Ekspor Produk Turunan Kelapa Dilepas, Sumsel Perkuat Peran UMKM Go Global

Rabu, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, terus mendorong percepatan lahirnya wirausaha muda berorientasi ekspor melalui program “Sultan Muda”. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pelepasan ekspor produk turunan kelapa di Pelabuhan Boom Baru, Selasa (28/4/2026), yang dirangkaikan dengan pelantikan Badan Semi Otonom Ekspor Impor (Basnom EEXIM) BPD HIPMI Sumsel.

Herman Deru menegaskan bahwa peran generasi muda sangat strategis dalam menggerakkan ekonomi daerah. Ia menilai, anak muda tidak cukup hanya difasilitasi, tetapi harus diberi tantangan dan ruang untuk berkembang.

Menurutnya, pola pikir yang masih meragukan kemampuan generasi muda perlu diubah dengan memberikan kepercayaan serta kesempatan yang lebih luas.

Ia juga menyoroti capaian program Sultan Muda yang masih perlu dipercepat. Dari target 100 ribu wirausaha muda, saat ini baru terealisasi sekitar 9.020 orang.

Untuk itu, Gubernur mendorong HIPMI Sumsel agar tidak hanya merangkul pelaku usaha yang sudah berjalan, tetapi juga membuka akses bagi generasi muda yang memiliki potensi dan ide besar.

“Berikan ruang khusus bagi anak muda, bukan untuk memanjakan, tetapi sebagai bentuk perhatian agar mereka termotivasi dan menjadikannya sebagai tantangan,” tegasnya.

Ia menyebut, program Sultan Muda yang awalnya hanya berupa gagasan kini mulai menunjukkan hasil nyata berkat keterlibatan berbagai pihak, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Bukan angkanya yang membuat kita bangga, tetapi kinerja dan langkah nyata anak muda. Mereka harus diberi ruang dan tantangan agar mampu melihat peluang global yang selama ini mungkin terlewat,” ujar Herman Deru.

Selain itu, ia menyoroti potensi besar komoditas lokal seperti kelapa dan lada hitam yang belum dimaksimalkan. Dengan pertumbuhan kelapa yang masih sekitar 0,38 persen per tahun, diperlukan intensifikasi dan inovasi, terutama dari kalangan muda, agar Sumatera Selatan tidak hanya menjadi penyuplai bahan mentah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai tambah.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, melalui Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara, N. Prayatno Ginting, menegaskan komitmen dalam mendukung ekspor melalui jaminan kualitas dan kelayakan produk. Ia menyebut tren ekspor komoditas unggulan Sumsel terus meningkat di tengah dinamika global.

Dalam kesempatan tersebut, ekspor dilepas dengan nilai mencapai Rp1,6 miliar, meliputi produk turunan kelapa seperti choconut chips dan arang tempurung kelapa, serta lada hitam dan kerupuk olahan dengan tujuan Tiongkok, Taiwan, dan Prancis.

Kepala OJK Provinsi Sumsel, Arifin Susanto, menyampaikan dukungan terhadap penguatan literasi dan inklusi keuangan bagi UMKM serta program Sultan Muda. Hingga kini, lebih dari 9.020 anak muda telah tergabung.

“Kami tidak hanya mengatur dan mengawasi, tetapi juga mendorong percepatan akses pembiayaan agar anak muda bisa naik kelas dan bersaing di pasar global,” jelasnya.

Ketua BPD HIPMI Sumsel, Puri Andamas, menegaskan bahwa keberhasilan ekspor ini merupakan hasil perjuangan kolektif anak muda dalam membuka akses pasar.

“Ketika anak muda diberi dukungan, mereka mampu membuktikan bahwa hal yang sebelumnya dianggap tidak mungkin dapat menjadi kenyataan,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Sultan Muda X Xpora 2026 untuk mempercepat lahirnya wirausahawan muda ekspor dan memperkuat sinergi antara pemerintah, industri jasa keuangan, dan pelaku usaha.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan optimistis generasi muda akan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperluas penetrasi produk lokal ke pasar internasional.(LSI)

Sumber : Adpim Sumsel

Berita Terkait

Bara Tanah Gambut Mengancam: Herman Deru Kerahkan Pemadaman Udara Masif Tekan Asap
Respon Cepat Karhutla PALI, Herman Deru Kerahkan Heli Bom Air dan Perkuat Respon Tim Darat
Solusi Angkutan Tambang Sumsel: Herman Deru Tegaskan Keberadaan 1.100 Kilometer Jalan Khusus Batu Bara
BMKG Ungkap Penyebab Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang, PM2.5 Sempat Capai 1.036
Perkuat Kemandirian Daerah di HUT ke-25 Prabumulih, Herman Deru Minta Tata Kelola APBD Dioptimalkan
Kondisi Udara Membaik: Herman Deru Sebut Penerbangan di Sumsel Tak Lagi Terganggu
Efektif Tingkatkan Jarak Pandang, Teknologi Dry Ice Terus Digencarkan BNPB dan Herman Deru
Pertemuan Strategis! Herman Deru dan Kapolda Sumsel Sepakat Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Daerah

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:44 WIB

Bara Tanah Gambut Mengancam: Herman Deru Kerahkan Pemadaman Udara Masif Tekan Asap

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Respon Cepat Karhutla PALI, Herman Deru Kerahkan Heli Bom Air dan Perkuat Respon Tim Darat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:31 WIB

BMKG Ungkap Penyebab Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang, PM2.5 Sempat Capai 1.036

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:46 WIB

Perkuat Kemandirian Daerah di HUT ke-25 Prabumulih, Herman Deru Minta Tata Kelola APBD Dioptimalkan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:31 WIB

Kondisi Udara Membaik: Herman Deru Sebut Penerbangan di Sumsel Tak Lagi Terganggu

Berita Terbaru

Yogyakarta

Siswa SMAN 1 Imogiri Diajak UWM Menggali Inovasi Sains Lokal

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:47 WIB