang presisi membutuhkan analisis yang matang dan logika perubahan yang kuat.

“Kebijakan adalah kunci dari perubahan. Sekali lagi, kebijakan adalah kunci dari perubahan. [Namun] tidak semua pemimpin yang terobsesi terhadap perubahan itu memiliki kemampuan untuk merumuskan kebijakan yang tepat,” ujar Bima.

Ia menyoroti pentingnya penerapan evidence-based policy secara objektif. Menurutnya, data harus digunakan sejak awal untuk mendiagnosis akar masalah, bukan sekadar digunakan untuk membenarkan keputusan yang sudah ditentukan sebelumnya.

“Bicara evidence-based itu datanya muncul kapan? Jangan-jangan data itu digunakan untuk membenarkan posisi kebijakan yang sudah ditentukan,” tegasnya.

Guna menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif, Bima menyarankan agar para analis kebijakan tidak hanya berkutat pada teori, tetapi juga aktif membuka diri dan memahami kondisi riil di masyarakat.

“Jadi, Bapak-Ibu, sebagai analis kebijakan, kalau tidak gaul, kalau tidak mampu menembus semua ekosistem, insyaallah tidak akan merekomendasikan kebijakan didengar oleh atasan,” tutur Bima.

Analis kebijakan yang efektif, lanjutnya, adalah mereka yang mau berinteraksi langsung dengan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelaku UMKM hingga pengemudi transportasi publik, serta memadukan temuan di lapangan dengan teori dan data terkini.

Di akhir penjelasannya, Bima juga mengingatkan pentingnya pemantauan dan evaluasi (assessment and evaluation) setelah kebijakan dieksekusi. Ia berharap para analis kebijakan dapat mendampingi seluruh tahapan, mulai dari perumusan hingga pengukuran dampak nyata bagi masyarakat.

“Selamat lokakarya, semoga Allah mudahkan. Semoga memberikan hasil manfaat yang nyata bagi rakyat yang kita cintai, bagi kota, kabupaten Bapak-Ibu yang sangat Bapak-Ibu cintai,” tandasnya. (gla)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Mendagri Dorong Pemenuhan Kebutuhan Warga Pulau Palue Pascagempa
Gempa Maumere, Mendagri Tito Hadir dan Serahkan Tali Asih kepada Keluarga Korban
Kunjungi Maumere, Mendagri Tito Soroti Posko Pemda Sikka yang Dinilai Terkoordinasi
Mendagri Tito Pastikan Penanganan Dampak Gempa di Pelabuhan Laurentius Say Maumere
Wamendagri Ribka Haluk: Sinergi Pusat-Daerah Kunci Perkuat Ketahanan Bencana
Peduli Korban Gempa, Mendagri Salurkan Santunan Duka kepada Keluarga di Nangapanda
Tinjau Desa Waekokak, Mendagri Tito Bawa Bantuan Duka untuk Keluarga Korban Gempa
Mendagri Beri Kemudahan Korban Gempa NTT, Dokumen Penting Bisa Dicetak Ulang Gratis

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:22 WIB

Mendagri Dorong Pemenuhan Kebutuhan Warga Pulau Palue Pascagempa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:15 WIB

Gempa Maumere, Mendagri Tito Hadir dan Serahkan Tali Asih kepada Keluarga Korban

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:04 WIB

Wamendagri Tekankan Pentingnya Kebijakan Berbasis Data untuk Layani Masyarakat

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Kunjungi Maumere, Mendagri Tito Soroti Posko Pemda Sikka yang Dinilai Terkoordinasi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:13 WIB

Mendagri Tito Pastikan Penanganan Dampak Gempa di Pelabuhan Laurentius Say Maumere

Berita Terbaru