Pascabencana Sumatera, Tahapan Pemulihan Dilakukan untuk Kembalikan Aktivitas Masyarakat

Kamis, 28 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Penanganan pascabencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mulai memasuki fase baru. Setelah melalui tahap tanggap darurat dan masa transisi, kini wilayah terdampak bersiap menuju pemulihan permanen melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) yang akan dijalankan secara bertahap hingga 2028.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengatakan penanganan pascabencana dilakukan melalui tiga tahapan utama, yakni tanggap darurat, transisi, dan pemulihan permanen. Menurutnya, fase tanggap darurat yang berlangsung segera setelah bencana berhasil dimitigasi melalui kerja bersama pemerintah pusat, daerah, serta berbagai kementerian dan lembaga terkait.

“Tahapan pertama setelah ada bencana adalah tanggap darurat. Itu langsung komando dari Bapak Presiden, semua kementerian/lembaga bergerak, pemerintah daerah semua bergerak dan itu termitigasi dengan cukup baik,” kata Tito usai rapat koordinasi Satgas PRR bersama Satgas Galapana DPR RI di Kompleks DPR RI, Jakarta, Minggu (25/5).

Tito menjelaskan, sejak Satgas PRR dibentuk pada 8 Januari, percepatan koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk mengawal fase transisi. Sejumlah layanan dasar yang sempat terganggu kini sebagian besar telah kembali berjalan, mulai dari pemerintahan daerah, pasokan listrik, distribusi BBM, layanan internet, hingga fasilitas kesehatan.

Dari sisi konektivitas, seluruh jalan nasional telah kembali terhubung, sementara jembatan nasional juga sudah kembali berfungsi, baik melalui konstruksi permanen maupun solusi sementara seperti jembatan Bailey, Armco, jembatan perintis, dan jembatan gantung.

“Jembatan nasional juga baik, terhubung, meskipun temporer. Ada yang menggunakan Bailey, jembatan perintis, Armco, dan jembatan gantung, tapi fungsional untuk mobilitas,” ujarnya.

Kemajuan juga terlihat pada sektor pendidikan dan hunian penyintas. Dari sekitar 4.922 sekolah terdampak, mayoritas telah kembali melakukan pembelajaran di sekolah masing-masing setelah perbaikan dilakukan, meski sebagian kecil masih menggunakan tenda, kelas darurat, atau menumpang di sekolah lain terutama di kawasan yang memerlukan relokasi. Di sisi lain, jumlah pengungsi yang tinggal di tenda terus menurun.

Dengan perkembangan tersebut, pemerintah kini mengarahkan fokus pada tahap pemulihan permanen yang berbasis Rencana Induk (Renduk) percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Dokumen tersebut disusun melalui konsolidasi usulan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dan penyelarasan bersama Kementerian PPN/Bappenas serta Satgas PRR.

“Sekarang kita akan melakukan proses menuju pemulihan permanen. Dari tiga tahapan itu, tanggap darurat, transisi, kemudian kita masuk masa menuju permanen, kita namakan rehab-rekon, dan ini kuncinya adalah Renduk,” jelas Tito.

Renduk pemulihan itu dirancang untuk periode 2026–2028 dengan cakupan 11.512 kegiatan lintas sektor, mulai dari pembangunan infrastruktur sungai, jalan, jembatan, sekolah, hingga hunian tetap. Tito menegaskan, prioritas utama pada tahun pertama akan difokuskan pada infrastruktur dasar dan percepatan pembangunan hunian tetap agar masyarakat tidak terlalu lama tinggal di hunian sementara.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Wamendagri Ribka Soroti Pentingnya Validitas Data OAP untuk Kebijakan Papua
Wamendagri Ribka Haluk: Pembangunan Papua Harus Didukung Sinergisitas Pemerintah dan Masyarakat
Sinergi Kemendagri dan BNPP: Sebar Hewan Kurban ke Berbagai Elemen Masyarakat
Menko AHY Ajak Mahasiswa UNPAM Siapkan Diri Hadapi Tantangan Masa Depan
Wamen Ossy: GTRA Harus Jadi Garda Depan Penyelesaian Konflik Pertanahan
UMKM Kawasan Transmigrasi Didorong Naik Kelas melalui Dukungan Industri Ekraf
Kasatgas Tito Karnavian Ungkap Skala Prioritas Renduk Pemulihan Pascabencana Tiga Provinsi Sumatera
Mendagri Tito Karnavian Laporkan 11.512 Program Pemulihan Pascabencana Sumatera ke DPR RI

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:01 WIB

Pascabencana Sumatera, Tahapan Pemulihan Dilakukan untuk Kembalikan Aktivitas Masyarakat

Kamis, 28 Mei 2026 - 08:12 WIB

Wamendagri Ribka Haluk: Pembangunan Papua Harus Didukung Sinergisitas Pemerintah dan Masyarakat

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:48 WIB

Sinergi Kemendagri dan BNPP: Sebar Hewan Kurban ke Berbagai Elemen Masyarakat

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:49 WIB

Menko AHY Ajak Mahasiswa UNPAM Siapkan Diri Hadapi Tantangan Masa Depan

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:41 WIB

Wamen Ossy: GTRA Harus Jadi Garda Depan Penyelesaian Konflik Pertanahan

Berita Terbaru