Dari Rusia, AHY Tegaskan Komitmen Indonesia Bangun Konektivitas ASEAN–Eurasia

Jumat, 5 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ST. PETERSBURG – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan komitmen Indonesia untuk menjadi jembatan strategis antara ASEAN dan kawasan Eurasia sekaligus mendorong agenda pembangunan infrastruktur hijau yang berkelanjutan di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Pernyataan tersebut disampaikan Menko AHY saat menjadi pembicara dalam St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026, Kamis (4/6/2026), pada sesi dialog yang mempertemukan para pemimpin pemerintahan, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dari negara-negara ASEAN serta anggota Eurasian Economic Union (EAEU).

Dalam forum tersebut, Menko AHY menyoroti dinamika global yang semakin kompleks, mulai dari ketidakpastian ekonomi, gangguan rantai pasok, tekanan terhadap ketahanan energi dan pangan, hingga meningkatnya fragmentasi geopolitik. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut setiap negara untuk memperkuat ketahanan nasional sekaligus memperluas kerja sama internasional yang konstruktif.

“Indonesia berupaya menjadi jembatan, penyeimbang, dan pembangun yang produktif,” ujar Menko AHY.

Ia menegaskan Indonesia terus mengedepankan politik luar negeri yang terbuka, inklusif, dan berorientasi pada kolaborasi.

“Kami mencari persahabatan dengan semua bangsa. Kami percaya pada dialog daripada konfrontasi, dan kerja sama daripada persaingan,” tegasnya.

Di hadapan para peserta forum, Menko AHY menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur bagi Indonesia tidak semata-mata berfokus pada pembangunan fisik seperti jalan, pelabuhan, bandara, maupun jaringan transportasi. Infrastruktur diposisikan sebagai fondasi utama untuk memperkuat ketahanan pangan, energi, dan air, memperluas akses terhadap peluang ekonomi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Menurut Menko AHY, Indonesia saat ini tengah mengakselerasi berbagai agenda pembangunan yang mendukung visi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, termasuk penguatan konektivitas nasional, pengembangan transportasi massal, pembangunan infrastruktur ketahanan air, transformasi energi bersih, hingga perlindungan kawasan pesisir dari dampak perubahan iklim.

Dalam Forum EAEU–ASEAN tersebut, Menko AHY juga mendorong penguatan kerja sama yang lebih konkret antara kedua kawasan, khususnya pada sektor-sektor yang menjadi kebutuhan bersama di masa depan.

Kerja sama tersebut mencakup pengembangan transportasi rendah karbon, pembangunan konektivitas strategis, infrastruktur yang tangguh terhadap perubahan iklim, energi bersih, sistem logistik berbasis teknologi, serta ekonomi maritim yang berkelanjutan.

Menko AHY menilai Indonesia memiliki posisi yang unik dan strategis sebagai negara kepulauan terbesar di dunia sekaligus ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Posisi tersebut menjadikan Indonesia sebagai mitra penting bagi negara-negara EAEU yang memiliki kekuatan di bidang energi, teknologi, manufaktur, dan logistik.

Lebih lanjut, Menko AHY menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur hijau menjadi salah satu prioritas utama Indonesia dalam menghadapi tantangan masa depan. Transformasi menuju sistem transportasi yang lebih bersih, pengembangan energi terbarukan, serta pembangunan yang adaptif terhadap perubahan iklim menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga daya saing sekaligus keberlanjutan pembangunan nasional.

“Tiga prioritas Indonesia membentuk satu visi terpadu, yaitu Indonesia yang lebih kuat, lebih hijau, dan lebih siap menghadapi masa depan,” ujarnya.

Menko AHY juga menekankan bahwa tidak ada satu negara pun yang mampu menghadapi berbagai tantangan global secara sendirian. Oleh karena itu, kemitraan yang kuat, saling menghormati, dan saling menguntungkan harus menjadi landasan dalam membangun masa depan yang lebih stabil dan sejahtera.

“Dunia membutuhkan lebih banyak kolaborasi, lebih banyak kepercayaan, dan lebih banyak solusi bersama. Pada akhirnya, yang kita bangun bukan hanya ekonomi yang lebih kuat, melainkan kepercayaan yang lebih kokoh di antara bangsa-bangsa,” pungkas Menko AHY.

Forum SPIEF 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan Indonesia dengan Rusia dan negara-negara Eurasia, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang infrastruktur, transportasi, energi, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan.(lsi)

Sumber : Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan

Berita Terkait

Tokoh Buruh Banten H. Dewa Sukma Kelana Ikut Aksi Solidaritas Palestina di ILC 114 Jenewa
Delegasi Buruh Banten Aktif Ikuti Pembahasan Isu Ketenagakerjaan Global di Jenewa
Tokoh Buruh Banten Dewa Sukma Kelana Tampil di Forum Ketenagakerjaan PBB
KBRI Canberra Gencarkan Sosialisasi Beasiswa melalui Program Scholarship Talks, Dorong Akses Studi ke Australia
Penandatanganan MoU di Seoul, UMY Tingkatkan Internasionalisasi Pendidikan
JD Vance: Unggahan Trump di Truth Social Tidak Dimaksudkan Serius
Xi Jinping Ajak Spanyol Pertahankan Supremasi Hukum di Tengah Konflik Geopolitik
Kebijakan Iran di Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Pasokan Energi Global

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:54 WIB

Dari Rusia, AHY Tegaskan Komitmen Indonesia Bangun Konektivitas ASEAN–Eurasia

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:42 WIB

Tokoh Buruh Banten H. Dewa Sukma Kelana Ikut Aksi Solidaritas Palestina di ILC 114 Jenewa

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:52 WIB

Delegasi Buruh Banten Aktif Ikuti Pembahasan Isu Ketenagakerjaan Global di Jenewa

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:47 WIB

Tokoh Buruh Banten Dewa Sukma Kelana Tampil di Forum Ketenagakerjaan PBB

Senin, 27 April 2026 - 09:13 WIB

KBRI Canberra Gencarkan Sosialisasi Beasiswa melalui Program Scholarship Talks, Dorong Akses Studi ke Australia

Berita Terbaru