Festival Kethoprak 2026 Pertegas Komitmen Yogyakarta sebagai Kota Budaya

Selasa, 9 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta kembali menyelenggarakan Festival Kethoprak Tingkat Kota Yogyakarta Tahun 2026 sebagai upaya pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan daerah. Kegiatan tersebut berlangsung di Taman Budaya Embung Giwangan, Minggu (7/6).

Festival dibuka secara resmi oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, didampingi Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan. Dalam sambutannya, Hasto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival yang menjadi salah satu wadah penting dalam menjaga keberlangsungan seni tradisi kethoprak di Kota Yogyakarta.

Menurut Hasto, Festival Kethoprak memiliki tujuan strategis untuk memperkuat karakteristik kethoprak konvensional sebagai seni peran yang menitikberatkan pada kualitas keaktoran, meningkatkan kualitas pembinaan kelompok kethoprak, serta memperkuat identitas Kethoprak Mataram sebagai ekspresi budaya masyarakat Yogyakarta.

“Festival ini bukan sekadar perlombaan untuk menentukan siapa yang terbaik, tetapi menjadi ruang belajar bersama, ruang apresiasi, ruang regenerasi, dan ruang penguatan ekosistem seni tradisi yang merupakan bagian dari jati diri masyarakat Kota Yogyakarta,” ujar Hasto.

Ia menambahkan, keberadaan seni tradisi perlu terus dijaga dan dikembangkan agar tetap hidup di tengah masyarakat serta mampu diwariskan kepada generasi mendatang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menjelaskan bahwa Festival Kethoprak Tahun 2026 merupakan bagian dari program Gelar Budaya Jogja yang bertujuan mendorong lahirnya karya-karya kreatif para seniman di Kota Yogyakarta.

“Melalui kegiatan ini kami berharap seni tradisi, khususnya kethoprak, dapat terus berkembang dan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini maupun masa mendatang,” kata Yetti.

Menurutnya, festival ini tidak hanya menjadi ruang pertunjukan seni, tetapi juga sarana untuk memperkuat ketahanan budaya masyarakat. Kethoprak dinilai memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya lokal di tengah dinamika perkembangan zaman.

“Kualitas pertunjukan menjadi perhatian utama agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mempertahankan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun,” tambahnya.

Festival Kethoprak Tingkat Kota Yogyakarta Tahun 2026 diikuti oleh 14 kemantren yang terbagi dalam tujuh kontingen, yaitu Pakualaman-Mergangsan, Kraton-Mantrijeron, Gedongtengen-Gondomanan, Danurejan-Gondokusuman, Wirobrajan-Ngampilan, Tegalrejo-Jetis, serta Kotagede-Umbulharjo.

Setiap kontingen menampilkan pertunjukan dengan durasi maksimal 45 menit sesuai jadwal dan hasil pengundian yang telah ditetapkan panitia. Adapun tema besar yang diangkat pada festival tahun ini adalah “Mataram Pasca-Perjanjian Giyanti”.

Tema tersebut mengajak peserta mengeksplorasi berbagai peristiwa sejarah setelah Perjanjian Giyanti hingga sebelum Geger Sepehi, termasuk kehidupan dan peradaban Mataram pada masa Sri Sultan Hamengkubuwono I hingga Sri Sultan Hamengkubuwono II, serta kisah Babat Alas Pabringan.

Dalam proses penilaian, dewan juri akan menitikberatkan pada aspek keaktoran sebagai fokus utama, disertai penilaian terhadap harmoni pertunjukan, kekuatan dramatik, kreativitas, dan kualitas iringan.

Pada akhir kompetisi akan dipilih tiga kontingen terbaik. Juara I akan menerima plakat dan uang pembinaan sebesar Rp5 juta, Juara II sebesar Rp4,5 juta, dan Juara III sebesar Rp4 juta.

Melalui penyelenggaraan Festival Kethoprak Tingkat Kota Yogyakarta Tahun 2026, Pemerintah Kota Yogyakarta berharap upaya pemeliharaan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan seni kethoprak dapat berjalan secara lebih terstruktur, berkelanjutan, serta mampu memperkuat identitas budaya Yogyakarta sebagai kota budaya. (Aga)

Berita Terkait

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.
Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”
Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi
Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan
Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo
Wujud Kepedulian, Joglo Resto Njeron Beteng Bantu Mahasiswa NTT Tetap Kuliah di Yogyakarta
14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan
Kolam Koi Picu Gejolak, Warga Sampangan Desak Ditutup Total

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi

Senin, 28 September 2026 - 15:57 WIB

Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan

Senin, 28 September 2026 - 15:39 WIB

Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo

Berita Terbaru